Spot Wisata Unik & Keren di Luak Limopuluah, Sumatera Barat

Kapalo Banda Taram - www.flickr.com

Anda mungkin belum begitu familiar dengan Luak Limopuluah. Ini adalah salah satu kawasan konfederasi dari beberapa nagari dalam budaya Minangkabau, Sumatera Barat. Sering juga disebut Luhak nan bongsu dalam adat Minangkabau atau Lima Puluh Kota, wilayah ini menyimpan beragam yang wajib Anda kunjungi, berikut beberapa di antaranya.

Lembah Harau

Ini adalah sebuah ngarai dekat Kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian sekitar 150 meter, berupa pasir yang terjal berwarna-warni. Pemandangan alam tebing yang cantik dan memesona ini telah menjadi ikon wisaya Kabupaten Lima Puluh Kota.

Lembah Harau sendiri menjadi salah satu destinasi wisata wajib kunjung bagi mereka yang mengaku gemar dengan pemandangan alam. Di sini, Anda juga bisa menikmati keindahan air terjun dan destinasi lainnya. Di samping itu, pelancong juga tidak perlu mengkhawatirkan penginapan karena banyak akomodasi sebagai tempat bermalam.

Lembah Harau - www.pegipegi.com

Lembah Harau – www.pegipegi.com

Torang Sari Bulan

ini beralamat di Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini baru saja booming di media sosial pada tahun 2017 kemarin setelah postingan salah satu pengguna Facebook mengenai tempat ini mendapatkan ribuan like dan share dari para netizen. Torang Sari Bulan sendiri merupakan tempat wisata yang didirikan oleh pengusaha Payakumbuh bernama Muhandi Muharmi.

Lihat Juga:   Info Penginapan Villa yang Disewakan 1 Rumah di Sawarna, Banten

Secara umum, Torang Sari Bulan adalah wisata alam yang menawarkan pemandangan, kolam, dan perahu atau sampan sebagai daya tarik utamanya. Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang, turis sudah dapat menikmati pemandangan alam dan kolam. Sementara, apabila ingin naik sampan, ada biaya tambahan sebesar Rp5.000 per orang.

Yang unik dari tempat ini adalah memiliki aturan sesuai dengan syariat Islam. Jadi, setiap pengunjung yang datang ke tempat ini dikenakan aturan haram merokok dan pacaran, diharuskan menutup aurat dengan rapi, dan tidak menggunakan musik. Jika ketahuan melanggar, diminta untuk keluar dari area rekreasi, dengan mengembalikan uang masuk Rp5.000.

Torang Sari Bulan - www.rilekser.com

Torang Sari Bulan – www.rilekser.com

Kapalo Banda Taram

Tempat wisata ini berada di daerah Taram, yang oleh orang awam dikenal dengan nama Pulau Banda Kampung Taram. Berlokasi di dataran tinggi Payakumbuh, yang masih bagian dari Bukit Barisan Sumatera Barat, Kapalo Banda Taram dikelilingi perbukitan. Tempat ini sendiri merupakan sebuah danau yang menjadi bersantai bersama atai sahabat.

Berawal dari sebuah bendungan yang digunakan untuk irigasi persawahan masyarakat sekitar, kini Kapalo Banda Taram menjadi potensi wisata di kawasan Payukumbuh. Menariknya, Kapalo Banda Taram ini mulai dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan karena gambar pemandangannya yang indah tersebar di media sosial.

Kapalo Banda Taram - www.flickr.com

Kapalo Banda Taram – www.flickr.com

Tradisi Balimau

Ini adalah tradisi masyarakat Minang di Sumatera Barat dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan. Biasanya diadakan satu hari sebelum bulan suci, masyarakat setempat akan mandi dengan air limau secara beramai-ramai  di kolam atau sungai. Selain limau atau jeruk nipis sebagai bahan utama, ada pula yang menggunakan daun pandan, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu yang dimasukkan secara bersamaan ke air hangat sehingga menjadi satu kesatuan yang disebut balimau.

Lihat Juga:   Tips & Panduan Perjalanan Wisata ke Hong Kong dan Macau

Meski ada pro kontra di kalangan para ulama, tradisi balimau ini tetap berlangsung tiap tahunnya. Mandi balimau ini biasanya digelar di Lubuk Minturun, Lubuk Peraku, dan Luak Limopuluah. Pada tahun 2018 kemarin misalnya, balimau ditandai dengan ramainya kawasan wisata seperti Batang Tabik, Lembau Harau, Air Terjun Sialang, hingga Embung Amazone Baboy di Situjuah.

Rumah Barbie

Spot wisata ini terletak di Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak. Jika Anda berangkat dari Kota Padang, bisa menuju arah Bukittinggi, kemudian lurus hingga sampai Kota Payakumbuh dengan durasi waktu sekitar 45 menit berkendara. Setibanya di pusat Payakumbuh, Anda bisa melanjutkan perjalanan belok kiri, kemudian lurus sajak kurang lebih 9 km menuju arah Suliki.

Rumah Barbie sendiri merupakan sebuah bangunan kuno dengan arsitektur khas kolonial. Bangunan besar nan antik ini dibangun layaknya kastil abad pertengahan Eropa. Meski punya bangunan yang tergolong besar, Rumah Barbie ini ternyata hanya memiliki enam unit . Hal unik inilah yang menarik wisatawan berbondong-bondong datang, untuk sekadar melihat-lihat atau berfoto-foto.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>