Status Gunung Kerinci Saat Ini yang Perlu Diwaspadai




Gunung Kerinci (sumber: bukalapak.com)
Gunung Kerinci (sumber: bukalapak.com)

Gunung Kerinci memiliki banyak sekali nama, seperti Berapi Kurinci, Gunung Gedang, Kerinchi, Korinci, dan Indrapura. Gunung Kerinci memiliki status sebagai gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan tertinggi di Indonesia di luar Papua. Secara geografis, Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, tepatnya di Pegunungan Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang, Provinsi Barat.

Sedangkan untuk puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Jika Anda melakukan ke puncak Gunung Kerinci, Anda dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan . Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas.

Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau, saat menjelang pagi tempat ini menjadi salah satu destinasi para untuk mengambil gambar. Di sebelah timur terdapat Danau Bento yang menjadi salah satu juga bagi para pendaki maupun . Danau Bento sendiri merupakan sebuah rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Lalu di bagian belakang Gunung Kerinci terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh.

Selain keindahan dari Gunung Kerinci, perlu Anda ketahui bahwa Gunung Kerinci merupakan salah satu jenis gunung berapi bertipe stratovolcano. Gunung kerinci juga merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia hingga saat ini. Adapun catatan di mana Gunung Kerinci terakhir kali meletus pada 2009 lalu dan sebuah kabar mengejutkan tampaknya datang di tahun ini.

Status Gunung Kerinci Waspada (II)

Dilansir dari CNN Indonesia bahwa Gunung Kerinci, Gunung yang terletak di Jambi tampaknya tercatat mengalami pada Rabu, 31 Juni 2019 pada pukul 12.48 WIB. Adapun tinggi kolom abu yaitu sekitar 800 m di atas puncak gunung Kerinci. Ini telah dicatat oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.

Lihat Juga:   Pesona dan Harga Tiket Masuk Pantai Alau Alau Kalianda
Erupsi Gunung Kerinci Juli 2019 lalu (sumber: milenia.id)
Erupsi Gunung Kerinci Juli 2019 lalu (sumber: milenia.id)

Selain mencatat tinggi kolom abu erupsi, Badan Geologi setempat juga mengungkapkan bahwa kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut dan timur. Dan dengan bukti tersebut, dapat dikatakan bahwa status Gunung Kerinci saat ini telah memasuki status waspada tingkat II.

Selain memberitahukan status Gunung Kerinci saat ini, Badan Geologi juga mengimbau kepada masyarakat setempat dan para wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendaki maupun beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif yang berada di puncak Gunung Kerinci. Dan untuk jalur penerbangan sementara akan ditutup demi keselamatan penumpang maupun awak pesawat. Hal ini juga dikhawatirkan bahwa sewaktu-waktu letusan abu Gunung Kerinci memiliki potensi besar dapat mengganggu jalur penerbangan pada ketinggian mulai dari 800 m dari permukaan laut. Sehingga dapat menimbulkan kecelakaan pesawat. Namun tampaknya peringatan dari Badan Geologi masih tidak dihiraukan warga sekitar, banyak sekali warga masih beraktivitas seperti biasanya.

Beberapa saat sebelum erupsi terjadi, sempat terjadi sebuah peristiwa mengejutkan yang jarang terjadi. Tampaknya Gunung Kerinci diguyur hujan es sebesar kelereng, ini membuat banyak sekali pendaki harus beristirahat dan mencari tempat berlindung terlebih dahulu. Jika pendakian terus dilanjutkan maka hujan es sebesar kelereng tersebut dapat melukai kepala, hal ini disampaikan oleh seorang pendaki Gunung Kerinci.

Perlu Anda ketahui ada beberapa tingkatan di mana status Gunung Kerinci perlu diwaspadai dimulai dari tingkat status normal hingga tingkat paling riskan, yaitu tingkat status awas. Pada status awas, Gunung Kerinci telah memasuki status paling berbahaya dalam sistem peringatan aktivitas vulkanik gunung api di Indonesia. Ada 4 tingkatan status di mana masing-masing menandakan kondisi dan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci.

Lihat Juga:   Villa Cemara Suropati, Akomodasi di Batu Kapasitas 30 Orang Harga Rp1 Jutaan

Tingkatan Status Gunung Kerinci dari Normal Hingga Awas

Cuaca buruk sebagai dampak aktivitas Gunung Kerinci bulan Mei 2019 (sumber: kerincipost.com)
Cuaca buruk sebagai dampak aktivitas Gunung Kerinci bulan Mei 2019 (sumber: kerincipost.com)
  1. Aktif Normal. Pada status pertama Gunung Kerinci ini dapat diartikan Gunung Kerinci yang diamati tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik. Ini berarti tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu, namun status ini juga perlu diwaspadai karena dapat berubah sewaktu-waktu.
  2. Waspada. Pada status ini, Gunung Kerinci mulai menunjukkan peningkatan aktivitas seismik. Tidak hanya itu, Gunung Kerinci juga mulai menampakkan kejadian vulkanik dan terdapat perubahan visual di sekitar kawah. Adapun gangguan magmatik yang terjadi seperti, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.
  3. Siaga. Status waspada dapat berubah dan meningkat menjadi siaga dengan ditandai adanya peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya. Dan terlihat jelas perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah. Berdasarkan analisis data observasi, kondisi itu juga diikuti dengan letusan utama yang menjadi penanda perubahan status Gunung Kerinci. Lalu, jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, ada kemungkinan erupsi besar yang dapat terjadi dalam kurun dua pekan.
  4. Awas. Status terakhir dimana Gunung Kerinci benar-benar harus diwaspadai dan segera dilakukan evakuasi yaitu status awas. Ketika Gunung Kerinci sudah memasuki status awas, maka Gunung Kerinci akan mengalami erupsi yang merujuk pada letusan utama dan dilanjutkan dengan letusan awal. Tidak hanya itu tetapi juga diikuti oleh semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar dan pada kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun 24 jam.

Itulah sementara mengenai status Gunung Kerinci, waspadai status Gunung Kerinci saat ini karena dapat berubah sewaktu-waktu dan sangat berpotensi untuk meletus.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan