Lokasi & Tiket Kebun Bunga Matahari Jogja, Spot Keren Berswafoto

Kebun Bunga Matahari Jogja - (Youtube: Ayah NuzHa)

(atau Jogja) tidak henti-hentinya menawarkan objek wisata baru bagi mereka yang gemar traveling dan liburan. Nah, salah satu spot wisata teranyar yang dimiliki daerah istimewa tersebut adalah Kebun Bunga Matahari. Destinasi ini kini menjadi sasaran kaum muda yang hobi mengabadikan diri melalui lensa kamera, baik swafoto maupun bersama teman.

Kebun Bunga Matahari Jogja

Kebun Bunga Matahari ini berada di sisi utara Pantai Samas, tepatnya terletak di Dusun Tegalsari, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi Kebun Bunga Matahari tidak jauh dari Pesona Pengklik Pantai Samas serta mudah untuk ditemukan sebab berada di pinggir JLS (Jalur Lintas Selatan).

Kebun Bunga Matahari Jogja - (Youtube: Ayah NuzHa)

Kebun Bunga Matahari Jogja – (Youtube: Ayah NuzHa)

Jika wisatawan berangkat dari arah Jogja, bisa langsung menuju arah Bantul, lurus saja melewati pusat kota hingga sampai di Samas. Setelah itu, ikuti rute menuju Pantai Samas sampai tiba di TPR. Selanjutnya, lurus lagi hingga menemukan persimpangan Jalur Lintas Selatan, kemudian ambil arah kanan (barat). Kurang lebih 500 meter, Anda akan menemukan Kebun Bunga Matahari karena hamparan bunga cantik berwarna kuning ini sudah terlihat dari pinggir .

Pesona Kebun Bunga Matahari Jogja

Dilansir dari Tribun Jogja, awalnya ribuan bunga matahari tersebut ditanam oleh keluarga Rujianto, dengan tujuan untuk melindungi tanaman cabai dari embusan angin laut. Tidak disangka, ketika bunga berwarna kuning tersebut bermekaran, justru menarik orang-orang untuk berdatangan. Mereka yang datang tidak sekadar melihat pemandangan, melainkan juga mengabadikan diri di antara indahnya bunga matahari.

“(Bunga matahari) ini untuk menahan angin, kalau nggak ada (bunga matahari), tanaman cabai-nya tidak ada perlindungan dari angin,” tutur Etik Purwanti, pemilik kebun bunga matahari, dilansir Detik Travel. “Padahal, di daerah Samas sini, anginnya kencang, bisa-bisa bunga cabai berguguran dan saya pun tidak bisa panen. Untuk waktu menanam bunga matahari itu, berbarengan dengan tanam cabai.”

Lihat Juga:   Info Lengkap Losmen dan Penginapan Murah di Banyuwangi

Selain sebagai pelindung tanaman cabai miliknya, Etik mengaku dirinya memang menyukai bunga matahari. Karena itu, dia setuju saja ketika anaknya berinisiatif menanam bunga matahari di pematang sawah miliknya. “Kalau di rumah, susah perawatannya, banyak ayam. Ya baru kali ini saya menanam bunga matahari di sawah,” sambung Etik.

Taman bunga matahari ini sendiri terhampar di area pesawahan dengan luas kurang lebih 1.000 meter persegi. Di ini, selain menyaksikan keindahan bunga matahari, banyak pengunjung yang berfoto-foto ria. Pasalnya, Kebun Bunga Matahari Jogja sekilas memang mirip dengan taman-taman bunga di Jepang atau Eropa, sehingga cocok sekali untuk hunting foto dan update di Instagram.

Siapa saja, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, laki-laki atau perempuan, bebas berkunjung dan berfoto di kebun bunga matahari ini. Namun, yang perlu diingat, pengunjung disarankan untuk tidak sampai merusak tanaman-tanaman tersebut. Anda tentu masih ingat dengan kerusakan kebun bunga amarilis di Pathuk, Kidul dulu karena aksi pengunjung yang terlalu berlebihan.

Tiket Kebun Bunga Matahari Jogja

Awalnya, pemilik kebun bunga matahari ini tidak memberlakukan masuk bagi pengunjung yang datang. Namun, karena wisatawan yang datang semakin banyak, mengakibatkan rusaknya tanaman cabai miliknya. Padahal, tanaman cabai tersebut merupakan komoditas yang hendak mereka jual. Pemilik pun sempat berencana untuk menutup objek wisata kebun bunga matahari ini.

Kebun Bunga Matahari Jogja - jogja.tribunnews.com

Kebun Bunga Matahari Jogja – jogja.tribunnews.com

Namun, niatan tersebut diurungkan. Kini, pemilik mengenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke kebun bunga matahari. Ini sebagai pengganti jika tanaman cabai rusak. Untuk pelajar dan warga sekitar, tidak dipungut tiket masuk alias gratis. Sementara, jika wisatawan hendak memetik dan membawa pulang bunga matahari, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000 per orang.

Lihat Juga:   Batuque Hotel, Akomodasi Low Budget di Seberang BNS

“Awalnya, saya tidak memasang tarif (masuk), hanya seikhlasnya. Tetapi, kok banyak pengunjung seenaknya, padahal saya juga khawatir tanaman cabai milik saya gagal panen,” terang Etik. “Karena itu, saya kemudian memasang tarif masuk. Kalau sekarang, saya sudah ikhlas seumpama tanaman cabai saya gagal panen.”

Etik sendiri mengaku bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan dari memungut retribusi. Per hari, warga asli Sanden ini rata-rata bisa mengantongi pendapatan sebesar Rp300 ribu. Bahkan, pernah sekali dia mendapatkan penghasilan Rp1 juta dari tiket masuk kebun bunga matahari. “Yang untung bukan hanya saya, tetapi juga warga sekitar. Karena ramai, ada warga yang buka jasa parkir dan ada yang berjualan makanan,” imbuh Etik.

Dengan harga tiket masuk yang sangat , tidak mengherankan jika kebun bunga matahari ini ramai dikunjungi wisatawan. Pada hari-hari biasa, ratusan wisatawan terlihat datang. Mereka umumnya ingin berfoto-foto, ada yang menggunakan kamera DSLR, tetapi tak sedikit pula yang mengabadikan diri menggunakan kamera telepon pintar. Nah, ketika akhir pekan, pengunjung Kebun Matahari Jogja ini bisa mencapai dua ribu orang.

Kebun Bunga Matahari di Lokasi Lain

Selain di Samas, Yogyakarta, beberapa daerah di Indonesia juga memiliki kebun bunga matahari. Taman Bunga Matahari Salam misalnya, yang terletak di Desa Baturono, Salam, , Jawa Tengah. Dengan harga tiket masuk cuma Rp5.000, pengunjung sudah bisa berswafoto, selain membeli bibit bunga matahari yang telah disediakan.

Lokasi lainnya di Desa Cluntang, Musuk, Boyolali, yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, tidak jauh dari Gunung Merapi. Selain itu, ada juga kebun bunga matahari yang berada di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kediri, kebun bunga matahari di Kebumen, dan kebun bunga matahari di Jalan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, , Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>