Biaya Wisata Gili Iyang, Pulau Awet Muda di Sumenep

Gili Iyang - travel.kompas.com

Jika menyebut kata “gili”, mungkin yang langsung terlintas adalah eksotis yang menjadi objek wisata andalan di Nusa Tenggara Barat, terutama Lombok. Tetapi, tidak hanya Lombok yang menawarkan wisata gili. juga tidak ketinggalan memiliki beberapa gili yang layak dijadikan , salah satunya Gili Iyang yang diklaim sebagai “pulau yang awet muda”.

Lokasi Gili Iyang

Gili Iyang sendiri terletak di Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Masih saudara dengan Gili Labak, pulau ini berjarak sekitar 28 km dari pusat Kabupaten Sumenep. Apabila Anda bertolak dari Surabaya, Anda bisa menumpang pesawat dari Bandara Internasional Juanda ke Bandara Trunojoyo Sumenep atau naik bus dari Terminal Bungurasih menuju Terminal Arya Wiraraja Sumenep.

Setibanya di Sumenep, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menumpang angkutan umum atau menyewa mobil melintasi Kabupaten Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek. Dari sini, perjalanan ke Gili Iyang harus ditempuh menggunakan perahu atau kapal menyeberangi perairan Pulau Madura. Dalam kondisi normal, perjalanan ke Gili Iyang memakan waktu 45 menit sampai satu jam.

Pesona Gili Iyang

Seperti disinggung di atas, Gili Iyang sering disebut sebagai “pulau awet muda”. Ini bukan berati bahwa wisatawan akan menjadi awet muda ketika mengunjungi pulau ini. Tetapi, di Gili Iyang, Anda akan menemukan banyak penduduk yang berusia satu abad atau seratus tahun, bahkan lebih. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian Anda akan merasa awet muda ketika berwisata ke pulau ini.

Gili Iyang - sportourism.id

Gili Iyang – sportourism.id

Salah satu alasan kenapa banyak penduduk di Gili Iyang dapat berusia panjang adalah kandungan oksigen di udara yang banyak. Menurut Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit , kadar oksigen yang ada di Gili Iyang mencapai angka 20 persen, tertinggi kedua di dunia setelah Jordania. Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri pada tahun 2015 lalu sudah mencanangkan pulau ini sebagai objek wisata kesehatan.

Lihat Juga:   Omah Akas, Penginapan Syariah Murah di Lampung Cita Rasa Hotel Bintang 3

Tingginya kada oksigen di Gili Iyang bukan tanpa sebab. Ketika Anda singgah di kawasan ini, Anda akan menemukan sebuah pulau yang masih sangat alami dan perawan. Di Gili Iyang, masih banyak pohon rindang tumbuh subur. Selain itu, tidak banyak kendaraan bermotor yang melintas, yang membuat udara Gili Iyang jauh dari polusi. Kadar karbondioksida di wilayah ini diklaim hanya 265 PPM, sedangkan tingkat kebisingan cuma 36,5 db. Jadi, tidak heran apabila selain berudara segar, Gili Iyang juga punya suasana yang cukup tenang.

Lalu, apa saja yang bisa wisatawan lakukan ketika memutuskan rekreasi ke Gili Iyang? Anda dapat menyelam di lautan biru, bersantai di berkarang, atau bermain-main di dengan pasir yang indah. Berbeda dengan Gili Labak yang memiliki mulus dengan pasir putih yang lembut, maka di Gili Iyang juga dihiasi dengan bebatuan karang. Dari celah-celah batu karang ini, Anda bisa menyaksikan sinar matahari pagi atau sore yang elok.

Salah satu pantai yang menjadi referensi banyak wisatawan adalah Pantai Ropet. Jika ingin berkunjung ke pantai ini, pelancong disarankan datang pagi-pagi sekali. Pasalnya, setelah sunrise keluar malu-malu, Anda akan disuguhi sarapan oleh ibu-ibu sekitar, yang bisa disantap di balai khusus untuk . Di kawasan pantai ini pula, Anda akan menemukan fosil ikan paus, yang sengaja dirawat penduduk sebagai bukti bahwa mamalia terbesar di laut itu pernah singgah di Gili Iyang.

Nah, bagi traveler yang suka berwisata mengunjungi goa, ada banyak goa yang bisa Anda kunjungi di tempat ini. Tidak tanggung-tanggung, Gili Iyang setidaknya sudah menyediakan setidaknya 10 goa, 7 goa di Desa Banra’as dan sisanya di Desa Bancamara. Salah satu yang direkomendasikan adalah Goa Mahakarya yang memiliki luas mencapai 800 meter persegi. Goa ini memiliki tujuh ruang yang cukup lapang, dengan stalaktit dan stalakmit yang menakjubkan.

Lihat Juga:   House of Raminten, Rumah Makan Unik dan “Nyeleneh” di Yogyakarta

Selain itu, ada juga goa dengan sumber air tawar meski lokasinya berdekatan dengan pantai. Goa yang unik tersebut bernama Goa Air, yang memiliki kedalaman hingga 150 meter. Alternatif goa lainnya, ada Goa Syariah yang menjadi remaja untuk ngabuburit saat Ramadan dan Goa Petapa Kelompang yang biasa digunakan para leluhur untuk bersemedi atau bertapa.

Mengeksplorasi wisata alam tentunya tidak akan komplet tanpa berinteraksi dengan penduduk setempat. Di Gili Iyang, pelancong pun dapat menjelajah pulau ditemani penduduk setempat. Namun, karena masih banyak penduduk yang belum terlalu lancar berbahasa Indonesia, ditemani seorang pemandu wisata bisa menjadi opsi yang menarik.

di Gili Iyang

Apabila wisatawan ingin singgah lebih lama di Gili Iyang, tidak usah khawatir. Pasalnya, pengunjung bisa menginap di yang menjadi satu dengan pemilik rumah. Biasanya, pemilik rumah atau penginapan akan menyiapkan sarapan pagi jika ada tamu yang menginap. Namun, untuk keperluan kuliner, Anda bisa membelinya di warung-warung makan sederhana.

Gili Iyang - newsmedia.co.id

Gili Iyang – newsmedia.co.id

Biaya ke Gili Iyang

Lalu, berapa bujet yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan ke Gili Iyang? angkutan umum dari Sumenep menuju ke Pelabuhan Dungkek berkisar Rp20.000 per orang. Kemudian, perahu motor milik nelayan ke Gili Iyang berkisar Rp15.000 per orang. Jika Anda datang bersama rombongan, akan dikenakan pulang-pergi Rp500.000 dengan kapasitas maksimal 30 orang. Tetapi, ada juga perahu kecil dengan biaya sewa sekitar Rp200.000.

Namun, apabila Anda tidak ingin repot mengurus perjalanan, Anda bisa mengikuti tur ke Gili Iyang yang sering disediakan jasa agen atau travel. Tur sehari ke Gili Iyang misalnya, dipatok dengan biaya sekitar Rp165 ribuan sampai Rp200 ribuan per orang, dengan meeting point di Sumenep. Sementara, apabila meeting point dilakukan di Surabaya, biayanya berkisar Rp300.000 sampai Rp450.000 per orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>