Membebaskan Alun-alun Magelang dari Pengamen dan Pengemis




– Maraknya pengemis dan pengamen yang memanfaatkan keramaian Tuin Van Java di Alun-alun Kota Magelang, mengusik kenyamanan pengunjung. Bahkan, tak segan para pengamen atau pengemis memaksa meminta uang ataupun rokok.

“Sebetulnya, yang bikin nggak nyaman itu karena baru berapa menit, ada pengamen atau pengemis yang baru lagi. Ngeselin lagi, kalau sudah dikasih kode nggak ngasih, justru nungguin pas . Jadi menganggunya di situ. Tapi kalau nggak ada pengamen juga sepi suasananya,” kata salah seorang pelanggan kuliner Isti Farika.

Pemkot Magelang telah memasang papan peringatan yang melarang aktivitas pengamen dan pengemis di kawasan itu. Papan ini dipasang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang. Selain itu, ada tulisan yang melarang pengunjung untuk memberikan uang kepada mereka.

Lihat Juga:   Menikmati Keindahan Laut Sambil Makan Seafood di Pantai Ammani Pinrang

Bahkan, jika ada pengamen atau pengemis yang membandel, Satpol dengan tegas menciduk. “Peraturan ini untuk membuat pengunjung lebih nyaman,” ujar Kepala Satpol PP, Singgih Indri Pranggana.

Setelah ada larangan tersebut, kawasan Alun-alun memang lebih sepi dari biasanya. Hanya ada satu atau dua pengamen saja yang masih menjajajkan suaranya. Sayangnya, plakat yang di pasang justru dijadikan cantolan kandang burung untuk menjemur burung peliharaan milik pedagang kaki lima (PKL). (put/ton/rdrsemarang)

Lihat Juga:   Sekar Nusa Villa, Resort Romantis Berbintang 4 di Nusa Dua, Bali




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan