Penginapan Way Kambas, Bermalam Ditemani Gajah Sumatera




Mahout Guest House - kelanaku.com

Untuk menarik minat , objek saat ini tidak hanya menawarkan aneka permainan maupun keindahan . Banyak spot-spot liburan yang juga telah dilengkapi dengan penginapan guna mengakomodasi pengunjung yang datang dari jauh. Nah, salah satu tempat wisata yang telah didukung lokasi bermalam ini adalah Way Kambas.

Bagi Anda yang doyan dengan wisata alam, pasti sudah tidak asing lagi dengan Way Kambas. Way Kambas adalah taman nasional yang berlokasi di Provinsi Lampung, tepatnya berada di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur. Berdiri sejak tahun 1985 silam, Taman Nasional Way Kambas terkenal sebagai pusat ‘sekolah gajah’.

Untuk menuju Taman Nasional Way Kambas, Anda bisa melakukan perjalanan selama 2 jam berkendara dari Kota Bandar Lampung menggunakan kendaraan pribadi. Sementara, apabila Anda menumpang transportasi umum, rute paling sederhana adalah naik bus dari Rajabasa di Bandar Lampung menuju arah Way Jepara, lalu turun di gajah batu di Desa Rajabasa Lama. Setelah itu, naik ojek menuju Way Kanan atau Pusat Pelatihan Gajah yang merupakan pintu masuk ke taman nasional ini.

Dikutip dari situs resminya, berdasarkan sejarah pendirian, kawasan pelestarian alam Way Kambas sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1936 silam oleh Resident Lampung, Mr. Rookmaker, yang kemudian disusul dengan Surat Keputusan Gubernur Belanda pada tanggal 26 Januari 1937 STBL 1937 Nomor 38. Setelah Indonesia merdeka, Suaka Margasatwa Way Kambas diubah menjadi Kawasan Pelestarian Alam (KPA) oleh Menteri Pertanian dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 429/Kpts-7/1978 tanggal 10 Juli 1978 dan dikelola oleh Sub Balai Kawasan Pelestarian Alam (SBKPA). Kemudian, diubah lagi menjadi Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) pada tahun 1985, sebelum akhirnya menjadi Balai Taman Nasional Way Kambas sejak tahun 1997 hingga sekarang.

Mahout Guest House - wildahikmalia.blogspot.com
Mahout Guest House – wildahikmalia.blogspot.com

Tujuan utama kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam adalah untuk melindungi wilayah yang kaya akan berbagai satwa liar, seperti tapir, gajah Sumatera, enam jenis primata, rusa sambar, kijang, harimau Sumatera, beruang madu, dan badak Sumatera. Hingga saat ini, satwa yang masih terjaga dengan baik adalah tapir, gajah Sumatera, harimau Sumatera, badak Sumatera, dan beruang madu.

Lihat Juga:   Daftar Penginapan Recommended Dekat Jam Gadang Bukittinggi

Dikenal sebagai taman nasional tertua di Indonesia, Way Kambas menghadirkan atraksi gajah Sumatera sebagai pertunjukan utama mereka. Jika dulu gajah dilatih dan dikerahkan dalam perang dan juga untuk tujuan seremonial serta mengangkut kayu, maka di Taman Nasional Way Kambas, wisatawan dapat melihat gajah melakukan kegiatan seperti bermain sepak bola atau pertunjukan menghibur lainnya. Di taman nasional ini sendiri, berdiri rumah sakit khusus gajah yang terbesar di Asia.

Jika Anda berencana melakukan kunjungan ke Taman Nasional Way Kambas ketika bepergian ke Lampung, Anda hanya akan dipungut sebesar Rp20.000 per orang untuk tiket masuk ke konservasi gajah. Sementara, apabila Anda ingin berkunjung ke Way Kanan (bird watching, jungle track, dan Kuala Kambas), harga tiket masuknya sekitar Rp30.000 per orang.

di Way Kambas

Tidak hanya menghadirkan atraksi gajah dan koleksi satwa langka lainnya, Taman Nasional Way Kambas juga telah didukung fasilitas yang memadai. Nah, salah satu fasilitas penunjang yang sudah tersedia di tempat ini adalah penginapan. Akomodasi ini tentunya sangat bermanfaat bagi wisatawan yang datang dari jauh, yang membutuhkan tempat beristirahat.

Penginapan ini terletak berdekatan dengan kandang gajah dan disebut Mahout Guest House. Terdiri dari enam unit , satu memiliki ukuran yang cukup lapang dan bisa diisi hingga lima orang tamu (bahkan bisa 10 orang tamu). Di dalam , sudah tersedia beragam fasilitas yang memadai seperti dua kasur, lantai yang lega, karpet, meja, kipas angin, dan kursi.

Lihat Juga:   Referensi Hotel di Kalibaru, Surga Tersembunyi di Banyuwangi

Sementara, untuk fasilitas di publik area, tamu bakal menemukan empat kamar mandi bersih yang telah didukung bak mandi, toilet jongkok, serta perlengkapan mandi. Selain itu, tersedia juga dapur umum plus peralatan memasak seperti kompor yang bisa digunakan untuk membuat makanan ringan dan minuman, dispenser, magic com, hingga wastafel.

Mahout Guest House - wildahikmalia.blogspot.com
Mahout Guest House – wildahikmalia.blogspot.com

Lalu, berapa biaya yang diperlukan untuk bisa bermalam di Mahout Guest House ini? Untuk menginap satu malam, tamu akan dikenakan tarif Rp250.000 hingga Rp300.000. Dengan membayar harga tersebut, tamu bisa menempati kamar sepuasnya dengan banyak orang, menggunakan fasilitas dapur dan lainnya, serta tentunya mengenal kehidupan gajah dengan lebih dekat.

Jika pengunjung ingin jajan di luar, tidak perlu khawatir. Pasalnya, di dekat penginapan, sudah berdiri beberapa warung yang menjual aneka makanan berat, jajanan, hingga minuman. Bahkan, tamu bisa memesan sarapan untuk diantar ke guest house. Warung-warung ini biasanya buka pagi hari pada pukul 08.00 dan tutup sore hari pada pukul 16.00 atau 17.00.

Penginapan Dekat Way Kambas

Jika kebetulan Anda kehabisan kamar di Mahout Guest House, Anda tidak perlu risau. Pasalnya, di dekat Taman Nasional Way Kambas, telah tersedia beberapa penginapan yang bisa dijadikan tempat melepas lelah. Nah, salah satu akomodasi terdekat dengan taman nasional itu adalah Satwa Elephant Eco Lodge, yang hanya berjarak 500 meter menuju pintu masuk Taman Nasional Way Kambas.

Setidaknya, ada empat yang telah disediakan di tempat ini, yaitu Kelimutu, Mbeiling, Rimba, dan Satwa. Masing-masing sudah didukung dengan taman, ranjang yang nyaman, teras di depan, kamar mandi, area bersantai, dan lain-lain. Untuk bisa menginap di tempat ini, tamu perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp820 ribuan per malam.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan