Rekomendasi dan Harga Tiket Wisata Desa di Bogor




Desa Wisata Kiarasari - wisatahalimun.co.id
Desa Wisata Kiarasari - wisatahalimun.co.id

Menjadikan Bogor sebagai lokasi liburan, terutama bersama keluarga, memang tepat. Pasalnya, daerah yang cuma berselang dua jam berkendara dari Jakarta ini punya banyak tempat rekreasi yang oke. Kawasan ini tidak hanya menawarkan Kebun Raya Bogor, Indonesia, The Jungle Waterpark, Istana Bogor, atau berbagai air terjun. Ada sejumlah yang tidak cuma asri, tetapi juga menyimpan sejumlah hal menarik lainnya.

Saat ini, objek wisata memang tidak melulu pantai, gunung, perkebunan, danau, air terjun, atau wahana permainan. Ada pula desa wisata, sebuah kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus untuk menjadi tujuan wisata. Umumnya, di desa wisata, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif asli, makanan khas, sistem pertanian, dan sistem sosial.[1] Di luar faktor-faktor tersebut, alam dan lingkungan yang masih asli dan terjaga juga menjadi faktor terpenting dari sebuah kawasan tujuan wisata.[2]

Nah, apabila Anda kebetulan memilih Bogor untuk berlibur bersama keluarga, kerabat, atau teman, kawasan ini juga sudah menyediakan sejumlah desa wisata. Masing-masing desa tentu saja menawarkan keunikan tersendiri, yang mungkin tidak bakal ditemui di daerah lain. Lalu, apa saja yang dapat didatangi ketika sedang liburan ke Bogor?

Malasari

Ini adalah salah satu desa wisata di Bogor yang paling populer. Berlokasi di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Anda bisa menuju Malasari dari Bogor, melewati rute Jl. Raya Leuwiliang-Bogor dan melanjutkan perjalanan menuju Jl. Raya Ace Tabrani. Sementara itu, bagi Anda yang datang dari arah Sukabumi, Anda bisa lewat Jl. Raya Ciawi-Cianjur dan melanjutkan perjalanan menuju Jl. Tangkil-Agrabinta.

Dideklarasikan pertama kali pada tahun 2015 sebagai tempat liburan, Malasari merupakan bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung pariwisata yang didalamnya terjadi interaksi antara penduduk Malasari dengan wisatawan. Selain untuk membangkitkan pariwisata di Bogor Barat, juga bertujuan untuk melestarikan suatu kondisi lingkungan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan masyarakat Malasari dalam bentuk pariwisata yang ramah.

Lihat Juga:   Lembah Ollon, Bukit Teletubbies-nya Tana Toraja yang Eksotis

Hanya membayar tiket masuk seharga Rp12.500 per orang, ada banyak hal yang dapat ditemukan saat liburan ke tempat ini. Lanskap persawahan terasering mungkin akan mengingatkan Anda akan keindahan alam Bali, sedangkan air terjun dan aliran sungai membuat suasana di tempat ini semakin asri dan segar. Tidak hanya itu, Anda pun bisa menyaksikan aktivitas penduduk setempat yang sehari-harinya bercocok tanam dan masih berpegang pada norma-norma leluhur.

Desa Wisata Malasari - genpi.id
Desa Wisata Malasari – genpi.id

Desa Wisata Kiarasari

Desa ini dapat ditemukan di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Terletak di Bogor sisi barat, Desa Wisata Kiarasari masih termasuk dalam buffer zone atau desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), sehingga tidak heran jika kawasan tersebut memiliki pesona alam dan suasana sejuk yang khas, dijamin membuat Anda lupa untuk pulang.

Punya luas sekitar 1 hektar, Desa Wisata Kiarasari menawarkan suasana alam dan pedesaan yang sangat asri. Alamnya punya kontur menarik, berundak dan dikelilingi Hutan Halimun, membuatnya punya tanah yang subur untuk pertanian. Karena itu, tidak heran jika kemudian Desa Kiarasari sering didatangi pelancong yang mencari tempat untuk refreshing dari rutinitas harian.

Tidak cuma itu, Desa Kiarasari juga cocok untuk kawula muda yang hobi camping. Pasalnya, kawasan ini sudah menyediakan tempat khusus untuk mendirikan tenda di dekat lahan pertanian, yang menyuguhkan suasana pedesaan yang tenang. Suguhan lainnya adalah keberadaan Gunung Manapa yang konon menyimpan banyak rahasia Halimun dan kegagahan Curug Kawung dengan gua di dalamnya.

Desa Wisata Kiarasari - wisatahalimun.co.id
Desa Wisata Kiarasari – wisatahalimun.co.id

Desa Wisata Ciasihan

Masih di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, wisata desa yang wajib Anda datangi adalah Desa Wisata Ciasihan, yang terletak di Kecamatan Pamijahan, Bogor. Berada di lereng perbukitan Pasir Luhur dan Kebon Baru, desa ini berbatasan langsung dengan Gunung Kendeng. Sementara itu, di sisi timur, terdapat Kawah Putih yang juga telah menjadi liburan populer.

Berbeda dari dua desa wisata yang telah disebutkan sebelumnya, suguhan utama Desa Wisata Ciasihan adalah minuman kopi. Ada brido (kopi hybrid) yang kabarnya sudah ditanam di desa ini sejak zaman penjajahan Belanda, dengan karakter pohon lebih besar dan lebih tinggi dibandingkan kopi robusta. Menikmati secangkir kopi panas sambil melihat pemandangan sekitar tentu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Lihat Juga:   Referensi Hotel Dekat Delta Plaza dan WTC Surabaya, Harga Kompetitif

Untuk wisatawan yang belum puas, Desa Wisata Ciasihan juga memiliki setidaknya 10 air terjun, termasuk Curug Seribu berketinggian 170 meter, Curug Ciparay, Curug Emas Pindang Gading, Curug Ciasmara Batu Bolong, dan Curug Cipancur Karang Aswad, dengan harga tiket mulai Rp10 ribuan saja. Sementara untuk penginapan, sudah ada empat camping ground serta setidaknya 12 rumah penduduk yang telah disulap menjadi homestay.

Desa Wisata Ciasihan - udaindra.blogspot.com
Desa Wisata Ciasihan – udaindra.blogspot.com

Desa Wisata Tapos 1

Alternatif wisata desa lainnya yang dapat Anda kunjungi saat liburan ke Bogor adalah Desa Wisata Tapos 1, yang berlokasi di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Tempat ini bahkan wajib didatangi karena sempat masuk 10 besar desa wisata terbaik di Indonesia pada tahun 2014 lalu. Hal tersebut sudah membuktikan kalau Desa Wisata Tapos memang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Saat ke desa ini, Anda dapat mengunjungi Setu Kigandul, sebuah danau buatan yang berada di tengah kawasan camping ground, di kawasan hutan pinus dengan tingkat kerapatan vegetasi yang masih dapat dimasuki cahaya matahari. Di sebelah utara camping ground, terdapat air terjun yang terkenal dengan nama Curug Ciputri. Curug Ciputri memiliki dua susunan ngarai dengan air berwarna hijau tosca.

Untuk mereka yang suka menjelajah alam, trekking menembus hutan pinus juga layak dicoba. Wisatawan dapat menelusuri jalan setapak dari camping ground Ciputri menuju situs peradaban Cibalay, yang memakan waktu sekitar satu jam berjalan kaki. Tidak usah khawatir lelah, karena Anda akan terhipnotis dengan setidaknya sembilan air terjun di sepanjang perjalanan.

[1] Zakaria, Faris dan Rima Dewi S. 2014. Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Jurnal Teknik POMITS, Vol. 3(2): 245-249.

[2] Yoeti, Oka A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Penerbit Angkasa.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan