Bukit Doa Mahawu, Spot Retret Damai Harga Tiket Murah




Bukit Doa Mahawu - pigunigu.com
Bukit Doa Mahawu - pigunigu.com

Tomohon menjadi salah lokasi menarik untuk dijadikan berlibur jika kebetulan Anda merencanakan perjalanan ke Utara. Pasalnya, bekas salah satu kecamatan Kabupaten Minahasa tersebut punya beragam destinasi kece untuk refreshing. Nah, jika Anda membutuhkan spot yang tenang sekaligus punya pemandangan keren, Anda bisa meluncur ke Bukit DoaMahawu.

Lokasi Bukit Doa Mahawu

Bukit DoaMahawu dapat Anda temukan di kawasan Kakaskasen Tiga, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Jika Anda bertolak dari Kota Manado, Anda bisa berkendara sekitar 40 hingga 60 menit menggunakan kendaraan bermotor, tergantung kondisi lalu lintas. Sebenarnya, jarak antara Manado dengan Tomohon tidak terlalu jauh, cuma 30 km. Namun, karena yang dilalui cukup menantang, dengan jalur yang sempit dan berkelok-kelok, maka durasi waktu yang diperlukan memang agak lama.

Jika titik keberangkatan Anda adalah RS TNI WolterMonginsidi di Kota Manado, Anda bisa berkendara ke arah selatan melewati Jalan 14 Februari 9 menuju Jalan 14 Februari dengan durasi waktu sekitar 3 menit. Perjalanan bisa dilanjutkan menuju Jalan Raya Manado-Tomohon ke Jalan Lingkar Timur dengan durasi waktu sekitar 43 menit. Telusuri Jalan Lingkar Timur, lalu menuju Kakaskasen Tiga dengan waktu tempuh sekitar 7 menit.

Pesona Bukit Doa Mahawu

Dibuka pertama kali pada tahun 2006, tepatnya tanggal 14 September bertepatan dengan Hari Raya Salib Suci, Bukit Doa Mahawu langsung menjadi wisatawan untuk menghilangkan penat. Pasalnya, berlokasi di bawah kaki Gunung Mahawu, tempat ini memang menawarkan pemandangan yang menakjubkan plus suasana damai dengan luas sekitar 132 hektare.

Dengan background Gunung Lokon di kejauhan, salah satu gunung berapi aktif di Manado, view yang ditawarkan Bukit Doa Mahawu sangat kece. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian banyak calon pengantin yang menjadikan bukit ini sebagai lokasi untuk foto pre-wedding. Tidak cuma calon mempelai, tak sedikit pula wisatawan yang juga tertarik mengabadikan diri di tempat ini.

Lihat Juga:   Taman Telaga Cebong, Spot Wisata Sekaligus Camping Terbaik Sebelum Mendaki Bukit Sikunir
Bukit Doa Mahawu - @Armigo Melleng
Bukit Doa Mahawu – @Armigo Melleng

Mengedepankan konsep “Sinergi Alam, Bangunan, dan Rohani”, bukanlah isapan jempol. Seluruh bangunan di Alamanda Retreat dijuluki pengunjung sebagai “rumah pohon”. Penyebutan rumah pohon itu terkait dengan tata ruang dan bentuk rumahnya yang mengadopsi rumah panggung adat Minahasa. Tak hanya itu, berada di tengah hutan, sisi kanan-kirinya masih mempertahankan pohon-pohon besar.

Ketika tiba di tempat ini, wisatawan dapat menemukan enam unit bangunan di kompleks Alamanda Retreat. Empat unit dipakai untuk istirahat, sedangkan dua unit lainnya dipakai untuk ruang meeting dan ruang makan. Unit-unit itu memang didesain untuk rombongan yang ingin bermeditasi dan berkontemplasi dari kebisingan dan rutinitas keseharian.

Alamanda Retreat adalah salah satu fasilitas wisata rohani Bukit DoaMahawu yang secara fungsional terpadu dengan fasilitas yang lain. Tak jauh dari rumah retreat, hanya berjalan kaki sekitar tujuh menit, Anda dapat menjumpai Chapel Mahawu, Amphitheater, dan Jalan Salib. Di dekat Amphitheater, terdapat kantin dan tempat doa yang lebih kecil lagi, dengan bangku dan lapangan terbuka yang cukup luas. Dari situ, jika pengunjung berjalan mengikuti jalan aspal menurun, akan menemukan Gua Maria berukuran cukup besar.

Patung Bunda Maria yang terbuat dari tembaga nampak di antara rimbunnya pepohonan. Mata air yang terdapat di situ sesekali menetes membasahi patung. Di depan gua, bisa ditemukan kolam dengan jembatan di bagian tengahnya, di ujung jembatan terdapat lorong yang ternyata adalah akhir dari Jalan Salib. Ya, Jalan Salib ternyata bermula dari bagian lain dan berakhir di dekat Gua Maria.

Meski secara umum difungsikan sebagai tempat berdoa, ternyata pengunjung juga dapat menikmati aktivitas berbau alam ketika berwisata ke Bukit DoaMahawu. Pasalnya, pengelola telah menyediakan fasilitas outbound dan rekreasi. Sengaja diletakkan sedikit jauh dari Gua Maria dan kapel untuk ketenangan beribadah, terdapat menara dengan lintasan flying fox yang cukup panjang.

Lihat Juga:   Villa Matahari Batu, Penginapan Keluarga Tarif Rp700 Ribuan

Harga Masuk Bukit Doa Mahawu

Untuk bisa mengeksplorasi keindahan Bukit DoaMahawu, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pasalnya, harga tiket masuk tempat ini memang relatif terjangkau, hanya Rp20 ribu per orang. Dengan membayar biaya tersebut, wisatawan juga akan mendapatkan kupon makanan dan minuman yang bisa ditukarkan di lokasi, yang berlaku untuk dua orang.

Bukit Doa Mahawu - traverse.id
Bukit Doa Mahawu – traverse.id

Umumnya, wisatawan yang rekreasi ke tempat ini adalah yang berasal dari Kota Manado, sekitar 85 persen. Ini disebabkan Kota Manado berlokasi cukup dekat dengan Bukit Doa Mahawu. Kebanyakan datang bersama rombongan, meski ada juga yang berkunjung bersama . Karena, tempat ini tidak cuma menyediakan spot yang elok, melainkan juga sebagai tempat ziarah dan berdoa.[1]

Penginapan di Bukit Doa Mahawu

Sering dijadikan lokasi gathering dan retret, kawasan Bukit Doa Mahawu pun sudah dilengkapi dengan fasilitas penginapan. Setidaknya, ada tiga yang disediakan, yakni Standard, Deluxe, dan Superior. Jika ingin menginap, tamu akan dikenakan rata-rata Rp200 ribu per malam per orang, sudah termasuk tiga kali makan dan dua kali snack, namun belum termasuk service charge.

Fasilitas di dalam penginapan bisa dibilang cukup memadai. Ketika bermalam, pelancong akan menemukan -kamar dengan kapasitas mulai 3 hingga 8 orang, sudah didukung mandi (ada yang di dalam dan ada yang di luar), extra bed, teras, ruang tamu, ruang makan, di semua unit mandi, ruang meeting kapasitas 100 orang, hingga selimut.

[1]Aibekob, Fince dkk. 2014. Daya Tarik Wisata Alam Bukit DoaMahawuTomohon Berdasarkan Aspek Pengunjung. E-journal Universitas Sam Ratulangi, Vol. 5(1).




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan