Deretan Tempat Wisata Unik & Menarik yang Bisa Dikunjungi Dekat Stasiun Malang




Alun-Alun Tugu Malang - www.tripadvisor.ie
Alun-Alun Tugu Malang - www.tripadvisor.ie

Bepergian ke Malang memang paling asyik jika dilakukan dengan naik kereta api. Selain karena ongkosnya yang lebih ekonomis, Anda bisa menikmati banyak pemandangan memanjakan mata di sepanjang perjalanan. Uniknya lagi, di dekat Stasiun Malang Kota Baru juga banyak murah-meriah maupun kuliner yang bisa Anda tuju setelah menginjakkan di Kota Malang. Penasaran? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Trunojoyo

Bagi Anda yang baru saja turun dari kereta api, ada salah satu tempat wisata yang lokasinya terdekat dari Stasiun Malang Kota Baru, yaitu Taman Trunojoyo. Jarak Taman Trunojoyo dari Stasiun Kota Baru hanya sekitar 100 meter, sehingga Anda cukup berjalan menyeberang sekitar 5 menit saja dari stasiun.

Di Taman Trunojoyo ini Anda bisa menikmati beberapa yang disediakan setelah melalui perjalanan panjang, antara lain kantin untuk mengisi perut, toilet, tempat duduk di tengah pepohonan yang cukup rimbun dan taman yang begitu asri, hingga perpustakaan untuk Anda yang senang membaca.

Apabila Anda membawa anak kecil, Anda juga tak perlu khawatir. Pasalnya di Taman Trunojoyo juga terdapat playground alias taman bermain yang menyediakan beberapa permainan klasik seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan sebagainya. Namun jangan kaget jika saat weekend biasanya taman ini akan ramai dengan pengunjung, pasalnya Taman Trunojoyo adalah salah satu objek wisata gratis yang cukup disukai oleh warga Malang untuk piknik atau sekadar bersantai bersama keluarga.

Taman Trunojoyo - dolandolen.com
Taman Trunojoyo – dolandolen.com

Museum Malang Tempo Doeloe

Tempat wisata berikutnya yang berlokasi dekat Stasiun Kota Baru adalah Museum Malang Tempo Doeloe. Jaraknya dari stasiun tidak terlalu jauh kok, hanya sekitar 400 meter saja, tepatnya di Jalan Gajahmada (di belakang Balai Kota Malang). Untuk masuk ke Museum Malang Tempo Doeloe, Anda dikenai tiket seharga Rp 25 ribuan per orang.

Dalam Museum Malang Tempo Doeloe Anda bisa menyaksikan langsung benda-benda peninggalan sejarah yang ada di Kota Malang. Objek wisata ini cocok bagi Anda yang ingin bernostalgia sekaligus menikmati wisata edukasi. Museum Malang Tempo Doeloe buka mulai jam 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Lihat Juga:   Update Harga Tiket Masuk dan Paket Murah Taman Wisata Matahari
Museum Malang Tempo Doeloe - www.jejakpiknik.com
Museum Malang Tempo Doeloe – www.jejakpiknik.com

Alun-Alun Tugu Malang

Berjalan sedikit agak jauh dari Taman Trunojoyo juga ada tempat menarik yang bisa Anda kunjungi sejenak, yakni Alun-Alun Tugu Malang. Dari Alun-Alun Tugu Malang ini Anda bisa menikmati 2 spot cantik dan ikonik sekaligus, yakni Alun-Alun Tugu itu sendiri dan tentunya Balai Kota Malang yang tepat ada di seberangnya.

Di Tugu terdapat kolam teratai besar yang kerap dijadikan spot bagi warga Malang sekaligus pelancong untuk berfoto-foto ria. Selain itu, di Tugu Anda bisa menikmati hamparan taman bunga yang cantik dengan air mancur yang terlihat begitu indah saat malam hari sambil duduk-duduk santai di bangku taman yang sudah disediakan di Tugu.

Untuk mencapai Alun-Alun Tugu tidak terlalu jauh. Dari Taman Trunojoyo Anda tinggal berjalan kaki saja mengikuti trotoar, kemudian nanti akan melihat sebuah bundaran Tugu yang begitu megah dari kejauhan. Kabar baiknya, untuk masuk Alun-Alun Tugu Malang tidak perlu bayar sepeser pun kok, alias gratis!

Alun-Alun Tugu Malang - www.tripadvisor.ie
Alun-Alun Tugu Malang – www.tripadvisor.ie

Taman Rekreasi Kota (Tarekot)

Tempat wisata satu ini memang tidak terlalu ramai. Namun setidaknya Tarekot bisa Anda jadikan alternatif untuk berjalan-jalan ketika baru saja menginjakkan kaki di Kota Malang. Terlebih karena lokasinya pun cukup dekat dengan Stasiun Kota Baru, tepatnya di Jalan Simpang Majapahit No. 1, atau di area belakang Balai Kota Malang.

Di Taman Rekreasi Kota terdapat fasilitas berupa , taman bermain, dan beberapa kandang yang berisi satwa berupa burung-burung khas Indonesia, dan sebagainya. Tarekot juga menyuguhkan pemandangan taman yang cukup asri dan tertata. Bahkan di sana juga ada beberapa warung yang menjajakan makanan untuk mengganjal perut.

Lihat Juga:   Villa Reyhan Batu, Akomodasi Terjangkau Cocok untuk Rombongan 6 Orang

Pasar Bunga

Berikutnya ada Pasar Bunga Splendid. Pasar bunga satu ini bisa menjadi tempat untuk cuci mata sekaligus berbelanja aneka tanaman hias. Pasar legendaris ini menjual berbagai jenis bunga dan tanaman hias dengan bervariasi. Jaraknya hanya berselang beberapa meter saja dari Tarekot.

Jika dari Stasiun Kota Baru, Anda bisa berjalan kaki saja atau naik angkutan umum (angkot) apabila terlalu lelah berjalan kaki. Selain menjadi spot untuk berfoto-foto, Pasar Bunga Splendid juga bisa jadi alternatif untuk berbelanja tanaman hias sebelum kembali ke kota asal Anda.

Pasar Burung

Bersebelahan dengan Pasar Bunga Splendid, Pasar Burung bisa menjadi ‘surga’ bagi Anda pecinta burung maupun ikan hias. Sebenarnya di Pasar Burung bukan hanya menjual burung dan ikan hias saja, masih banyak -binatang peliharaan lain yang dijual di sana, mulai dari kelinci, kucing, dan sebagainya. Menariknya, di Pasar Burung juga disediakan kandang maupun pakan. Tak heran jika Pasar Burung menjadi ‘one stop shopping’ bagi pecinta hewan peliharaan di Malang.

Kampung Warna-Warni Jodipan

Nah, tempat satu ini termasuk objek wisata yang cukup nge-hits di Kota Malang dan lokasinya pun tidak terlalu jauh dari stasiun. Kampung Warna-Warni Jodipan sering dijadikan spot foto yang Instagramable oleh anak-anak muda di Kota Malang. Berawal dari perkampungan tepi sungai yang kumuh, kampung ini disulap jadi kampung warna-warni yang begitu mencuri perhatian. Lokasinya tepat di dekat Jembatan Brantas.

Masih satu rangkaian dengan Kampung Warna-Warni Jodipan, Anda juga bisa mampir ke Kampung Biru, Kampung Tridi yang berhiaskan sejumlah gambar 3 dimensi (3D) yang unik, dan Jembatan Kaca yang membentang sepanjang 25 meter mirip dengan jembatan kaca di Zhangjiajie, China.




Tentang Dian Kartika1112 Articles
Solo traveler. Menyukai akomodasi murah, tapi tidak anti dengan yang mahal.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan