Misteri di Balik Keelokan Pantai Ujung Genteng




Pantai Ujung Genteng (sumber: pantaipedia.com)
Pantai Ujung Genteng (sumber: pantaipedia.com)

Ujung Genteng merupakan salah satu daerah di pesisir selatan yang termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten . Berlokasi kurang lebih sekitar 200 km dari Jakarta, pantai menjadi wisata unggulan di wilayah ini. Namun, sebagian pengunjung mengatakan, di balik keindahannya, ada misteri yang tersembunyi di Pantai Ujung Genteng.

Nama Ujung Genteng sendiri berasal dari Ujung Gunting, yang didasarkan pada posisinya yang berada di ujung salah satu sudut di Jawa Barat yang berbentuk mirip gunting. Untuk menuju kawasan ini, memang dibutuhkan perjuangan ekstra. Anda tidak akan melewati jalanan tol yang mulus, melainkan melalui jalanan yang menanjak dan berkelok, sekaligus terjal. Berikut ulasan selengkapnya.

Rute ke Ujung Genteng

Ujung Genteng tepatnya berlokasi di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Untuk menempuh tempat ini, jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda perlu melakukan sekitar enam sampai tujuh jam dari Bandung. Jalurnya meliputi, Cianjur – Sukabumi – Jampang Tengah – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng. Sedangkan, jika Anda datang dari Jakarta, maka Anda dapat melewati Ciawi – Cicurug – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cikembar – Jampang –Surade – Ujung Genteng.

Jika menggunakan kendaraan roda empat, waktu tempuh sekitar lima sampai enam jam dari Jakarta, sedangkan apabila mengendarai sepeda motor, waktu tempuh bisa lebih lama. Meski durasi tempuh relatif panjang, namun akan terasa ringan dan cepat karena Anda akan disuguhi pemandangan yang mengagumkan selama perjalanan. Pesisir Pantai Pelabuhan Ratu terlihat sangat jelas dari atas sudut Bukit Bagbagan, begitu juga dengan perkebunan teh Surangga dan perkebunan kelapa yang berhamparan bersama sapi-sapi yang terawat.

Pantai Ujung Genteng - @syukril jam
Pantai Ujung Genteng – @syukril jam

Harga Tiket Masuk Pantai Ujung Genteng

Pada 2020, Anda hanya merogoh kocek mulai Rp10 ribu saja. Dengan harga tiket masuk yang , tak heran jika Pantai Ujung Genteng selalu ramai oleh pengunjung apalagi saat akhir pekan. Tak hanya berenang, beberapa aktivitas yang dapat dicoba saat berwisata ke Pantai Ujung Genteng, seperti berkunjung ke penangkaran penyu hingga menyewa perahu. Banyak perahu yang bersandar di tepi Pantai Ujung Genteng. Anda bisa menyewa perahu seharga Rp15-30 ribu per orang untuk dapat menikmati semilir angin di pantai.

Sebenarnya, Ujung Genteng memiliki beberapa pantai yang bisa dijadikan wisata yang menarik. Tiap pantai, meski sama-sama menghadap Samudera Hindia, menawarkan keunggulan masing-masing. Berikut deretan pantai elok yang terletak di kawasan Ujung Genteng.

Pantai di Ujung Genteng

Salah satu pantai di kawasan Ujung Genteng Sukabumi (sumber: traverse.id)
Salah satu pantai di kawasan Ujung Genteng Sukabumi (sumber: traverse.id)
  • Pantai Pangumbahan. Ini adalah pantai yang memiliki hamparan pasir yang lembut di kaki. Pantai Pangumbahan sendiri memiliki area yang cukup luas, yang mungkin bakal menyulitkan wisatawan untuk dapat menjelajahi satu ujung ke bagian ujung yang lainnya. Selain punya panorama yang indah, pantai ini juga tergolong unik karena memiliki tempat penangkaran penyu atau tukik. Jika Anda datang di waktu yang tepat, Anda bisa ikut berpartisipasi melepaskan tukik ke lepas sebagai salah satu usaha pelestarian penyu.
  • Pantai Cipanarikan (Pantai Muara Cipanarikan). Merupakan pantai yang unik karena menjadi tempat bertemunya aliran Sungai Cipanarikan dengan air laut. Sungai Cipanarikan sendiri membentuk sebuah alur membelok sebelum aliran airnya masuk ke laut, sehingga membentuk sebuah hamparan pasir yang begitu luas dengan tekstur pasir yang sangat halus. Untuk menuju ke pantai ini, pengunjung diharuskan berjalan selama tiga sampai lima menit melewati kawasan hutan lindung.
  • Pantai Tenda Biru. Memiliki nama yang mirip dengan salah satu lagu yang pernah dipopulerkan oleh Desy Ratnasari, pantai ini punya nuansa yang masih alami karena lokasinya berada di area hutan lindung di bawah pengawasan TNI AU. Untuk bisa berkunjung ke tempat ini, wisatawan diharuskan membayar tiket masuk dengan harga sekitar Rp5.000 per orang. Jika air laut sedang surut, pengunjung bisa berjalan sekitar 200 hingga 300 meter dari bibir pantai ke bagian tengah.
  • Pantai Minajaya. Sekilas, pantai ini memiliki suasana dan panorama mirip Pantai Tenda Biru. Ketika air laut sedang surut, Anda bisa menyaksikan aktivitas warga setempat yang sedang mencari rumput laut dan juga udang lobster yang terdapat di pinggiran pantai. Selain itu, Anda pun bisa membeli ikan atau udang segar hasil tangkapan nelayan untuk dimasak dan dinikmati di saung-saung yang berada di pinggir pantai.
  • Pantai Ombak Tujuh. Ini adalah spot yang cocok bagi wisatawan yang doyan kegiatan yang memacu adrenalin, seperti surfing atau berselancar. Meski masih kalah jika dibandingkan Pantai G-Land di Banyuwangi, namun pantai ini punya keunikan tersendiri, yaitu punya ombak yang selalu datang berurutan tujuh dan cukup besar.
  • Pantai Amanda Ratu. Dinamakan demikian karena di pantai ini, terdapat sebuah penginapan model villa yang bernama Amanda Ratu. Ini merupakan sebuah resort yang diklaim mirip Tanah Lot di Bali. Pantai Amanda Ratu sendiri merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal di deretan pantai Ujung Genteng, karena memiliki suasana yang sangat tentram dan nyaman, dengan semilir angin yang berembus tenang dan deburan ombak di pesisir pantai.

Pantai-pantai di atas dapat dijadikan pilihan saat berkunjung ke sana. Anda tentu tak akan bosan, lantaran setiap pantai menawarkan keindahan masing-masing. Meski memiliki pesona yang indah, yang bisa dijadikan spot yang oke untuk berwisata, namun pantai-pantai di Ujung Genteng dikatakan menyimpan misteri tersendiri.

Misteri di Pantai Ujung Genteng

Ombak di pesisir pantai (sumber: superadventure.id)
Ombak di pesisir pantai (sumber: superadventure.id)

Layaknya pantai di Pulau Jawa lainnya, semisal Pantai Parangtritis di Yogyakarta, pantai di Ujung Genteng diklaim menjadi ‘area kekuasaan’ Nyi Roro Kidul, perempuan yang dipercaya sebagai penunggu laut selatan. Banyak pengunjung yang mengaku pernah mengalami kejadian mistis, jika tidak bisa dikatakan seram, ketika berwisata di kawasan pantai ini. Salah seorang wisatawan mengatakan, ia merasakan arwah dari perempuan yang gantung diri di sebuah pondok penginapan. 

Keanehan lainnya dialami wisatawan asal Bandung, karena wisatawan tersebut merasa kram pada bagian kaki ketika berenang, yang hampir merenggut nyawa, namun wisatawan yang lainnya melihat kejadian tersebut hanya sebagai bercanda. Selain itu, Pantai Ujung Genteng pun beberapa kali ‘meminta’ korban. Pada tahun 2016 lalu, tiga mahasiswa asal Institut Teknologi Nasional Bandung hilang terseret ombak ketika berkunjung ke pantai tersebut. 

Salah seorang saksi mata mengatakan, mahasiswa yang datang secara rombongan langsung bermain air di bibir pantai di sekitar perbatasan Batununggul. Tiba-tiba, muncul ombak tinggi dan menggulung salah satu korban. Ketika hanyut, satu rekan korban berusaha menolong, namun air kembali naik dan menyeret keduanya. Satu orang rekan lainnya lalu mencoba membantu, tetapi harus bernasib sama, terseret ombak yang datang.

Untuk itu, Anda perlu memperhatikan aturan yang diberlakukan di Pantai Ujung Genteng. Perlu diingat, untuk tidak bermain air terlalu tengah, karena ombaknya cukup besar. Saat berkunjung ke penangkaran penyu, disarankan didampingi dengan penjaga agar penyu-penyu di sana tidak merasa terganggu.

[Update: Ditta]

Lihat Juga:  




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan