Inilah 10 Bandara Terkecil di Indonesia




Bandara Rokot - m.harian88.com
Bandara Rokot - m.harian88.com

Indonesia memiliki banyak bandar udara yang tersebar di setiap provinsi. Selain -bandara internasional yang melayani penerbangan ke luar negeri atau pangkalan udara militer, di Indonesia juga ada 10 bandara terkecil yang melayani rute-rute domestik. Berikut ulasan lengkapnya.

Bandara Rokot

Bandar Udara Rokot merupakan bandara perintis di Desa Rokot, Kecamatan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Hingga tahun 2011, hanya berbadan kecil seperti Cassa saja yang bisa mendarat di Bandara Rokot. Pesawat jenis Cassa hanya mampu mengangkut sekitar 15 orang.

Keberadaan Bandara Rokot yang telah dibangun sejak tahun 1980 silam ini disebut-sebut terancam tenggelam. Bandara yang memiliki ukuran landasan pacu 900 x 23 meter ini terancam tenggelam karena abrasi. Lantaran jaraknya cukup dekat dengan bibir , panjang landasan pacu yang sebelumnya sekitar 900 meter, maka saat ini yang bisa dipakai hanya sekitar 800 meter saja.

Dengan jarak runway dengan bibir pantai yang hanya sekitar 25 meter saja, landasan pacu di Bandara Rokot pun semakin terkikis. Tak hanya karena abrasi, runway di Bandara Rokot semakin menciut karena banyak masyarakat sekitar yang mengambil batu karang di sekitar bandara untuk pembangunan rumah. Di Bandara Rokot hanya ada 1 maskapai yang beroperasi, yakni pesawat Susi Air dengan penerbangan tujuan Padang.

Bandara Rokot - m.harian88.com
Bandara Rokot – m.harian88.com

Bandara Teminabuan

Bandara Teminabuan adalah bandara kecil yang berada di Distrik Teminabuan, Papua Barat. Bandara ini dulunya hanya merupakan sebuah lapangan kosong. Akan tetapi pemerintah memutuskan untuk membangun Bandara Teminabuan supaya dapat meningkatkan akses di Indonesia.

Sama seperti Bandara Rokot, Bandara Teminabuan hanya memiliki landasan pacu sepanjang 800 meter. Pengembangan Bandara Teminabuan kabarnya terhambat karena para pemilik tanah tak bersedia menjual lahannya. Hingga kini baru ada maskapai Susi Air yang beroperasi di Bandara Teminabuan untuk melayani penerbangan ke Sorong.

Lihat Juga:   Info Fasilitas Yang Disediakan Dalam Pesawat Sriwijaya Air Kelas Ekonomi
Bandara Teminabuan - pariwisatasorongselatan.com
Bandara Teminabuan – pariwisatasorongselatan.com

Bandara Sudjarwo Tjondronegoro

Bandara Sudjarwo Tjondronegoro merupakan bandar udara domestik yang berlokasi di Serui, Kabupaten Yepen Waropen, Papua. Dibanding bandara-bandara yang telah disebutkan sebelumnya, Bandara Sudjarwo Tjondronegoro memiliki ukuran landasan pacu yang lebih pendek lagi, yakni hanya berukuran 650 x 20 meter dan berjarak sekitar 4 km dari pusat kota.

Bandara Sudjarwo Tjondronegoro - id.foursquare.com
Bandara Sudjarwo Tjondronegoro – id.foursquare.com

Bandara Andi Jemma

Bagi Anda yang berada di luar Provinsi Sulawesi Selatan mungkin masih asing dengan sosok Bandara Andi Jemma. Maklum saja, bandara udara domestik ini terletak di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Bandara Andi Jemma memiliki panjang landasan pacu 900 meter dan sementara ini baru ada 2 maskapai yang beroperasi di sana, yakni SMAC dan Susi Air. SMAC melayani penerbangan rute Palu, sedangkan Susi Air melayani beberapa destinasi seperti Bua (Palopo), Makassar, Rampi, dan Seko.

Bandara Andi Jemma - makassar.tribunnews.com
Bandara Andi Jemma – makassar.tribunnews.com

Bandara Pongtiku

Bandar udara ini berada di Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tepatnya berjarak sekitar 9 kilometer dari Kota Makale. Bandara yang kelasnya termasuk bandara kecil milik pemerintah ini memiliki ukuran landasan pacu 900 x 23 meter.

Bandara Pongtiku rencananya akan direlokasi lantaran saat ini sudah tak bisa lagi dikembangkan. Landasan pacunya sepanjang 900 meter kabarnya tak dapat diperpanjang lantaran terhalang oleh jurang dan bukit. Bandara baru nantinya direncanakan mempunyai landasan pacu yang lebih luas, yakni 2.745 x 90 meter dan dipindahkan ke Buntu Kunyi, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, dekat Jalan Trans-Sulawesi dan berjarak sekitar 12 km dari Ibu Kota Tana Toraja, Makale.

Saat ini hanya ada 3 maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Pongtiku, yakni Dirgantara Air Service, Nusantara Buana Air, dan Trigana Air Service. Ketiganya melayani penerbangan tujuan Makassar.

Lihat Juga:   Update Info Lengkap Jadwal, Harga Tiket, dan Fasilitas KMP Legundi Surabaya-Lombok

Bandara Namlea

Bandara Namlea termasuk bandara terkecil di Indonesia karena hanya memiliki ukuran landasan pacu 750 x 23 meter. Bandara ini terletak di Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku dan berjarak sekitar 6 km dari Kota Namlea. Pada Mei 2012 tak ada penerbangan reguler komersial berjadwal yang beroperasi di Bandara Namlea. Sebelumnya di Namlea hanya ada penerbangan maskapai Nusantara Buana Air.

Bandara Dobo

Bandara Dobo merupakan bandar udara sipil yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, jaraknya sekitar 5 km dari Kota Dobo. Bandara Dobo mempunyai ukuran landasan pacu 800 x 23 meter dengan ketinggi 9 meter di atas permukaan laut.

Bandara Buol

Bandara Buol atau Bandara Pogogul (IATA: UDL, ICAO: WAMQ) merupakan bandara yang berada di dekat Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Indonesia. Bandara ini memiliki panjang landasan pacu 750 meter. Hingga kini ada beberapa maskapai yang melayani rute domestik di Bandara Buol, yakni Aviastar dengan rute ke Gorontalo dan Palu, serta Express Air yang melayani penerbangan ke Palu.

Bandara Wonopito

Bandara yang juga disebut Bandara Lembata ini merupakan bandar udara yang berada di Pulau Lembata, tepatnya di Desa Lamahora, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berjarak sekitar 2 km dari pusat kota. Bandara ini mempunyai landasan pacu berukuran 900 x 23 meter dan telah beroperasi sejak tahun 1990-an hingga sekarang.

Bandara D.C. Saundale

Bandara D.C. Saundale adalah bandara yang berada di Pulau Rote, tepatnya di Desa Sanggoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi. Nama D.C. Saundale sengaja dipilih untuk menghormati sang pemrakarsanya, David Constantijn Saudale. Pada tahun 1969 bandara ini dinamai Bandara Lekunik, namun tahun 2010 berganti nama jadi Bandara DC Saundale. Bandara DC Saundale memiliki ukuran landasan pacu 900 x 23 meter.




Tentang Dian Kartika1089 Articles
Solo traveler. Menyukai akomodasi murah, tapi tidak anti dengan yang mahal.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan