Membebaskan Alun-alun Magelang dari Pengamen dan Pengemis

  • Whatsapp

– Maraknya pengemis dan pengamen yang memanfaatkan keramaian Tuin Van Java di Magelang, mengusik kenyamanan pengunjung. Bahkan, tak segan para pengamen atau pengemis memaksa meminta uang ataupun rokok.

“Sebetulnya, yang bikin nggak nyaman itu karena baru berapa menit, ada pengamen atau pengemis yang baru lagi. Ngeselin lagi, kalau sudah dikasih kode nggak ngasih, justru nungguin pas . Jadi menganggunya di situ. Tapi kalau nggak ada pengamen juga sepi suasananya,” kata salah seorang pelanggan kuliner Isti Farika.

Bacaan Lainnya
Lihat Juga:   Jangan Sampai Terlewatkan, Ini Deretan Tempat Belanja Terkenal di Hongkong

Pemkot Magelang telah memasang papan peringatan yang melarang pengamen dan pengemis di kawasan itu. Papan ini dipasang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang. Selain itu, ada tulisan yang melarang pengunjung untuk memberikan uang kepada mereka.

Bahkan, jika ada pengamen atau pengemis yang membandel, Satpol dengan tegas menciduk. “ ini untuk membuat pengunjung lebih nyaman,” ujar Kepala Satpol PP, Singgih Indri Pranggana.

Lihat Juga:   Pantai Bahak, Permata Wisata Tersembunyi di Kabupaten Probolinggo

Setelah ada larangan tersebut, kawasan Alun-alun memang lebih sepi dari biasanya. Hanya ada satu atau dua pengamen saja yang masih menjajajkan suaranya. Sayangnya, plakat yang di pasang justru dijadikan cantolan kandang burung untuk menjemur burung peliharaan milik pedagang kaki lima (PKL). (put/ton/rdrsemarang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan