Jalur Pendakian Gunung Lawu, Ini Rekomendasi Penginapan di Cemoro Kandang




Jalur pendakian Gunung Lawu di Cemoro Kandang (sumber: travelspromo)
Jalur pendakian Gunung Lawu di Cemoro Kandang (sumber: travelspromo)

Apabila Anda mengaku sebagai pendaki gunung sejati dan pernah menaklukkan Gunung Lawu, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan daerah bernama Cemoro Kandang. Ini adalah salah satu jalur pendakian menuju Gunung Lawu dan terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sering disinggahi banyak pendaki dari luar kota, di Cemoro Kandang pun sudah tersedia penginapan meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dari sekian banyak gunung yang ada di Pulau Jawa, Gunung Lawu termasuk salah satu gunung yang diincar sebagian besar pendaki. Salah satu daya tarik utama Gunung Lawu adalah dipenuhi sejumlah mitos yang membuat sebagian orang penasaran dan akhirnya berkunjung ke sana.[1] Salah satu mitos yang cukup terkenal adalah pasangan yang mengunjungi Telaga Wahyu di lereng Gunung Lawu konon akan mengalami pertengkaran dan akhirnya berpisah.[2]

Terletak di antara dua provinsi, Gunung Lawu memiliki dua jalur pendakian resmi jika berangkat dari Karanganyar, yakni lewat Cemoro Kandang dan Candi Cetho.[3] Sementara itu, apabila bertolak dari Kabupaten Magetan, pendaki bisa melewati jalur Cemoro Sewu, sedangkan titik keberangkatan dari Kabupaten biasanya di Jamus, tetapi kurang efisien karena memutar.

Dari sekian jalur tersebut, sebagian pendaki lebih memilih menggunakan jalur Cemoro Kandang. Pasalnya, selain bisa digunakan sebagai titik keberangkatan, Cemoro Kandang sekarang juga sudah disulap sebagai tempat wisata. Saat berkunjung ke kawasan ini, wisatawan dapat menyaksikan panorama dari ketinggian, bahkan view Karanganyar dan Kota Solo. Tidak hanya itu, jika cuaca sedang cerah, akan tampak Telaga Sarangan di kejauhan.

Lalu, bagaimana dengan fasilitas penginapan yang disediakan? Umumnya, pendaki yang datang ke Cemoro Kandang untuk tujuan mendaki Gunung Lawu memang mendirikan tenda sendiri. Namun, ada juga beberapa warga sekitar yang mendirikan penginapan untuk pelancong wisata, meski jumlahnya belum terlalu banyak. Berikut referensi penginapan yang dapat Anda temukan di Cemoro Kandang dan sekitarnya.

Lihat Juga:   Villa Parikesit Batu, Akomodasi Luxury di Jalan Dewi Sartika

Family’s Homestay Cemoro Kandang Park

Family’s Homestay Cemoro Kandang Park (google: anis susilowati)
Family’s Homestay Cemoro Kandang Park (google: anis susilowati)

Akomodasi ini beralamat di Cemoro Kandang, Jalan Lawu KM 1, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Cemoro Kandang Park berjarak sangat dekat dengan pintu masuk pendakian Gunung Lawu karena berada persis di sisi timurnya. Apabila pelancong berangkat dari pusat Karanganyar, bisa berkendara sekitar 20 sampai 30 menit untuk tiba di tempat ini.

Menurut ulasan sejumlah wisatawan yang sempat mampir, Cemoro Kandang Park sebenarnya merupakan tempat terpadu. Saat ke destinasi ini, pelancong akan menemukan playground, kafe, live music, paket outbound, gazebo, rumah pohon, dan penginapan. Karena itu, tempat ini diklaim sangat cocok dijadikan lokasi rekreasi bersama keluarga atau rombongan kecil.

Lalu, berapa biaya yang perlu dibayarkan untuk bisa menginap di Family’s Homestay? Sayangnya, pihak pengelola enggan membocorkan menginap melalui media publik. Namun, jika wisatawan ingin camping sekaligus mengendarai jeep, ada paket menarik dengan harga Rp330 ribuan per orang. Untuk informasi lebih detail dan melakukan reservasi, bisa menghubungi nomor ponsel 0822 4086 6248.

Di’oners

Di’oners (sumber: heysperiks.com)
Di’oners (sumber: heysperiks.com)

Tempat inap ini terletak di kawasan Gondosuli Kidul, Gondosuli, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Di’oners berada persis di sebelah barat pos pendakian Gunung Lawu jalur Cemoro Kandang. Apabila wisatawan berangkat dari pusat Karanganyar, perlu berkendara sekitar 20 menit untuk tiba di tempat ini, sedangkan perjalanan dari Cemoro Sewu hanya sekitar lima menit berkendara.

Dilansir dari papan nama penginapan, Di’oners mendeklarasikan diri sebagai homestay container, yang menawarkan camping ground, outbound area, dan garden party. Selain pemandangan khas yang hijau dan udara yang dingin, wisatawan juga akan mendapatkan fasilitas seperti air panas untuk menghangatkan diri, ranjang yang nyaman, serta akses Wi-Fi secara cuma-cuma.

Lihat Juga:   Wisma Pakuan, Akomodasi Modern dan Murah di Jantung Kota Bogor

Sayangnya, hingga artikel ini ditayangkan, belum diperoleh bocoran informasi mengenai harga sewa homestay per malam di lokasi ini. Namun, jika Anda penasaran, bisa menanyakan langsung ke pengelola dengan menghubungi nomor kontak 0853 2933 5077 dan 0815 7589 9797. Anda pun bisa menanyakan dan ketersediaan kamar langsung di lokasi penginapan.

Bukit Sakura Lawu

Bukit Sakura Lawu (sumber: dakatour.com)
Bukit Sakura Lawu (sumber: dakatour.com)

Apabila Anda ingin camping tetapi enggan mendaki Gunung Lawu, Anda bisa langsung meluncur ke Bukit Sakura Lawu. Terletak di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, tempat ini memang menawarkan camping ground yang lapang, yang cocok untuk keluarga. Lokasi tepatnya berada di seberang pos pendakian Gunung Lawu jalur Cemoro Kandang.

Menurut ulasan pengunjung yang pernah datang, Bukit Sakura Lawu menawarkan camping ground yang nyaman untuk family camp. Lahannya cukup lapang, sedangkan fasilitasnya juga lumayan memadai. Saat berkemah di tempat ini, wisatawan dapat menemukan toilet yang cukup bersih, tempat beribadah, serta permainan anak. Turis juga bisa camper van, dengan mobil dapat diletakkan di samping tenda.

Nah, untuk merasakan sensasi camping di Bukit Sakura Lawu, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang, ditambah biaya camping sebesar Rp15 ribuan per malam. Sementara itu, jika kebetulan tidak membawa tenda, dapat menyewa tenda dengan harga Rp60 ribuan per malam. Apabila Anda tertarik, pemesanan tempat dapat dilakukan dengan menghubungi nomor ponsel 0853 3512 4226.

[1] Pratiwi, Mirza Krisna Gita. 2017. Mitos-Mitos di Gunung Lawu: Analisis Struktur, Nilai Budaya, dan Kepercayaan. Bapala, Vol. 4(1): 1-11.

[2] Ibid.

[3] Isdyantoko, Bagus Andi. 2018. Penentuan Jalur Pendakian Baru Gunung Lawu Menggunakan Analisis Least Cost Path, Crossing Kontur, dan Analisis Lapangan di Wilayah Kabupaten Ngawi (Skripsi). S1 Kartografi dan Penginderaan Jauh UGM.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan