Di masa lalu, Kamboja mungkin hanya dikenal lewat kekejaman pemberontakan Khmer Merah dan rezim Pol Pot yang kejam. Tak disangka, negara yang bertetanggaan dengan Laos, vietnam, dan thailand ini menyimpan banyak potensi-potensi wisata dan keindahan alam.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berbeda saat berkunjung ke Kamboja, berikut ini adalah beberapa destinasi wisata yang wajib Anda singgahi di Kamboja.
kuil Bayon
Di semua sisi kuil Bayon, Anda bisa menemukan lebih dari 200 pahatan wajah yang kesemuanya berbeda. Salah satu pahatan wajah yang paling populer adalah gambar pria tersenyum yang diyakini sebagai wajah Raja Jayavarman VII.
Koh Ker
Koh Ker merupakan ibukota Kerajaan Khmer di tahun 928 M hingga 944 M. Dalam jangka waktu yang cukup singkat tersebut, telah dibangun beberapa bangunan megah dan patung-patung yang luar biasa memukau. Beberapa diantaranya adalah kuil piramida setinggi 30 meter yang menjulang tinggi di tengah hutan dan semak.
Angkor Wat
Angkor Wat merupakan sebuah kuil yang dibangun oleh Raja Suryavarman II pada abad ke-12. Kuil ini memiliki menara setinggi 213 meter dan dianggap sebagai rumah dewa-dewi dalam kepercayaan Hindu masyarakat Kamboja.
Kratie
Kratie adalah sebuah kota kecil yang terletak di tepi Sungai Mekong. Kota ini didominasi bangunan-bangunan kuno peninggalan kolonial Perancis. Di sini, Anda juga bisa menyaksikan lumba-lumba Irrawaddy yang hanya hidup di sungai Mekong. Lumba-lumba ini dinyatakan sebagai hewan langka dan populasinya hanya tinggal 66-88 ekor saja.
pagoda Perak
Pagoda ini terletak di dalam kompleks Royal Palace di Phnom Penh. Dinding dalam Pagoda Perak ini dihiasi dengan mural mitos Ramayana yang dibuat oleh 40 seniman Khmer pada tahun 1903–1904. Pagoda Perak ini menyimpan banyak harta negara di dalamnya, diantaranya ada patung Buddha berbahan emas, kristal Buddha yang telah berusia 17 abad, dan Maitreya Buddha emas seukuran manusia yang bertaburkan 9.584 berlian.
museum Tuol Sleng Genocide dan Killing Field
Bagi Anda yang penasaran dengan kengerian yang ditinggalkan oleh masa kekuasaan Pol Pot, di Phnom Penh berdiri Museum Tuol Sleng Genocide. Museum ini dulunya adalah sebuah bangunan sekolah SMA yang dijadikan sebagai penjara dan tempat penyiksaan tawanan.
Lebih dari 17.000 nyawa melayang pada periode singkat kepemimpinan Khmer Merah (1975-1978). Korban-korban tersebut disiksa di dalam bangunan Museum Tuol Sleng Genocide lalu kemudian dibantai di Killing Field di Choeung Ek yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari Phnom Penh.
Killing Field hingga kini masih menyisakan bekas-bekas kekejaman Pol Pot melalui sebuah audio tour. Sekitar 8.000 tulang tengkorak dipajang di dalam lemari kaca untuk mengenang banyaknya korban yang dieksekusi kala itu. Terdapat 129 kuburan masal yang 43 diantaranya tidak digali hingga saat ini.
