Sebagian besar dari Anda mungkin masih asing dengan Bayung Lencir. Ini adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dilewati Jalan palembang-Jambi atau Jalan Lintas Sumatera. Kurang terkenal sebagai daerah wisata dan lebih sering cuma dijadikan lokasi transit, memang tidak banyak penginapan yang dapat Anda temukan di daerah tersebut, termasuk hotel.
Memiliki penduduk yang sebagian besar bekerja sebagai petani sawit dan karet, tidak banyak yang tahu bahwa Bayung Lencir merupakan salah satu kawasan di Sumatera Selatan yang menjadi tujuan transmigrasi orang bali. Masyarakat Bali kabarnya sudah bermigrasi ke Bayung Lencir sejak dekade 1980-an silam, terutama menuju Desa Bayat Ilir dan Mendis.[1]
Sayangnya, untuk sektor pariwisata, nama Bayung Lencir memang kurang begitu bergema. Padahal, ada beberapa tempat wisata yang cukup menarik dikunjungi, seperti Desa Wisata Pesona Meara Talang dan kehidupan Suku Kubu Kandang di Desa Muara Bahar. Mungkin karena itu, sangat sulit menemukan penginapan di kawasan tersebut, apalagi hotel. Lalu, apa saja tempat bermalam yang sudah dibangun di Bayung Lencir?
Hotel Mella Putri
Penginapan ini beralamat di Jalan Palembang-Jambi, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Hotel Mella Putri berada sangat dekat dengan Kantor Kelurahan Bayung Lencir, cuma berjarak 350 meter atau empat menit berjalan kaki. Sementara itu, apabila wisatawan hendak menuju Kolam Pemancingan Chacha, dapat berjalan kaki sekitar enam menit dari properti ini, dan jarak menuju Taman Bayung Lencir hanya 900 meter.
Menurut ulasan sejumlah tamu yang pernah menginap, Hotel Mella Putri merupakan akomodasi setara hotel berbintang. Dekat dengan pasar kecamatan, tempat tersebut lumayan memadai untuk dijadikan lokasi transit atau beristirahat sejenak. Namun, beberapa traveler mengeluhkan kondisi kamar yang kurang terawat serta fasilitas yang terbilang masih kurang.
Secara tampilan, sebenarnya Hotel Mella Putri punya bangunan yang cukup bersih dan eye catching, meskipun memang tidak terlalu luas. Fasilitas yang ditawarkan pun bisa dikatakan lumayan memadai. Saat bermalam, pelancong dapat menikmati tidur di ranjang berukuran medium, menyaksikan hiburan di televisi layar datar, serta dapat membersihkan diri di kamar mandi dalam dengan toilet duduk dan wastafel.

tarif Hotel Mella Putri
| Tipe Kamar | Tarif per Malam |
| Standard Room | Rp250.000 |
| Superior Room | Rp270.000 |
| Deluxe Room | Rp400.000 |
| Executive Deluxe Room | Rp420.000 |
Informasi harga sewa kamar Hotel Mella Putri di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk bocoran beberapa pengunjung. Perlu Anda catat bahwa biaya sewa kamar Hotel Mella Putri tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk memperoleh informasi lebih lengkap atau melakukan reservasi, Anda dapat datang langsung ke lokasi atau menghubungi 0811 7461 333.
Hotel Berkah Lestari
Tempat bermalam ini juga dapat Anda temukan di Jalan Palembang-Jambi, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Jarak Hotel Berkah Lestari menuju pusat Bayung Lencir memang lumayan jauh, berkisar 25 km atau 40 menit berkendara. Sementara itu, apabila pelancong ingin berenang, bisa meluncur ke Kolam Renang Mini Hegar yang cuma berselang 2,8 km.

Tarif Hotel Berkah Lestari
| Tipe Kamar | Tarif per Malam |
| Kamar Keluarga 1 Bed | Rp250.000 |
| Kamar Driver | Rp100.000 |
Daftar biaya sewa kamar Hotel Berkah Lestari di atas kami peroleh dari berbagai sumber, termasuk pengakuan sejumlah wisatawan yang pernah menginap. Perlu Anda ingat bahwa tarif sewa kamar Hotel Berkah Lestari tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Apabila tertarik singgah, pemesanan kamar dapat dilakukan langsung di lokasi atau menghubungi 0813 6608 8484.
Penginapan Aqbar
Tidak jauh dari Hotel Mella Putri, ada Penginapan Aqbar yang juga berada di Jalan Palembang-Jambi (Lintas Sumatera), tepatnya No. 25, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Tempat bermalam tersebut cuma berjarak 350 meter dari Polsek Bayung Lencir, sedangkan jika wisatawan hendak menuju Taman Bayung Lencir, dapat berjalan kaki sekitar 9 menit dari akomodasi ini.
Belum banyak ulasan yang membahas mengenai Penginapan Aqbar. Namun, menurut pengakuan beberapa traveler yang pernah menginap, akomodasi tersebut termasuk salah satu dari sedikit penginapan yang dapat ditemukan di Bayung Lencir. Bangunannya cukup sederhana, dengan fasilitas yang bisa dibilang mirip hotel kelas melati.
Lalu, berapa biaya yang perlu dibayarkan untuk bisa menginap satu malam di tempat tersebut? Beberapa pengunjung mengaku merogoh kocek Rp200 ribuan untuk bermalam di Penginapan Aqbar. Tentu saja tarif sewa kamar akomodasi ini tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk mendapatkan informasi lebih detail, Anda dapat menghubungi 0852 1210 9067.
Penginapan JMY Group Syariah

Tempat inap lainnya yang dapat Anda temukan di Bayung Lencir adalah Penginapan JMY Group Syariah. Akomodasi ini juga terletak di Jalan Palembang-Jambi, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Jarak properti menuju Kolam Pemancingan Chacha cuma 98 meter atau satu menit berjalan kaki. Sementara itu, jika tamu hendak bepergian ke Pasar Baru Bayung Lencir, dapat berkendara selama tujuh menit dari akomodasi.
Seperti halnya Penginapan Aqbar, Penginapan JMY Group Syariah juga dapat dikatakan sebagai tempat bermalam sederhana yang berada di Bayung Lencir. Tidak ada hal istimewa yang ditawarkan akomodasi tersebut. Meski demikian, fasilitas yang disediakan pengelola termasuk worth it, seperti kamar-kamar yang bersih serta sarapan gratis setiap pagi selama tamu menginap.
Mengenai tarif sewa kamar, sayangnya belum ada bocoran harga sewa Penginapan JMY Group Syariah. Namun, biaya sewanya mungkin tidak berbeda jauh dengan akomodasi sebelumnya, yakni mulai Rp200 ribuan per malam atau malah di bawahnya. Nah, apabila Anda penasaran dan bertanya-tanya, disarankan untuk datang langsung ke lokasi atau menghubungi pengelola lewat nomor 0822 8263 2727.
[1] A., Efrianto, 2015. Migrasi Orang Bali ke Bayung Lencir. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, Vol. 1(2): 62-78.






