Air Terjun Luweng Sampang, Objek Wisata Hits di Gunung Kidul yang Mirip Grand Canyon




Air Terjun Luweng Sampang - www.pegipegi.com
Air Terjun Luweng Sampang - www.pegipegi.com

Selama ini Anda mungkin lebih sering mendengar cerita soal -pantai yang indah di kawasan Gunung Kidul. Padahal bukan hanya saja daya tarik utama dari Gunung Kidul. Ada sederet objek yang juga tak kalah mempesona di kabupaten satu ini, misalnya saja Luweng Sampang.

Air Terjun Luweng Sampang belakangan ini begitu ramai diperbincangkan oleh para traveller karena disebut-sebut sebagai Grand Canyon-nya Indonesia. Air Terjun Luweng Sampang sendiri berada di Dusun Karangasem, Sampang, Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa , tepatnya di perbatasan antara Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, DIY dengan Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah.

Jarak Air Terjun Luweng Sampang dari Kota Jogja sekitar 30 km dan bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan saja. Anda bisa berangkat menuju Air Terjun Luweng Sampang dari Yogyakarta atau dari Klaten. Jika berangkat dari Jogja, ada 2 rute yang bisa Anda tempuh.

Yang pertama, bisa berkendara dari Yogyakarta menuju Ringroad Ketandan, kemudian Jl. Wonosari > Piyungan > Bukit bintang > Patuk > Perempatan dekat GCD FM ambil arah kiri > Ngoro-oro Ombo > ada Perempatan Puskesmas Patuk II > (ambil yang lurus) > Pertigaan Padukuhan Semilir (ke kiri) > Pertigaan SDN Belang Terbah (masih lurus) > Balai Desa Terbah > ada pertigaan ambil yang lurus kemudian ikuti jalan ± 3 km letak Luweng Sampang di sebelah kanan jalan.

Rute kedua adalah Yogyakarta > Maguo > Prambanan > Dari Jalan Jogja Solo ambil kanan (selatan) > menuju Desa Gantiwarno Klaten > SDN 2 Jogoprayan Gantiwarno Klaten > Desa Sampang Gunungkidul > Balai Desa Sampang, kemudian ikuti jalan kurang lebih 2 km. Letak air terjun Luweng Sampang berada di sebelah kiri jalan.

Air Terjun Luweng Sampang - www.alodiatour.com
Air Terjun Luweng Sampang – www.alodiatour.com

Sedangkan bagi Anda yang berangkat dari Klaten dapat melalui Stasiun Srowot – Pasar Wedi dan Gantiwarno. Dari situ lanjutkan perjalanan menuju Desa Jogoprayan. Air Terjun Luweng Sampang diapit oleh Desa Jogoprayan dan Desa Sampang. Tenang saja, karena ini relatif mudah untuk dicapai dan tak terlalu membingungkan. Jika masih kebingungan atau tersesat, Anda bisa bertanya ke penduduk setempat.

Lihat Juga:   Referensi Guest House di Dinoyo, Malang

Karena masih ada pihak yang mengelola Air Terjun Luweng Sampang secara profesional, untuk masuk ke destinasi wisata yang bisa dibilang masih alami ini pun Anda tidak perlu membayar tiket masuk, alias gratis. Kabarnya pengunjung hanya dikenai parkir dengan Rp 2.000 saja untuk kendaraan roda dua alias sepeda motor. di Air Terjun Luweng Sampang pun masih relatif terbatas, jadi sebaiknya bawalah perbekalan sendiri, mulai dari makanan, minuman, pakaian ganti, dan lain-lain.

Beberapa dari Anda mungkin ada yang merasa heran, mengapa satu ini dinamai Air Terjun Luweng Sampang. Penamaan Luweng Sampang ternyata ada alasan tersendiri. Luweng dalam Bahasa Jawa ternyata bermakna lubang, sedangkan Sampang adalah lokasi air terjun tersebut berada. Warga sekitar sengaja menamainya Luweng Sampang karena terinspirasi dari tampilan air terjun yang apabila dilihat dari atas tampak seperti lubang.

Saat tiba di Curug Luweng Sampang, Anda akan disuguhi pemandangan unik dan menarik berupa motif batuan yang terdapat gurat-gurat halus akibat terpaan air. Guratan alami itulah yang sepintas menjadikan Luweng Sampang tampak seperti Antelope Canyon atau Grand Canyon di negara Amerika Serikat meskipun memang ukurannya tidak semegah itu.

Luweng Sampang memiliki 2 spot air terjun yang cukup instagramable untuk dijadikan tempat berfoto selfie. Adapun Air Terjun Luweng Sampang memiliki ketinggian sekitar 5 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter. Air terjun ini diapit bebatuan besar yang membentuk bukit kecil.

Lihat Juga:   Daftar Hotel dan Villa Murah di Kopeng, Jawa Tengah

Menariknya, di balik derasnya air terjun terdapat sebuah terowongan kecil yang menurut cerita penduduk setempat konon dulu dipakai sebagai tempat pertapaan dari Sunan Kalijaga. Sang juru kunci Luweng Sampang pun mengklaim jika air terjun ini aman dari terpaan banjir karena didukung oleh lokasinya yang lebih tinggi dari aliran sungai.

Air Terjun Luweng Sampang - travelbos.id
Air Terjun Luweng Sampang – travelbos.id

Batuan karst di Luweng Sampang sendiri kabarnya terbentuk karena gerusan dan kucuran air selama jangka waktu tertentu yang menyebabkan batuan di lokasi Luweng Sampang membentuk seperti aliran air yang meliuk-liuk begitu indah. Sementara itu lokasi pertapaan pun dihiasi beberapa gerojokan berukuran kecil yang terlihat begitu mempesona. Air sungai dan gerojokan tersebut kerap digunakan untuk mandi atau bermain air dan juga memancing oleh para pengunjung yang datang ke sana.

Keindahan Air Terjun Luweng Sampang kabarnya akan berganti sesuai dengan musim. Apabila berkunjung ketika musim hujan, debit air Luweng Sampang akan cukup besar dan airnya akan berubah menjadi kecokelatan. Sedangkan ketika musim kemarau, debit airnya akan lebih sedikit dan airnya berubah menjadi jernih dan berwarna tosca yang begitu menawan.

Menurut para pengunjung waktu terbaik untuk berkunjung ke Luweng Sampang adalah menjelang akhir musim penghujan, yakni antara bulan April dan Mei. Kala itu debit air tidak terlalu deras dan Anda bisa menikmati air terjun yang warnanya hijau kebiruan.

Namun perlu diingat, jika batuan di Luweng Sampang ini cukup licin jika debit airnya sedang deras. Jadi sebaiknya Anda lebih berhati-hati dan jangan sembarangan menaiki atau memanjat bebatuan di sana supaya tidak terjadi hal-hal yang membahayakan. Bagi yang membawa anak kecil, sebaiknya juga selalu waspada dan usahakan membawa pelampung sendiri supaya keselamatan buah hati Anda lebih terjamin.




Tentang Dian Kartika1056 Articles
Solo traveler. Menyukai akomodasi murah, tapi tidak anti dengan yang mahal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Berikan rating*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*