Agrowisata Bhakti Alam Pasuruan, Nikmati Buah-Buahan dan Susu Segar




agrowisata bhakti alam pasuruan - kutayu.com

Untuk urusan objek wisata, selama ini Pasuruan memang identik dengan wisata Penanjakan. Spot ini merupakan yang ramai dikunjungi untuk melihat pemandangan matahari terbit dari puncak . Karena itu, jika ke Pasuruan, rata-rata pengunjung memang akan berlibur ke gunung ini.

agrowisata bhakti alam pasuruan - kutayu.com
agrowisata bhakti alam pasuruan – kutayu.com

 

Namun ternyata, tak cuma Gunung Penanjakan dan Gunung Bromo yang menjadi wisata unggulan Pasuruan. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten ini juga punya beberapa objek wisata menarik lainnya, salah satunya Bhakti Alam.

Bhakti Alam merupakan agrowisata atau wisata alam yang menyajikan keindahan alam dan kebun buah yang sangat luas. Objek wisata ini terletak di daerah Nongkojajar, Pasuruan, tepatnya di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, dengan ketinggian antara 450 m hingga 550 m dari permukaan air laut.

Jika datang dari Surabaya, ketika sampai di pertigaan Purwosari, bisa mengambil arah ke Probolinggo (belok kiri). Namun jika datang dari Malang, pengunjung bisa mengambil ke arah kanan. Dari pertigaan Purwosari ini, mengikuti jalan dan sekitar 500 m terdapat pertigaan dengan tanda Bhakti Alam. Lalu, ambil jalan ke kanan dan ikuti jalan hingga tiba di ini.

Seperti dijelaskan sebelumnya, agrowisata Bhakti Alam menyediakan perkebunan buah dengan berbagai ragam tanaman. Di sini, tersedia sekitar 40 macam buah seperti durian, kelengkeng pingpong, mangga, jeruk, golden melon, semangka, buah naga, alpukat, apel, strawberry, hingga salak pondoh, yang sebagian di antaranya bisa dinikmati secara gratis.

Selain itu, pengelola tempat wisata ini juga sudah menyediakan fasilitas camping ground dan sarana outbound seperti kendaraan ATV, flying fox, titian tali, dan . Di samping itu, di Bhakti Alam, pengunjung juga bisa melihat peternakan sapi perah dan pengolahan susu sapi segar menjadi produk susu pasteurisasi.

Pengunjung bisa berkeliling tempat wisata ini dengan menggunakan kereta yang ditarik dengan traktor. Satu kereta bisa menampung 9 hingga 20 orang dan ditemani oleh seorang guide. Guide ini bertugas menjelaskan seputar yang disinggahi.

Untuk pengunjung yang berasal dari luar daerah, di Bhakti Alam juga tersedia beberapa penginapan yang bisa dijadikan rumah singgah. Tarif di sini berkisar Rp500.000 hingga Rp900.000 per malam.

Sementara untuk masuknya, pada hari biasa (weekday) dikenakan tarif Rp30.000. Sementara pada weekend (Sabtu, Minggu, dan hari libur), dikenakan tarif Rp35.000. Harga tiket masuk tersebut sudah termasuk tiket kereta untuk berkeliling, irisan buah melon, jus buah, dan susu.

Lihat Juga:   Serunya Menginap Sambil Bamboo Rafting di Wisma Loksado, Hulu Sungai Selatan




Be the first to comment

Leave a Reply

Berikan rating*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*