Menjajal Wisata Rohani Sekaligus Mencari Ketenangan di Penginapan Rawaseneng




Pertapaan Trapis Rawaseneng (sumber: trappistrawaseneng.com)
Pertapaan Trapis Rawaseneng (sumber: trappistrawaseneng.com)

Kegiatan retreat atau wisata rohani biasanya menjadi kegiatan yang rutin dilakukan oleh umat Nasrani ketika ada perayaan-perayaan besar seperti Paskah maupun Natal. Nah, apabila Natal kali ini ingin Anda isi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bisa menjadi bahan introspeksi diri, tak ada salahnya untuk pergi ke , Jawa Tengah dan mencoba wisata rohani sekaligus beribadah di Pertapaan Santa Maria, Rawaseneng.

Sebagai , Pertapaan Santa Maria Rawaseneng merupakan tempat tinggal biarawan Trapis pria pertama di Indonesia dan telah didirikan sejak tahun 1953 silam oleh Pater Bavo van der Ham seorang Trappist asal Belanda. Meski Pertapaan Santa Maria Rawaseneng terpencil, tempat ini bisa dijangkau dengan mudah. Suasana Pertapaan yang sejuk dan tenang di atas bukit serta dikelilingi dengan perkebunan tentu akan menambah nuansa damai saat Anda berlibur ke sana. Jika Anda ingin beristirahat sekaligus mencari ketenangan, maka tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan.

Anda bisa bepergian ke Rawaseneng dengan naik pesawat, kereta api, atau menempuh jalur darat dengan naik bus. Tenang saja, sebab akses menuju Pertapaan St. Maria Rawaseneng cukup mudah untuk dicapai. Jika dari Kowangan, Anda bisa naik angkutan umum (angkot) dengan tarif sekitar Rp3.000, kemudian dilanjutkan dengan naik angkot merah no. 3 dari pertigaan Maron ke Rawaseneng dengan Rp5.000. Sesampainya di DAM, Anda bisa naik ojek yang bersedia mengantarkan Anda ke Pertapaan dengan biaya sekitar Rp15.000 atau tergantung tawar-menawar Anda dengan sang tukang ojek.

Kompleks Pertapaan Trapis Rawaseneng (sumber: trappistrawaseneng.com)
Kompleks Pertapaan Trapis Rawaseneng (sumber: trappistrawaseneng.com)

Kompleks Pertapaan Rawaseneng seluas sekitar 178 hektare terdiri dari peternakan babi dan sapi perah. Di samping itu juga ada perkebunan kopi robusta, sedangkan di belakang lahan perkebunan juga ada tanaman-tanaman lain yang memiliki nilai jual seperti pisang raja, ketumbar, dilem (nilam Jawa), dan sejumlah pohon peneduh. Para biarawan yang ada di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng hidup dengan cara bertani, bercocok tanam atau beternak. yang dihidangkan di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng pun rata-rata merupakan hasil kebun sendiri.

Kompleks Pertapaan St. Maria juga memiliki pembangkit listrik, museum, area parkir untuk pengunjung, toko souvenir yang menjual buku dan benda rohani serta hasil perkebunan, kapel, hingga wisma untuk yang hendak di kompleks Pertapaan. Penginapan Rawaseneng sendiri masih tergabung dalam kompleks Pertapaan Santa Maria Rawaseneng. Umat Katolik yang datang ke mari biasanya memang sengaja mencari ‘keheningan’ untuk sejenak terlepas dari hiruk-pikuk kehidupan di perkotaan atau juga sekalian mengikuti retret di Rawaseneng.

Lihat Juga:   Lestari Homestay, Akomodasi Keluarga di Batu Cocok untuk Wisatawan Low Budget

Meskipun suasananya sepi dan tenang, rupanya fasilitas yang disediakan di Penginapan Rawaseneng cukup lengkap. Bangunan bertingkat ini menyediakan tamu (Wisma Kana dan Galilea) yang bersih dan cukup untuk dihuni 2 orang di dalamnya. Bagian interior dari kamar yang ada di Penginapan Rawaseneng pun ditata rapi dan apik layaknya di -hotel berbintang.

Fasilitas di Penginapan Rawaseneng

Penginapan Rawaseneng - rosari0902.blogspot.co.id
Penginapan Rawaseneng – rosari0902.blogspot.co.id
  • Kamar tamu: di Wisma Galilea tersedia 40 kamar tidur dengan kamar mandi di dalam dan fasilitas air panas. Tak hanya itu, terdapat 4 kamar besar yang diisi maksimal 6 orang.
  • Ruang makan: di Wisma Kana, tersedia ruang makan yang dapat menampung 40-60 orang. Saat menginap, para pengunjung akan mendapatkan makan 3 kali dan snack 2 kali dalam satu hari.
  • Ruang pertemuan: pengunjung dapat memaksimalkan ruang pertemuan di Wisma Kana untuk 40-60 orang, sedangkan ruang Yerusalem mampu menampung hingga 100 orang.
  • Ruang bicara: ruang ini dapat digunakan untuk konseling atau bimbingan pribadi.
  • Kapel kecil: digunakan bagi tamu yang ingin merayakan ekaristi atau ibadat harian secara tersendiri.
  • Taman Doa Santa Maria

Selain kamar tamu dan ruang pertemuan, tersedia pula sarana rohani berupa Taman Doa Santa Maria yang dilengkapi dengan stasi Jalan Salib. Dikenal sebagai kompleks untuk wisata rohani, di Rawaseneng pun tak hanya dilengkapi dengan penginapan untuk retreat saja, tetapi juga ada kapel yang memungkinkan Anda untuk mengikuti ibadah yang dipandu oleh para rahib di Rawaseneng. Jangan khawatir, jadwal ibadat di sana sudah diatur secara sistematis untuk memungkinkan Anda mengikuti tiap ibadat dengan baik, mulai dari ibadat bacaan pada pagi hari jam 03.30 WIB, kemudian ibadat pagi jam 06.00 WIB, ekaristi jam 06.30, ibadat tertia 08.15, ibadat sexta jam 12 siang, ibadat nona, ibadat sore dilanjutkan meditasi, hingga ibadat penutup pukul 19.45 WIB.

Lihat Juga:   Daftar Hotel di Sekitar Jalan Tubagus Ismail, Bandung

Di sela-sela ibadat juga akan disediakan waktu untuk makan pagi, snack, makan siang, hingga makan malam, sehingga Anda tak perlu khawatir akan kelaparan saat mengikuti kegiatan rohani di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng. Pertapaan ini memiliki daya tarik lainnya di luar dari penginapan yang murah dan kegiatan-kegiatan rohani di dalamnya, yakni air suci yang kabarnya telah diberkati dan memiliki khasiat luar biasa. Menurut pihak pengelola, banyak orang yang minum dan cuci muka di air suci tersebut kemudian penyakitnya bisa sembuh dan doa-doanya terkabul. Air tersebut mengalir setiap saat dan bebas diminum oleh siapa saja yang berkunjung ke Pertapaan.

Aktivitas ibadah di Pertapaan Trapis Rawaseneng (sumber: trappistrawaseneng.com)
Aktivitas ibadah di Pertapaan Trapis Rawaseneng (sumber: trappistrawaseneng.com)

Sayangnya menurut beberapa pengunjung yang pernah menginap di Rawaseneng, para rahib yang tinggal di Rawaseneng biasanya tidak keluar dari biaranya kecuali ada umat yang membutuhkan untuk bimbingan rohani atau keperluan lainnya. Oleh sebab itu cukup sulit untuk dapat berbaur dengan para rahib di Pertapaan Rawaseneng. Terlepas dari itu semua, perjalanan ke Rawaseneng tentunya akan benar-benar menjadi pengalaman yang berkesan bagi Anda yang hendak melakukan wisata rohani.

Biaya Penginapan Rawaseneng

Saat menginap di Penginapan Rawaseneng Anda bisa menikmati fasilitas berupa ranjang spring bed tingkat lengkap dengan bantal dan selimut, kemudian ada jemuran untuk menjemur handuk atau pakaian, serta ada kamar mandi dalam lengkap dengan shower air hangat dan toilet duduk. Untuk menginap di Penginapan Rawaseneng Anda akan dikenai biaya sekitar Rp150 ribuan per malam. Biaya tersebut terpantau tidak mengalami perubahan pada 2020.

Bagi Anda yang berencana untuk melakukan wisata rohani sekaligus menginap di Penginapan Rawaseneng, sebaiknya segera lakukan pemesanan atau booking sejak jauh-jauh hari. Anda disarankan untuk memesan kamar tamu 3 bulan sebelumnya. Pasalnya pada momen-momen tertentu, terutama saat biasanya pertapaan ini akan sangat ramai. Berikut informasi kontak yang bisa Anda menghubungi:

Penginapan Rowo Seneng

Alamat: Desa Ngemplak, Kandangan, Rowo Seneng, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, 56281
Nomor telepon: 089575299071 / 081328882028

[Update: Ditta]




Tentang Dian Kartika1094 Articles
Solo traveler. Menyukai akomodasi murah, tapi tidak anti dengan yang mahal.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan