Tempat (Spot) Terbaik Melihat Milky Way di Gunung Bromo




MilkyWay di tengah malam puncak Bromo
MilkyWay di tengah malam puncak Bromo - foto by @pupamadera

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan . Ini adalah satu objek wisata unggulan Provinsi Jawa Timur. Ada banyak keajaiban yang ditawarkan gunung tersebut, salah satunya “Milky Way”. Untuk bisa menyaksikan fenomena langka ini, beberapa terbaik yang bisa digunakan adalah Penanjakan 1, Penanjakan 2, King Kong, dan Cinta.

Sekilas Tentang Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang berlokasi di Provinsi Jawa Timur. Gunung ini terletak di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten . Bisa dibilang, Gunung Bromo adalah destinasi wisata alam paling di provinsi paling timur Pulau Jawa.

Gunung yang memiliki nama berasal dari bahasa Sanskerta, Brahma, ini menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Meski tidak terlalu tinggi (2.329 meter dari permukaan laut), namun gunung yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah 800 meter (utara-selatan) dan 600 meter (timur-barat), dengan daerah bahaya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

MilkyWay di tengah malam puncak Bromo
MilkyWay di tengah malam puncak Bromo – foto by @pupamadera

Bagi penduduk di sekitar Gunung Bromo, atau suku Tengger, gunung ini dipercaya sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali, masyarakat Tengger rutin mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 dan 15 di bulan kesepuluh (Kasodo) menurut kalender Jawa.

Ada beberapa objek wisata alam yang ditawarkan di kawasan Gunung Bromo. Objek wisata alam yang pertama adalah kawah Gunung Bromo. Untuk bisa sampai ke kawah ini, perlu melintasi padang pasir dengan luas 1,5 km dan menaiki anak tangga yang jumlahnya sekitar 250 anak tangga. Menurut legenda yang beredar, kawah Gunung Bromo berasal dari letusan Gunung Tengger.

Lihat Juga:   Info Lengkap Tarif & Fasilitas Panderman View Villa Batu

Selain itu, ada juga Pasir Berbisik, yang merupakan hamparan lautan padang pasir hitam yang luas dan indah. Pasir Berbisik ini berada di sekitar kaldera Gunung Bromo, tepat di bagian timur kawasan wisata Gunung Bromo. Tempat ini semakin populer setelah digunakan sebagai syuting film berjudul “Pasir Berbisik” yang dibintangi Dian Sastrowardoyo.

Selain pasir, Gunung Bromo juga memiliki lahan padang savana yang terkenal dengan sebutan Bukit Teletubbies. Padang savana Bromo ini dinamakan Bukit Teletubbies karena memiliki kemiripan bentuk dengan setting serial anak-anak, “Teletubbies”, yang pernah populer di televisi. Kemiripan tersebut semakin nyata ketika matahari mulai bersinar dan tampak gradasi bukit yang bertumpuk-tumpuk.

Saat tiba di bukit ini, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam sekitar yang didominasi rerumputan hijau serta bunga kuning sejauh mata memandang. Dengan keindahan alam tersebut, wisatawan yang hendak berkunjung ke Bukit Teletubbies ini hendaknya mempersiapkan kamera di tangan. Pasalnya, momen di Bukit Teletubbies sangat cocok diabadikan, baik dalam bingkai foto maupun dalam bentuk video.

Jika ingin menikmati sunrise atau matahari terbit di Gunung Bromo, spot yang paling populer tentunya Penanjakan. Untuk bisa mencapai Penanjakan Gunung Bromo ini, pelancong dapat menggunakan jasa jeep. Berangkat menuju Penanjakan harus dilakukan pada dini hari, sekitar pukul 02.00-03.00 WIB, dan Anda bisa bermalam di beberapa penginapan jika tidak ingin telat.

Fenomena Milky Way di Gunung Bromo

Selain empat objek wisata tersebut, wisatawan juga bisa menyaksikan fenomena Milky Way di Gunung Bromo. Milky Way, atau di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Bima Sakti, merupakan galaksi spiral yang memiliki 200 sampai 400 miliar bintang dengan diameter 100 ribu tahun cahaya dan ketebalan seribu tahun cahaya. Galaksi Milky Way ini terlihat seperti pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang tersebut adalah kumpulan jutaan bintang yang terletak di bidang galaksi.

Lihat Juga:   Update Jenis Penginapan Populer di Kalangan Wisatawan
Milky Way - wonderopolis.org
Milky Way – wonderopolis.org

Di saat malam yang cerah, Milky Way sebenarnya dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, fenomena ini akan sukar dilihat di kota-kota besar karena banyaknya polusi cahaya dan polusi udara. Karena itu, daerah seperti dataran tinggi dan gunung menjadi spot yang tepat untuk menyaksikan Milky Way, tidak terkecuali di Gunung Bromo.

Seperti disampaikan sebelumnya, ada beberapa tempat atau spot terbaik yang bisa dipilih di Gunung Bromo untuk bisa menyaksikan Milky Way dengan jelas. Wisatawan dapat memilih Penanjakan 1, Penanjakan 2, Bukit King Kong, atau Bukit Cinta untuk menjadi saksi fenomena yang menakjubkan di angkasa tersebut.

Waktu yang tepat untuk menyaksikan fenomena Milky Way adalah pada bulan April hingga September, karena di enam bulan tersebut, Indonesia memasuki musim kemarau sehingga cuaca cenderung cerah. Milky Way paling tepat dan jelas dinikmati pada dini hari, sekitar pukul 01.00 sampai 04.00 WIB, meski terkadang bisa juga dinikmati ketika malam hari, mulai pukul 21.00 WIB.

Fenomena Milky Way di Lokasi Lain

Selain Gunung Bromo, fenomena Milky Way juga bisa Anda saksikan di beberapa objek wisata lain. Salah satu tempat terbaik menyaksikan fenomena ini adalah di Dieng. Dalam dingin yang menyelimut, Anda bisa menyaksikan pesona ribuan bintang dalam bentangan langit di atas Candi Arjuna, Gunung Prau, atau Bukit Sikunir pada pukul 23.00-04.00 WIB.

Sementara, di Jawa Barat, fenomena ini bisa disaksikan di Gunung Gede yang berlokasi di Taman Nasional Gede Pangrango. Untuk melihat Milky Way, pelancong disarankan berkemah di Alun-Alun Surya Kencana yang ditutupi hamparan bunga edelweiss. Sambil berkemah, Anda dapat menikmati langit malam yang dihiasi Milky Way.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan