Vila KM Paliat, Kapal yang Terdampar di Tretes

Vila, kapal, paliat, tretes, pegunungan, omah, hen menaro, the pek siong, pelayaran, villa, surabaya,

Saat menjelajah ke kawasan , yang kemudian melewati Jalan Batok dan Jalan Raung, maka Anda pasti akan bertemu sebuah bangunan unik berbentuk kapal lengkap dengan kemudi, cerobong asap, lampu dan sebagainya. Dengan bentuk yang mirip dengan bangunan berbentuk kapal ini, sehingga apabila dilihat sepintas seolah-olah sebuah kapal yang terdampar di pegunungan. Warga sekitar menyebut bangunan ini Kapal atau Omah Kapal. lengkapnya sebenarnya adalah Villa Kapal Paliat, sama seperti yang tertulis di badan kapal.

Omah Kapal atau Vila Kapal Paliat adalah milik pengusaha pelayaran Meratus dari , bernama Hen Menaro. Awalnya, kapal ini bernama The Pek Siong, seperti yang tertulis pada prasasti yang ada di sana. Ini adalah kapal pertama yang dimiliki oleh sang pemilik pada saat merintis usaha pelayaran. The Pek Siong pernah dipakai bertempur melawan Belanda, sehingga memiliki nilai .

Pada suatu waktu, Hen Menaro membelinya dan menggantinya dengan nama Kapal Motor Meratus. Pada saat KM Paliat sudah berumur sangat tua dan tidak layak pakai, akhirnya sang pemilik memutuskan untuk membuat monumen kapal untuk mengenang betapa beratnya perjuangan beliau dalam merintis usaha pelayaran.

Vila, kapal, paliat, tretes, pegunungan, omah, hen menaro, the pek siong, pelayaran, villa, surabaya,

Vila KM Paliat (kimtamanwisatatretes.blogspot.com)

Sejak era Hindia Belanda, kawasan pegunungan di Kabupaten memang sudah dikenal sebagai tempat istirahat orang-orang Surabaya. Hawa sejuk, udara bersih, pepohonan hijau, menjadi daya pikat tersendiri. Karena itu, banyak tempat peristirahatan seperti villa bermunculan di Tretes. Dan Villa Kapal Paliat yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Azwar Anas, pada tahun 1990 ini dianggap sebagai salah satu villa yang paling unik.

Lihat Juga:   Losmen Sweet Home Jogja, Penginapan Murah & Layak Inap Dekat Malioboro

Sebuah guyonan ala masyarakat Surabaya yang menyebutkan ‘Kapal apa yang terdampar di Tretes?’ Jawabnya, tentu saja replika KM Paliat yang didesain persis aslinya. Sejumlah peralatan kapal macam kemudi, lampu, cerobong asap, dan , asli milik KM Paliat. Sedangkan bodinya dibuat dari semen.

Pada tahun 90-an, vila ini sangat ramai dikunjungi oleh turis asing yang menyukai bangunan antik dan kuno, serta banyak dari masyarakat asal Surabaya. Menurut salah seorang penjaga, Villa Paliat sejak dulu hanya menerima rombongan, bukan tamu individual seperti vila-vila biasa. Sebab, sang pemilik tidak ingin villa ini dipakai untuk urusan yang tidak senonoh dan melanggar kesusilaan.

Lihat Juga:   Penginapan Menarik dan Recommended di Kelimutu, Flores

Rombongan aktivis gereja pun kerap menggunakan vila ini untuk retret, rapat, atau aneka kegiatan rohani lainnya. Sebab, pada bagian tengah ‘kapal’, terdapat aula yang luasnya seperti berbintang. Pada saat itu, setiap bulan rombongan turis sebanyak 20 hingga 50 orang datang menikmati Vila Kapal.

Namun, sejak tahun 2000-an, kondisi vila ini sudah tidak terurus. Badan kapal terlihat keropos, ditumbuhi lumut dan rumput liar. Hal ini dikarenakan perawatan yang terbatas. Pengunjung vila ini pun menurun drastis, bahkan sudah tidak ada lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>