Berkualitas Harga Murah, Pasar Maling Johar Jadi Langganan Mahasiswa




Pasar Maling. Ya, itulah nama beken di telinga masyarakat untuk sebutan lapak yang menyediakan barang berkualitas dengan . Alias barang black market (BM) yang kerap diburu para .
Seperti apa?

PASAR Maling atau Pasar PM ini, sudah ada sejak berdirinya Pasar Johar. Letaknya di lantai dua. Sederetan los dengan berbagai dagangan seperti sepatu, sandal, tas dan lainnya. Bisa dibilang, pasar sejuta macam aneka barang. Mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung dari kualitas barangnya.

Tapi inilah perburuan para pelajar, mahasiswa, pegawai hingga masyarakat umum baik dari wilayah Kota Semarang, maupun luar kota. Seperti dari Kudus, Tegal, dan lainnya. Terutama mereka dengan kantong cekak, berharap barang berkualitas.

“Harga barang di Pasar PM lebih miring daripada harga di toko swalayan atau di mal. Bentuk barangnya hampir sama, kualitas tidak mengecewakan,” kata Mahasiswa Unnes, Oki Nuryanto kepada Radar Semarang.

Lihat Juga:   Gudeg Wijilan Bu Lies, Wisata Kuliner Nge-Hits dari Yogya

Oki mengaku mendengar nama Pasar Maling sudah sejak awal kuliah. “Kali pertama mendengar namanya, sudah menyeramkan. Itu pun tahunya dari teman kuliah yang anak Tegal. Teman saya yang anak Solo juga pernah bercerita, kalau mau beli barang seperti sepatu, tas atau lainnya disarankan di Pasar Maling dulu. Harganya lebih miring, kualitas juga baik,” ujarnya.

Pasar yang selalu berjubel dan tidak pernah sepi pengunjung itu, tidak hanya memamerkan barang dagangan peralatan sekolah. Barang dagangan seperti gitar, jam tangan, perlatan olahraga, pakaian mulai dari anak-anak hingga dewasa tersedia dan berjejer rapi. Barang yang disajikan pun 80 persen produk baru yang up to date.

Bahkan, hampir semua merek terkenal ada. Seperti Adidas, Nike, Filla, Pacalolo, atau Kickers, ada semua. Demikian pula untuk alat olahraga seperti raket tenis merek Wilson, kemudian celana merek Levi’s, Lea.

Salah seorang pekerja dari Mranggen, Iwan Syamsudin mengungkapkan bahwa stok barang di Pasar Maling langsung didapat dari distributornya. Bahkan ada yang bisa langsung dari pabrik. “Pasar Maling mulai ramai baru beberapa tahun ini. Dulu image Pasar Maling jelek, masih identik dengan kata negatif,” tuturnya.

Lihat Juga:   Hotel Palem, Akomodasi Kelas Melati Minimalis di Malang

Dia sudah dua kali berkunjung ke Pasar Maling membeli pakaian, tas dan sepatu. “Tidak sampai Rp 500 ribu sudah dapat tiga item. Coba kalau di toko, uang segitu tidak cukup dan masih kurang,” imbuhnya setelah menawar sepatu.

Sementara itu, pedagang pakaian, Basri mengatakan barangbarang yang dijualnya adalah barang baru. “Kita menjual dengan harga murah karena langsung dari pabrik atau distributor,” tandasnya.

Dia mengaku omzetnya terus mengalami kenaikan cukup signifi kan dari waktu ke waktu. “Meskipun harga sedikit miring, tapi kualitas tetap bagus. Tak jauh beda dengan yang ada di pusat perbelanjaan. Begitu juga jika pembeli harus pintar-pintar menawar,” pungkas pedagang sepatu. (*/ida/ce1)

M. HARYANTO, Semarang




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan