Traveling ke Puncak Mandeh, Pesonanya Mirip Raja Ampat




Puncak Mandeh - www.hipwee.com
Puncak Mandeh - www.hipwee.com

Dalam beberapa tahun terakhir, pamor Raja Ampat sebagai destinasi wisata memang sedang tinggi-tingginya. Banyak yang tertarik untuk berkunjung ke kepulauan yang berada di ujung barat laut Pulau Papua tersebut. Sayangnya, tidak semua bisa liburan ke sana. Selain jarak yang jauh, yang dibutuhkan juga cukup besar. Namun, bagi Anda yang berdomisili di atau sedang rekreasi ke kawasan tersebut, tidak perlu khawatir. Karena, ada Mandeh yang disebut-sebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatera Barat.

Lautan lepas dengan pulau-pulau karang yang tersusun rapi membuat Raja Ampat membius banyak turis, tidak hanya dari dalam negeri, melainkan juga mancanegara. Kepulauan yang berada di Papua ini memang sudah dikenal luas sebagai ‘tambang emas’ bagi para penggemar petualangan. Sementara, bagi para penyelam dalam dan luar Indonesia, Raja Ampat dianggap sebagai surga yang tidak dapat diungkapkan kata-kata.

Tidak hanya itu, Raja Ampat dikatakan sebagai wilayah yang penting di kawasan Segitiga Karang Dunia, sebuah kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati karang tertinggi di dunia, membentang di enam negara, termasuk Indonesia.[1] Menurut data Rapid Ecological Assessment yang dilakukan Conservation International Indonesia dan The Nature Conservancy pada tahun 2001 dan 2002, kawasan ini memiliki sekitar 553 jenis karang.[2]

Keindahan Raja Ampat tidak berhenti di situ. Wilayah gugus kecil di tempat ini juga memiliki kekayaan satwa penyu yang merupakan jenis yang dilindungi, seperti penyu sisik, penyu hijau, dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Ada pula mamalia laut seperti ikan paus dan ikan lumba-lumba, menggoda banyak penyelam untuk mengeksplorasi keindahannya.

Puncak Mandeh - travel.okezone.com
Puncak Mandeh – travel.okezone.com

Sayangnya, tidak mudah untuk menuju kawasan Raja Ampat. Lokasinya yang berada di ujung timur Indonesia, membuat banyak orang, terutama yang tinggal di area barat, kesulitan untuk berekreasi ke wilayah tersebut. yang panjang, belum lagi biaya transportasi serta akomodasi yang lumayan mahal, menjadikan tidak sedikit pelancong yang terpaksa mengurungkan niat mereka.

Nah, untuk mengobati rasa penasaran banyak orang akan keindahan Raja Ampat, sekarang bermunculan miniatur atau tiruan kawasan cantik tersebut. Di Kudus misalnya, ada Bukit Puser Angin yang disebut-sebut punya pesona mirip Raja Ampat. Sementara, di Pacitan, ada Kasip, Malang punya Teluk Asmara, Blitar dengan Peh Pulo-nya, hingga Nusa Tenggara Timur yang menawarkan Tuamese.

Puncak Mandeh

Tidak mau kalah dengan Jawa, Pulau Sumatera juga memiliki beberapa spot liburan yang dikatakan punya pemandangan yang mirip dengan Raja Ampat. Lampung misalnya, yang mengandalkan Pulau Wayang serta Riau yang menonjolkan Ulu Kasok di kawasan Kabupaten Kampar. Sang tetangga, Sumatera Barat, juga memiliki objek wisata keren sejenis bernama Puncak Mandeh.

Lihat Juga:   Rekomendasi Homestay Murah & Nyaman di Anyer

Kawasan Mandeh sendiri berlokasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang memang telah menjadi kawasan ekowisata bahari dan ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Terpadu Indonesia sejak tahun 2015 lalu. Penetapan status tersebut merujuk pada kunjungan pelancong yang mengalami peningkatan pesat, terutama pada tahun 2013 dan 2014, hingga mencapai angka 80 persen untuk wisatawan domestik dan 5 persen untuk turis asing.[3]

Untuk wisatawan yang tertarik berkunjung ke tempat ini, disarankan untuk melalui jalur Carocok Tarusan daripada lewat jalur Sungai Pisang, Padang, karena dinilai lebih aman. Akses jalan dari Carocok Tarusan menuju Mandeh saat ini sudah sangat bagus. Sementara, apabila melalui jalur Sungai Pisang, turis perlu melewati dua tanjakan dan turunan panjang yang sangat ekstrem.

Puncak Mandeh - www.idntimes.com
Puncak Mandeh – www.idntimes.com

Jalan dari Padang ke Mandeh sepanjang 41,8 kilometer memang sudah sangat baik dan mulus, mempersingkat waktu perjalanan menjadi cuma satu jam berkendara. Namun, kondisinya relatif sempit dan banyak belokan, turunan, serta tanjakan. Selain itu, rambu dan marka jalan di lokasi juga belum terpasang maksimal, sehingga pengendara harus tetap berhati-hati, terutama pada beberapa titik dengan belokan tajam.

Setibanya di Mandeh, tepatnya di Pelabuhan Carocok Tarusan, wisatawan masih harus menyeberangi teluk. Turis bisa menyewa kapal motor dan membayar tarif yang telah ditentukan. Namun, sewa kapal motor ini tergolong mahal sehingga disarankan mengajak rombongan lain untuk naik bersama. Alternatif kedua, bisa membeli paket wisata Mandeh yang biasanya lebih hemat. Ketiga, wisatawan bisa memanfaatkan kapal antar-pulau yang kerap digunakan masyarakat dengan yang relatif murah.

Pemandangan Puncak Mandeh

Lalu, apa yang spesial dari Puncak Mandeh sehingga disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatera Barat? Kawasan Mandeh adalah perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk yang dihiasi dengan gugusan pulau kecil di tengah Teluk Carocok Tarusan. Saat berada di Puncak Mandeh, Anda bisa melihat gugusan pulau yang cantik, yaitu Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Sironjong Besar dan Kecil, serta Pulau Cubadak. Di bagian selatan, terdapat tanjung meliuk yang terlihat seperti danau dengan riak-riak kecil. Sementara itu, Pulau Pagang, Pulau Bintangor, Pulau Ular, dan Pulau Marak menghampar di sisi utara.

Ada banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan saat berwisata ke wilayah ini. Jika Anda suka menantang adrenalin, Anda bisa melakukan cliff jump di Pulau Sironjong Kecil. Sebelumnya, Anda diharuskan memanjat tebing di pulau, dengan bantuan tali tambang yang telah terikat kuat di atas. Di lokasi ini, juga sudah tersedia anak tangga menuju tebing untuk melompat dari ketinggian 5 hingga 20 meter.

Lihat Juga:   Tarif, Alamat, dan Fasilitas Homestay Nisa di Kota Batu

Sementara, untuk mereka yang doyan menyelam, kegiatan diving dan snorkeling di Puncak Mandeh tentu tidak boleh dilewatkan. Ada banyak spot snorkeling dan diving yang dapat dipilih, semuanya menawarkan panorama yang elok. Beberapa spot tersebut antara lain sekitar Pulau Cubadak, sekitar Pulau Sironjong, hingga sekitar Pulau Setan. Mau yang lebih keren? Bisa menyelam di Laman Mandeh karena di dalamnya terdapat bangkai kargo kapal Belanda, MV Boelongan Nederland, yang konon tenggelam tahun 1942.

Masih seputar air, Anda pun bisa melakukan berbagai olahraga air lainnya, seperti jet ski, donut boat, dan banana boat. Sayangnya, aktivitas ini hanya dapat dinikmati pada akhir pekan. Sementara, apabila Anda kebetulan menginap di cottage atau berkemah hingga keesokan harinya, Anda dapat memesan paket wisata memancing di tengah laut Teluk Carocok Tarusan pada malam hari.

Puncak Mandeh - www.hipwee.com
Puncak Mandeh – www.hipwee.com

Penginapan Dekat Puncak Mandeh

Nama PenginapanAlamat dan Jarak ke LokasiTarif per Malam
Ghinaa Penginapan 4Simpang Ampang Pulau, Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (3,07 km)Mulai Rp300.000
Ghinaa Penginapan 1Simpang Ampang Pulau, Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (3,09 km)Mulai Rp300.000
Nyalo Beach CottageNagari Sungai Nyalo, Kabupaten Pesisir Selatan (7,61 km)Mulai Rp1.250.000
Giszella Jalan Raya Padang Painan, Pasar Baru, Bayang, Pesisir Selatan (11,79 km)Mulai Rp450.000
Langkisau Resort Hotel & Restaurant Jalan Baru Pantai Salido KM 0,8, Salido, IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (18,83 km)Mulai Rp425.000
Doria Homestay Pantai CarocokJalan Tentara Pelajar, Pantai Carocok, Painan, Pesisir Selatan (19,27 km)Mulai Rp300.000
Penginapan Pulau CingkuakJl. Trikora No. 15A, Painan Selatan, Kec. IV Jurai, Kab. Pesisir Selatan (19,80 km)Mulai Rp193.000

Harga sewa penginapan-penginapan di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk sejumlah situs online. Perlu diketahui bahwa biaya sewa akomodasi-akomodasi tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih detail, bisa langsung menuju lokasi tempat inap yang bersangkutan.

[1] Hutauruk, Amelia. 2017. Pengaruh Kunjungan Wisatawan Asing terhadap Ekonomi Pariwisata Indonesia. JOM FISIP Universitas Riau, Vol. 4(2): 1-14.

[2] Veron, J. E. M, et al. 2009. Delineating the Coral Triangle. Journal of Coral Reef Studies Vol. 11: 91-100

[3] Fuadi, Kelly, Dessy Yoswaty, Thamrin. Kajian Potensi Ekowisata Bahari Kenagarian Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. JOM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Vol. 3(2).




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan