Update Harga Tiket 7 Candi Populer di Blitar




Candi Wringin Branjang - travellersblitar.com
Candi Wringin Branjang - travellersblitar.com

Blitar, selain populer sebagai kelahiran salah satu Proklamator RI, yaitu Soekarno, juga dikenal memiliki banyak budaya dan sejarah berupa candi. Destinasi ini sering dijadikan rujukan siswa maupun mahasiswa sebagai salah satu bahan untuk pendidikan. Nah, berikut tujuh candi populer yang wajib dikunjungi ketika melakukan kunjungan ke Blitar.

Candi Penataran

Candi Penataran menjadi candi yang paling terkenal di Blitar. Seperti namanya, situs sejarah ini terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, di sebelah utara Blitar. Candi berlatar belakang Hindu ini mulai dibangun pada masa Kerajaan Kediri dan digunakan hingga masa Kerajaan Majapahit. Candi Penataran melambangkan penataan pemerintahan kerajaan-kerajaan yang ada di .

Komplek Candi Penataran disebut-sebut sebagai yang terbesar di Jawa Timur. Selain sebagai komplek percandian terluas, candi ini juga memiliki kekhasan dalam ikonografi relief. Wujud relief manusia digambarkan mirip wayang kulit, seperti yang bisa dijumpai pada gaya pengukiran yang ditemukan di Candi Sukuh, suatu candi dari masa akhir periode Hindu-Buddha dalam sejarah Nusantara.

Untuk bisa melihat keindahan arsitektur Candi Penataran, tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pasalnya, harga tiket masuk candi tersebut memang sangat . Saat hari biasa, tiket dipatok Rp3.000 per orang, sedangkan ketika weekend, harganya sedikit naik menjadi Rp5.000 per orang. Jika membawa kendaraan pribadi, ada biaya tambahan untuk parkir mulai Rp2.000.

candi penataran – www.pegipegi.com

Candi Kotes

Seperti namanya, candi ini berada di Desa Kotes, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Candi Kotes I memiliki ukuran panjang 360 cm, lebar 224 cm, tinggi 142 cm, dengan struktur bangunan candi hanya tinggal bagian kaki berbentuk segi empat. Sementara, Candi Kotes I berukuran panjang 754 cm, lebar 537 cm, dan tinggi 90 cm. Candi Kotes II berbentuk segi empat, dan bangunan yang tersisa hanya berupa dasar candi dan tangga masuk yang berada di sebelah barat.

Berdasarkan pahatan angka yang terdapat di tubuh candi, Candi Kotes diperkirakan dibangun pada tahun 1222 Saka atau 1300 Masehi. Candi ini memiliki dua buah latar dan satu miniatur candi yang terdiri dari tiga bagian, yaitu atap candi, tubuh candi, dan kaki candi. Ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit sebagai ibadah untuk masyarakat lokal.

Lalu, berapa biaya yang diperlukan untuk bisa berkunjung ke candi tersebut? Menurut sejumlah referensi, wisatawan hanya perlu membayar biaya seikhlasnya atau sukarela. Sumbangan tersebut digunakan untuk mengelola dan merawat kawasan Candi Kotes. Biasanya, saat akhir pekan dan musim liburan, candi ini akan ramai pengunjung.

candi kotes – www.blitarkab.go.id

Candi Sawentar

Candi ini berlokasi di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Candi Sawentar, atau disebut juga Lwa Wentar (dalam kitab Negarakertagama), diduga dibangun pada awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa candi tersebut sudah dibangun pada awal abad XIII atau merupakan hasil kesenian periode Kerjaan Singosari. 

Candi yang terbuat dari batu andesit ini berukuran panjang sekitar 9,53 m, lebar 6,86 m, dan tinggi 10,65 m. Pintu masuk menuju bilik berada di sebelah barat, dengan ornamen makara pada pipi tangga, sedangkan relungnya terdapat pada setiap dinding luar tubuh candi. Di dalam ruangan bilik, ditemukan akas arca dengan pahatan burung garuda, yang dikenal sebagai kendaraan Dewa Wisnu. Untuk bisa berkunjung, wisatawan hanya perlu membayar parkir.

candi sawentar – www.kimsariwarto.com

Candi Simping

Candi ini juga dikenal dengan Candi Sumberjati, merujuk lokasinya yang berada di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Blitar. Jika wisatawan berangkat dari Kota Blitar, bisa ke arah selatan sekitar 12 km atau berada satu jalur menuju Pantai Tambakrejo. Candi Simping disebut sebagai persemayaman abu jenazah Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Candi Simping memiliki relief jenis pradasina, relief yang dibaca searah jarum jam. Biasanya, relief pradasina tidak digunakan pada candi yang berfungsi sebagai makam. Menurut Dinas Kepurbakalaan, candi ini dulunya memiliki bangunan yang tinggi dan ramping. Sayangnya, kondisi Candi Simping saat ini dalam keadaan reruntuhan. Menurut Dinas Kepurbakalaan, mustahil dipugar karena terlalu banyak bagian candi yang hilang.

Sama seperti Candi Sawentar, apabila turis hendak berwisata ke tempat ini, tidak akan dikenakan tiket masuk alias gratis. Namun, ada tarif parkir apabila membawa kendaraan pribadi. Karena sudah merupakan reruntuhan, jumlah pengunjung Candi Sawentar memang tidak sebanyak Candi Penataran, cuma berkisar 300 sampai 500 orang per bulan.

candi simping – inilahblitar.blogspot.com

Candi Kalicilik

Candi Hindu ini terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Bangunan candi terbuat dari bata merah dan memiliki denah bujur sangkar dengan ukuran 6,8 m x 6,8 m, serta tinggi 8,3 m. Candi Kalicik terdiri atas tiga bagian yaitu alas candi, tubuh candi, dan atap candi. Pintu candi menghadap ke arah barat dan di atasnya terdapat hiasan berupa kala.

Pada sisi utara, timur, dan selatan, terdapat relung-relung yang juga berhiaskan kala pada bagian atasnya. Bilik candi kosong dan pada dindingnya terdapat relief Dewa Surya yang dikelilingi sinar matahari. Relief ini merupakan relief Surya Majapahit, yakni simbol dari masa Kerajaan Majapahit. Bagian puncak candi telah hilang, sedangkan bagian kaki candi telah direnovasi pada tahun 1993.

candi kalicilik – inilahblitar.blogspot.com

Candi Gambar Wetan

Candi ini terletak sekitar 7 km ke arah utara dari Candi Penataran. Sebagian dari tanah di sekitar candi ini merupakan tanah berpasir karena terletak di sebelah selatan Gunung Kelud dan menjadi aliran lahar Gunung Kelud. Anda dapat menempuh objek wisata tersebut dengan menumpang truk pasir ke arah utara dan baru berjalan kaki ke arah candi dengan melewati wilayah perkebunan tebu.

Candi Gambar Wetan berada di atas puncak . Jadi, pengunjung yang ingin melihat candi ini harus melalui sebuah tangga. Berdasarkan berbagai relief di tubuh candi, Candi Gambar Wetan diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Majapahit. Untuk bisa berkunjung ke destinasi ini, wisatawan hanya diminta membayar retribusi secara sukarela.

Candi Gambar Wetan - www.manusialembah.com
Candi Gambar Wetan – www.manusialembah.com

Candi Wringin Branjang

Candi ini terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Candi yang masih satu komplek dengan situs Gadungan ini terbuat dari batu andesit dan memiliki bentuk yang sangat sederhana. Menurut penuturan wisatawan, ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang elok sekaligus sejuk, tanpa dikenakan tiket alias gratis.

Struktur bangunan tidak memiliki kaki candi, tetapi hanya memiliki tubuh dan atap candi, dengan ukuran panjang 400 cm, lebar 300 cm, dan tinggi 500 cm. Sementara pintu masuknya, berukuran lebar 100 cm, tinggi 200 cm, dan menghadap ke arah selatan. Pada bagian dinding, tidak terdapat relief atau hiasan lainnya, tetapi dinding-dinding ini memiliki lubang ventilasi yang sederhana.

Candi Wringin Branjang - travellersblitar.com
Candi Wringin Branjang – travellersblitar.com

(Panca)

Lihat Juga:   Info Terbaru Hotel dan Penginapan Murah di Magelang




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan