Info Terkini Aturan Membawa Pasangan Menginap di Hotel

  • Whatsapp
Ilustrasi: menginap di hotel bersama pasangan (sumber: livejapan.com)
Ilustrasi: menginap di hotel bersama pasangan (sumber: livejapan.com)

Liburan selama beberapa hari bareng pasangan memang lebih asyik daripada sendirian. Namun, ketika mencari hotel sebagai tempat menginap, Anda tidak boleh sembarangan. Pasalnya, ada aturan khusus tentang membawa pasangan saat bermalam di hotel. Jika tidak ditaati, bukan tidak mungkin Anda akan ditolak ketika hendak melakukan reservasi atau check-in.

Hotel merupakan salah satu akomodasi yang paling populer untuk dijadikan tempat bermalam. Secara garis besar, ini dapat dikatakan sebagai perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman, dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar, sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.[1]

Bacaan Lainnya

Umumnya, hotel dapat dibedakan berdasarkan bintang, apakah itu bintang 1, bintang 2, bintang 3, bintang 4, atau bintang lima. Sesuai standar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hotel bisa disebut sebagai bintang lima bila telah mencapai penilaian dengan angka sama atau lebih dari 936. Sementara, penilaian hotel bintang empat berada di angka 728 hingga 916, sedangkan nilai hotel bintang tiga berkisar 520 hingga 708.[2]

Terlepas dari standar hotel yang disebutkan, pertanyaan paling sering diajukan wisatawan ketika hendak menginap, apakah boleh membawa pasangan bermalam bersama? Memang, harus diakui bahwa masih banyak hotel yang memperbolehkan tamu mereka untuk membawa pasangan, terutama hotel kelas melati. Sementara itu, untuk hotel berbintang dan hotel syariah, pasangan yang menginap biasanya memang diharuskan merupakan yang sah alias sudah menikah.

Khusus untuk hotel syariah, aturan tersebut bahkan lebih ketat lagi. Seperti diketahui, sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), ini adalah penyediaan akomodasi berupa kamar-kamar di dalam suatu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan atau fasilitas lainnya secara harian dengan tujuan memperoleh keuntungan yang dijalankan sesuai prinsip syariah,[3] termasuk melarang tamu membawa pasangan yang bukan mahram.

Aturan Membawa Pasangan di Hotel

  • Menyerahkan KTP atau fotokopi yang menunjukkan yang sama sebagai arsip hotel.
  • Permintaan dokumen tambahan berupa buku nikah (asli atau scan atau fotokopi) sebagai bukti dan arsip hotel.
  • Jika tidak membawa buku nikah atau alamat KTP belum diubah, bisa menunjukkan foto pernikahan.
  • Pihak hotel berhak untuk membatalkan atau menolak reservasi jika tamu tidak dapat atau menolak menunjukkan kartu identitas atau persyaratan yang diminta.
Lihat Juga:   Akbar Homestay 4, Rekomendasi Penginapan Nyaman di Oro-oro Ombo, Kota Batu

semacam ini hampir seragam di banyak hotel. Selain lebih memudahkan Anda saat hendak melakukan check-in, kelengkapan data diri tersebut juga bisa meminimalkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi razia atau penggerebekan oleh polisi terhadap pasangan-pasangan yang belum menikah (pacar) dan kebetulan menginap di kamar yang sama.

Meski demikian, tidak seperti KTP, mungkin bagi sejumlah pasangan, membawa buku nikah terbilang ribet. Selain karena ukurannya yang tidak praktis, mereka juga khawatir buku nikah tersebut hilang atau disalahgunakan. Nah, untuk memfasilitasi keluhan itu, pemerintah melalui Kementerian Agama sekarang sudah menerbitkan kartu nikah digital yang dapat disimpan di dalam ponsel sehingga memudahkan pasangan suami istri saat bepergian.

Kartu nikah model baru (sumber: cnn)
Kartu nikah model baru (sumber: cnn)

Cara dan Biaya Membuat Kartu Nikah Digital

  • Untuk pengantin lama, bisa datang langsung ke Kantor Urusan Agama (KUA) tempat mereka menikah sambil membawa buku nikah fisik. Kemudian, data pernikahan akan dimasukkan ke Sistem Informasi Manajemen Nikah melalui scan barcode yang ada di buku nikah fisik. Kartu nikah digital nantinya akan dikirim dalam bentuk soft file melalui email.
  • Untuk pengantin baru, isi form pendaftaran menikah melalui situs Sistem Informasi Manajemen Nikah. Setelah akad selesai, kartu nikah digital akan dikirim dalam bentuk soft file melalui email.

Lalu, berapa biaya yang diperlukan untuk membuat kartu nikah digital? Karena merupakan salah satu bagian pelayanan KUA, biaya pembuatan kartu nikah digital ini gratis. Hal tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 59 tahun 2018 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Agama.

Bisakah Menginap di Hotel dengan Pasangan Belum Menikah?

Jawabannya bisa saja. Pasalnya, masih banyak hotel yang memperbolehkan pasangan bukan suami istri untuk menginap di tempat mereka. Biasanya, penginapan-penginapan sekelas losmen atau hotel melati yang dengan kebebasan seperti ini. Selain itu, sejumlah hotel bintang empat ke atas (asalkan bukan hotel syariah) juga mengizinkan pasangan yang bukan suami istri untuk tidur dalam satu kamar.

Kenapa hotel berbintang mengizinkan pasangan bukan suami istri untuk tidur dalam satu kamar? Pasalnya, staf hotel demikian biasanya tidak akan peduli Anda sudah menikah, baru menikah atau baru saja pacaran. Mereka akan memperlakukan Anda seperti tamu lainnya. Staf hotel berbintang umumnya juga sudah mendapatkan training tentang guest service hospitality sebelum terjun ke lapangan karena kepuasan tamu adalah yang paling utama.

Lihat Juga:   Hotel Nyaman dan Berkelas di Dekat Epicentrum Walk, Kuningan

Meminta seseorang untuk menunjukkan KTP atau kartu identitas ketika mengajukan aplikasi hotel juga memang tidak ada dasar hukum yang mengaturnya. Meski demikian, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 516, disebutkan bahwa terdapat ketentuan sanksi bagi pemilik hotel atau tempat penginapan yang tidak memegang daftar identitas tamu atau tidak menyuruh tamunya menulis nama, pekerjaan, atau tempat tinggal saat menginap di hotel miliknya.

Tak hanya untuk menghindari adanya pasangan tidak sah yang menginap sekamar, persyaratan booking hotel dengan menunjukkan KTP ini juga diperlukan untuk menghindari adanya buronan atau tindak kejahatan yang mungkin terjadi di dalam hotel. Pasalnya, memesan kamar hotel kini bisa dilakukan dengan berbagai cara, melalui agen travel, memesan kamar secara langsung, booking via telepon, atau reservasi secara melalui online travel agent (OTA).

Jika ingin dapat menginap sekamar dengan lawan jenis secara legal, peraturan di hotel backpacker (biasanya hostel dengan bunk bed atau dorm) agak longgar dan mengizinkan mix gender (lawan jenis) tidur dalam satu kamar, tetapi dengan ranjang-ranjang yang terpisah tentunya. Biasanya, mereka menawarkan kamar murah dengan ranjang single bed susun, berisi mulai 4 orang hingga belasan orang tamu.

Yang perlu diketahui, jika memutuskan untuk bermalam di akomodasi dorm, harga yang ditawarkan bukan per kamar, melainkan per kasur atau ranjang. Jadi, misalnya Anda datang menginap berdua, masing-masing harus membayar sesuai dengan harga yang tertera. Untungnya, umumnya tarif menginap di tipe dorm ini sangat murah, bahkan cuma puluhan ribu rupiah per malam.

[1] Sulastiyono, Agus. 2001. Manajemen Penyelenggaraan Hotel. Bandung: CV Alfabeta.

[2] Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 tentang Standard Hotel.

[3] Majelis Ulama Indonesia, Dewan Syariah Nasional. 2016. Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia No. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah, hlm. 5.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan