Update Daftar Tempat Wisata Terfavorit di Myanmar




Kuil Buddha di Pagan, Myanmar (sumber: britannica.com)
Kuil Buddha di Pagan, Myanmar (sumber: britannica.com)

merupakan sebuah negara yang terletak di Asia Tenggara. Wilayah daratan negara ini berbatasan langsung dengan Thailand, laos, China, India, dan Bangladesh. Fakta menarik, nama berasal dari kata ‘Mya’ yang berarti Mutiara atau Zamrud. Nama ini digunakan untuk menggambarkan kondisi Myanmar yang sangat Indah.

Anda tentunya tak akan kehabisan wisata tujuan jika datang ke negeri ini, karena Myanmar memiliki banyak peninggalan sejarah dan tempat wisata religi di balik keindahan alamnya. Meski menjadi salah satu negara di Asia Tenggara, Myanmar agaknya kurang begitu dilirik oleh para wisatawan Indonesia. Hal ini dikarenakan rata-rata para wisatawan justru memilih Singapura atau Malaysia sebagai tempat berlibur. Jika belum terlalu familiar dengan tempat wisata di Myanmar yang menarik, coba lihat daftar berikut yang kiranya bisa menjadi referensi Anda sekalian.

Shwedagon

Shwedagon Pagoda (sumber: mmtimes.com)
Shwedagon Pagoda (sumber: mmtimes.com)

Myanmar memiliki sebuah Pagoda terbesar di dunia yang usianya telah mencapai sekitar 2500 tahun. Bukan hanya usianya, namun lapisan luar dari pagoda ini juga sangat menyedot perhatian. Pagoda mewah ini berselimutkan 8.000 lempeng emas yang ditambah dengan taburan 5.000 berlian. Masih belum cukup? Anda bakal menemukan sedikitnya 2.000 buah mulia yang tertancap pada permukaan pagoda.

Lokasi dari tempat wisata terkenal satu ini adalah di bekas Ibukota Myanmar yang ada di Yangon. Pagoda ini menarik perhatian banyak wisatawan dengan kilau memesona pada bagian stupanya. Para pengunjung saat berkunjung ke pagoda ini maka secara otomatis akan disambut oleh stupa terbuat dari emas tersebut.

Sebagai bekas ibukota, Yangon dikenal sebagai kota yang identik dengan kehidupan komersil, namun justru dengan adanya pagoda yang menjadi situs Buddha di Myanmar menunjukkan bahwa Myanmar masih menjaga kehidupan budaya dan agamanya. Sesampainya di tempat ini, pengunjung akan merasakan ketenangan karena atmosfer khusuk yang diberikan oleh interior pagoda ini.

Pengunjung dikenakan masuk $8 atau sekitar Rp107 ribu untuk dapat masuk dan melihat interior pagoda ini. Bagi Anda yang berminat untuk berkunjung ke sini, disarankan untuk membawa kacamata supaya tidak terkena silaunya marmer dan emas putih dari stupa pagoda ini.

Mingun Bell

Mingun Bell (sumber: secret-retreats.com)
Mingun Bell (sumber: secret-retreats.com)

Di dalam area Shwedagon Pagoda terdapat sebuah lonceng berukuran raksasa yang juga dianggap sebagai lonceng terbesar di dunia. Lonceng ini memiliki ukuran setinggi 3,7 meter dengan bobot mencapai 90 ton. Mingun Bell kabarnya menyimpan cerita tragis, di mana si pembuat lonceng dieksekusi mati setelah selesai membuat lonceng tersebut. Tujuannya, agar tidak tercipta lonceng tandingan di dunia. Cerita ini menjadi daya tarik tambahan untuk menarik para turis agar datang berkunjung ke Mingun Bell.

Bodhi Tataung Monywa

Bodhi Tataung Monywa (sumber: Pinterest)
Bodhi Tataung Monywa (sumber: Pinterest)

Sudah cukup dengan hal-hal ‘terbesar’ dunia yang ada di Myanmar? Masih ada satu lagi yang dinobatkan sebagai yang ‘ter-‘ di Myanmar yakni patung Bodhi Tataung Monywa. Meski bukan yang paling tinggi, ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi ke-2 di dunia. Patung ini terletak tepat di atas bukit dengan tinggi mencapai 129 meter dari puncak bukit tersebut. Di sekitarnya terdapat identik yang jumlahnya ribuan, duduk berbaris dengan ukuran yang lebih kecil. Dari atas bukit, Anda bisa turut merasakan suasana hening di tengah panorama alam yang indah.

Lihat Juga:   Pantai Embe, Pantai dengan Pemandangan Indah & Fasilitas Lengkap di Kalianda

Pantai Ngapali Rakhine

Pantai Ngapali Rakhine
Pantai Ngapali Rakhine

Di Myanmar terdapat sebuah pantai yang membentang luas dan menjadi lokasi tujuan wisata utama. Pantai tersebut adalah ‘Ngapali Rakhine’ yang memiliki hamparan pasir putih nan luas dan dikelilingi pepohonan. Bagi Anda yang berkeinginan untuk merasakan nuansa romantis di tepi pantai, datanglah ke pantai ini.

Wisata pantai yang asyik dan akan membuat para wisatawan tidak akan pernah bosan adalah Pantai Ngapali yang memiliki garis pantai yang terbentang dengan panjang sekitar 3 kilometer. Terletak di Distrik Rakhine State, di hadapan pantai ini para wisatawan akan dapat melihat lautan yang ombaknya tenang dengan warna laut biru agak hijau. Itulah lokasi yang dinamakan Teluk Bengal yang juga bisa dijelajahi sekalian saat datang ke Pantai Ngapali.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di pantai ini begitu juga di area sekitarnya, seperti berjemur, berjalan-jalan mengelilingi pantai, berperahu kayu untuk mengarungi perairan bersama dengan para nelayan lokal yang terkadang dapat menjadi pemandu. Jika berminat, para nelayan lokal akan membawa Anda untuk menjelajahi pulau-pulau kecil yang ada di Teluk Bengal di seberang Pantai Ngapali. Pengunjung hanya perlu membayar sebesar $5 atau sekitar Rp67 ribu untuk bisa menikmati pantai dengan sejuta pesona ini.

Reruntuhan Mrauk U

Reruntuhan Mrauk U (sumber: okmyanmartravels.com)
Reruntuhan Mrauk U (sumber: okmyanmartravels.com)

Jika berkesempatan untuk ke Myanmar, jangan lupa untuk datang ke Mrauk U, terutama bagi para wisatawan yang sangat suka dengan wisata sejarah. Mrauk U sendiri merupakan sebuah situs peradaban kuno di mana ada kuil dan pagoda sejumlah 700 bangunan yang menjadi latar belakang kehidupan para penggembala kambing dan petani di desa.

Konon katanya, kuil-kuil yang pernah berdiri di tempat ini ada lebih dari 6 ribu lebih, namun kejatuhan dinasti serta kondisi kerasnya cuaca yang ada menjadikan Kerajaan Rakhine runtuh. Pengunjung diketahui dikenakan biaya sebesar $3 atau sekitar Rp54 ribu untuk dapat masuk dan menikmati semua yang ada di lokasi wisata ini.

Danau Inle

Danau Inle (sumber: whatsdavedoing.com)
Danau Inle (sumber: whatsdavedoing.com)

Para wisatawan yang suka dengan wisata alam seperti wisata danau, Danau Inle yang ada di Myanmar boleh menjadi salah satu destinasi yang tidak terlewat. Jika ingin mengunjungi Danau Inle, datanglah khususnya pada bulan Oktober dan September karena pada dua bulan tersebutlah ada Festival Hpaung Daw U atau festival agama Buddha. Yang menjadi sorotan dari festival ini adalah balapan dayuk kaki serta parade kapal tongkang emas kerajaan. Selain itu, perairan ini dikenal sebagai area penangkapan ikan yang menjadi mata pencaharian utama warga sekitar. Uniknya, para nelayan mendayung perahu mereka dengan kaki yang digunakan sebagai pengayuh saat menangkap ikan. Pengunjung dikenakan biaya masuk $10 atau sekitar Rp134 ribu untuk bisa masuk ke area danau.

Lihat Juga:   Tips Wisata Hemat ke Vietnam Ala Backpacker

Kyaiktiyo Pagoda atau Golden Rock Pagoda

Kyaiktiyo Pagoda atau Golden Rock Pagoda (sumber: hotels-myanmar.com)
Kyaiktiyo Pagoda atau Golden Rock Pagoda (sumber: hotels-myanmar.com)

Di Burma, ada sebuah pagoda yang menarik untuk disambangi oleh para wisatawan, yakni Kyaiktiyo Pagoda atau yang juga lebih dikenal dengan Golden Rock Pagoda. Obyek wisata satu ini konon bertengger di atas sehelai rambut Buddha. Keunikannya tentu dapat dilihat, yakni keseimbangannya yang sama dengan melawan gravitasi.

Karena berada di puncak Kyaiktiyo, maka pagoda ini diberi nama yang sesuai dengan nama tersebut. Jika ingin berwisata ziarah, situs ini adalah yang paling penting di peringkat ke-3 Buddha se-Burma. Pengunjung dikenakan biaya sebesar $6 atau sekitar Rp80 ribu untuk bisa mengunjungi situs ini.

Jembatan U Bein

Jembatan U Bein (sumber: globemad.com)
Jembatan U Bein (sumber: globemad.com)

Spot menarik yang juga bisa dimasukkan ke dalam daftar destinasi wisata adalah Jembatan U Bein yang disarankan untuk dikunjungi pada sore hari. Struktur jembatan dengan kayu jatinya memang terbilang populer. Didirikan di pertengahan tahun 1800-an, Jembatan U Bein ini memiliki panjang sekitar 1.200 meter yang terbentang di Danau Taungthaman. Itulah alasan mengapa jembatan kayu jati paling panjang dan paling tua di dunia menjadi sebutan bagi jembatan ini.

Pada masa tersebut, walikota U Bein-lah yang mendirikan jembatan ini ketika Ibukota Myanmar dipindahkan ke Mandalay oleh Raja Mindon. Pembangunannya pun hanya menggunakan kayu jati yang merupakan sisa bahan pembangunan istana dan kuil-kuil tua. Awalnya, ada 1.000 pilar lebih yang digunakan untuk mendirikan jembatan ini, namun setelah waktu berlalu, beton lah yang akhirnya menggantikan sejumlah pilar untuk membuat struktur makin kuat. Ada perahu yang bisa disewa di sana untuk menemani Anda berkeliling danau sampai terbenamnya matahari.

Desa Indein

Desa Indein (sumber: exploringed.com)
Desa Indein (sumber: exploringed.com)

Satu lagi tempat wisata yang akan membuat para pengunjung puas adalah Desa Indein yang dipenuhi dengan bangunan pagoda tua beserta hutan bambu. Kedua hal tersebut menjadi daya tarik dari desa ini. Jangan kira di desa dengan bangunan tua dan hutan maka tidak akan ditemukan penjaja makanan atau souvenir. Ada sejumlah rumah makan yang layak untuk dikunjungi untuk memuaskan hasrat wisata kuliner Anda. Bagi yang mencari oleh-oleh pun juga ada beberapa toko di sana yang mudah ditemui.

Apakah sekarang Anda menjadi lebih tertarik untuk liburan di Myanmar setelah menyimak sejumlah tempat wisata di Myanmar? Myanmar termasuk negara di Asia Tenggara yang dapat dikunjungi tanpa visa, jadi silahkan menyusun rencana sekarang juga untuk segera terbang ke negara penuh pesona ini.

[Update: Zulfa]




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan