Nikmati Pengalaman Jadi ‘Kurcaci’ di Rumah Hobbit Pedawa Bali




Rumah, Hobbit, Bali, kubu, pula, destinasi, populer, wisatawan, wanawisata, asing, domestik, keluarga, spot, unik, budaya, kurcaci, Pedawa, desa, Buleleng, utara, kuliner, kopi, gula aren, Ketut Sudi Harta, film, Lord of The Rings, konsep, bahan, alami, kayu, media sosial, instagram, ide, kreatif, rute, lokasi,
Kubu Hobbit Pedawa (instagram: @mipmap.id)

Bali merupakan salah satu di Indonesia yang cukup populer di kalangan domestik maupun asing. cocok dijadikan destinasi berlibur untuk mencari spot-spot menarik atau mempelajari budayanya yang unik. Salah satunya bisa didapatkan dari Rumah Hobbit, yang ada di kawasan Desa Pedawa, Buleleng.

Pembuatan rumah ala bangsa Hobbit di film Lord of The Rings ini sebenarnya tidak sengaja. Ketut Sudi Harta warga setempat awalnya ingin membuat rumah-rumahan untuk menutupi penampungan air bersih yang dikonsumsi sehari-sehari. Ia membuatnya dengan bahan-bahan papan bekas dan kayu-kayu pohon kopi.

Pria asal Dusun Asah, Desa Pedawa Kecamatan Banjar yang kesehariannya berkecimpung sebagai pengolah kopi, ini begitu tertarik dengan keartistikan rumah Hobbit di New Zealand. Ide kreatifnya itu pun ia tuangkan di kebun belakang rumahnya seluas 41 are.

Bersama keponakannya yang juga seorang arsitek, Sudi Harta mulai mewujudkan ide kreatifnya itu dengan merancang rumah Hobbit menggunakan berbagai jenis kayu bekas. Ada papan bekas, kayu kopi hingga bambu yang dirancang sedemikian rupa menyerupai rumah Hobbit (kurcaci). Karena merupakan rumah Hobbit, ukurannya pun tergolong mini, dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan lebar 4 meter.

Papan bekas berbentuk persegi panjang dijadikan dinding, dicat warna coklat tua. Kemudian untuk pintu dan jendela dibuat berbentuk bulat, dicat kuning dan ditambahkan kayu untuk membentuk pola kotak-kotak. Sebagai pemanis, beberapa kursi mini yang terbuat dari kayu sudah disiapkan untuk tempat duduk berselfie. Tak lupa, di depan Kubu Hobbit ditambahkan , lengkap dengan pagar serta kerikil yang menghias halaman.

Rumah, Hobbit, Bali, kubu, pula, destinasi, populer, wisatawan, wanawisata, asing, domestik, keluarga, spot, unik, budaya, kurcaci, Pedawa, desa, Buleleng, utara, kuliner, kopi, gula aren, Ketut Sudi Harta, film, Lord of The Rings, konsep, bahan, alami, kayu, media sosial, instagram, ide, kreatif, rute, lokasi,
Kubu Hobbit Pedawa (instagram: @drabufacts)

Setelah hampir rampung, bangunan rumah-rumahan itu terlihat unik dan mirip rumah Hobbit. Ia kemudian menyempurnakan rumah berukuran 6×4 meter ini selayaknya rumah Hobbit sungguhan. Bermula dari sini rumah ini mulai dipakai foto-foto pemuda setempat lalu diunggah di media sosial. Bermula dari situ banyak yang berkunjung ke Kubu Hobbit untuk berswafoto. Tempat ini kemudian berubah menjadi tempat piknik baru.

Lihat Juga:   Wisata Murah di Sekitar Pantai Anyer - Banten

Terlebih suasana pedesaan yang berada di dataran tinggi cukup tenang, asri dan udaranya sejuk membuat siapa saja betah berlama-lama di sini. Waktu yang berlalu tidak akan terasa, apalagi jika kamu melakukan obrolan yang asyik sambil melihat pemandangan dan taman indah.

Konsep Kubu Hobbit di Buleleng ini, bernuansa alam dengan bahan-bahan alami dari alam seperti kayu dan ranting, dengan rumah mini khas bangsa Hobbit yang berukuran sekitar 6 x 2 meter, menjadi tempat baru di Bali Utara termasuk dengan potensi yang ada seperti ciri khas Desa Pedawa yang unik serta latar belakang sejarahnya, maka desa ini ke depannya akan menjadi destinasi wajib di Kabupaten Buleleng.

Apalagi bagi warga Bali ataupun wisatawan domestik yang sangat menyukai tempat-tempat baru untuk menambah pengalaman, serta mendokumentasikan dalam foto-foto selfie kemudian mengunggah ke media sosial (medsos) maka Kubu Hobbit di Desa Pedawa akan menjadi tujuan wisata yang ideal, sebuah instagramable di Bali.

Kubu Hobbit tidak hanya sekadar tempat untuk berswafoto, pengunjung juga bisa menikmati Kopi Moola, yaitu kopi khas dari perkebunan di Desa Pedawa. Kemudian disajikan dengan tambahan gula aren sebagai pemanis. Bisa dipastikan ada rasa yang khas dan beda dari spot minum kopi lainnya.

Memasaknya pun cukup unik dengan cara tradisional menggunakan kayu bakar, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas. Kopi ini juga sudah tersedia dalam kemasan, sehingga bisa dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang setelah berkunjung.

Lokasi dan Rute ke Kubu Hobbit

Akses jalan di Desa Pedawa (sumber: pedawa-buleleng.desa.id)
Akses jalan di Desa Pedawa (sumber: pedawa-buleleng.desa.id)

Lokasi Kubu Hobbit di desa Pedawa, Kec. Banjar, Kabupaten Buleleng – Bali. Kawasan ini termasuk dalam peta wisata Bali Utara. Untuk menjangkau lokasi ini, tidaklah sulit karena bisa diakses dengan mobil maupun sepeda motor.

Jika acuannya berangkat dari Singaraja, maka terlebih dahulu harus mencari arah ke barat, menuju Desa Banjar dengan jarak sekitar 18 km. Setelah sampai di pertigaan Banjar langsung mencari arah selatan dengan menempuh jarak sepanjang 10 km dengan kondisi jalan hotmix hingga melewati Desa Prampas, Desa Banyuseri dan sampailah di Desa Pedawa, tepatnya di Dusun Asah. Plang Kubu Hobbit pun sudah menanti.

Lihat Juga:   Sensasi Kehangatan Pemandian Air Panas Cangar di Tengah Udara Dingin Kota Batu

Di kawasan Kecamatan Banjar sendiri terdapat sejumlah objek wisata yang cukup populer untuk dikunjungi, seperti Brahmavihara Arama dan air panas Banjar, sedangkan untuk Bali Utara terdapat banyak tempat rekreasi alam lainnya seperti Lovina dengan atraksi lumba-lumba alam bebas dan keberadaan sejumlah air terjun.

Wanawisata Lain di Desa Pedawa

Tradisi Ngenteg Linggih di Desa Pedawa (sumber: dewatanews.com)
Tradisi Ngenteg Linggih di Desa Pedawa (sumber: dewatanews.com)

Jadi mengagendakan jalan-jalan tour ke Bali Utara, selain Pantai Lovina dan air terjun, maka Kubu Hobbit bisa membuat cerita baru dalam liburan anda. mengembangkan tradisi-tradisi di Desa Pedawa juga bekerja sama dengan desa Bali Aga lainnya yang ada di Kecamatan Banjar seperti desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa.

Di Desa Pedawa, selain Anda bisa menemukan Kubu Hobbit juga bisa menemukan barang kerajinan rumahan khas anyaman bambu dan gula aren. Desa Pedawa sudah dikenal sebagai sebuah desa tua atau desa Bali Aga, desa di Bali ini memang cukup spesial memiliki tradisi yang berbeda dibandingkan desa lainya, Desa Pedawa tidak mengenal adanya kasta seperti di Bali pada umumnya, di sini juga setiap rumah keluarga wajib memiliki sanggah (bangunan suci) dari bambu dan itu dilestarikan sampai saat ini. Permainan tradisional yang masih berkembang sampai sekarang adalah Megangsingan (permainan gangsing/gasing).

Kuliner khas Desa Pedawa adalah sate Keladi, tanaman keladi memang memang tumbuh dengan baik di perkebunan warga, sehingga saat ada hajatan sampai sekarang ini sate keladi ini tidak ditinggalkan warga dan sudah menjadi warisan kuliner warisan leluhur. Memang sejumlah desa Bali Aga memiliki budaya dan tradisi unik, tidak hanya di desa Pedawa tetapi salah satunya yang cukup populer adalah Desa Trunyan yang memiliki kebiasaan berbeda dalam pemakaman jasad orang yang telah meninggal.




Be the first to comment

Leave a Reply

Berikan rating*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*