Wisma Perdamaian, Gedung Bersejarah untuk Wisata Nostalgia di Kota Semarang




Wisma Perdamaian - wikimapia.org

Selain Lawang Sewu, ternyata juga memiliki berbagai objek wisata yang tak kalah menarik lainnya. Salah satu wilayah yang juga memiliki catatan penting dalam era kemerdekaan Republik Indonesia adalah kawasan Tugu Muda. Sejak dulu, Tugu Muda menjadi pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan, dan juga perjuangan kemerdekaan RI.

Wisma Perdamaian - wikimapia.org
Perdamaian – wikimapia.org

 

Di sekitar wilayah tersebut berdiri beberapa gedung bersejarah seperti Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, hingga Wisma Perdamaian atau yang kerap dijuluki oleh masyarakat dengan sebutan Wisper. Wisma Perdamaian adalah sebuah bangunan bersejarah sekaligus sebuah wisata ikonik yang berada di Jl. Imam Bonjol No. 209, Pendrikan Lor, Semarang Tengah, Jawa Tengah, 50131, Indonesia. Bangunan yang berada di bundaran Tugu Muda ini memiliki lahan seluas 15.000 m2 dengan luas total bangunan mencapai 6.500 m2.

Gedung Wisma Perdamaian ini sendiri adalah revitalisasi dari bekas komplek APDN yang merupakan bangunan kuno aset Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah. Usai dipugar, Wisma Perdamaian tersebut menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Tengah untuk menggantikan Puri Gedeh.

Akan tetapi pada perjalanannya, setelah era Gubernur Suwardi, para gubernur yang menjabat beralih memakai Puri Gedeh di daerah Gajahmungkur sebagai rumah dinasnya dan membiarkan gedung yang dijuluki Wisper tersebut untuk dijadikan kegiatan pemerintahan provinsi.

Wisma Perdamaian alias De Vredestein sudah ada sejak zaman pendudukan Belanda. Wisma ini dulunya adalah bangunan utama dari kompleks miliki Nicolaas Hartingh, salah satu pejabat VOC yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Utara Bagian Pesisir Timur pada tahun 1754-1761. Namun bangunan tersebut kemudian hanya menjadi rumah singgah Gubernur Jenderal dan selanjutnya dipakai sebagai rumah jabatan Residen Semarang.

Bangunan yang cukup besar dan letaknya sangat strategis ini memang bukan berfungsi sebagai penginapan untuk umum. Meski demikian, yang ada di dalamnya tergolong sangat lengkap. Wisma Perdamaian memiliki olahraga berupa sebuah dan lapangan tenis di halaman belakang gedung.

Hingga kini Wisma Perdamaian kerap dimanfaatkan untuk menerima tamu-tamu kenegaraan dan juga digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan beragam kegiatan pendidikan, budaya, dan juga kesenian. Bahkan pada saat bulan Ramadan Wisma Perdamaian juga sering dijadikan tempat menyelenggarakan salat tarawih berjamaah.

Gubernur Jawa Tengah yang menjabat saat ini, Ganjar Pranowo justru mempersilakan seluruh kalangan masyarakat memanfaatkan Wisma Perdamaian untuk kegiatan-kegiatan bertema musik, kesenian, maupun kebudayaan supaya Kota Semarang juga lebih berwarna.

Karena masih berada dalam pengelolaan Pemda, sampai saat ini Wisma Perdamaian dibuka untuk umum meskipun tak secara khusus menyediakan paket wisata atau sebagainya. Para warga dibebaskan untuk mengunjungi Wisma Pemuda dalam rangka keperluan sekadar nostalgia, berfoto-foto ria, atau bahkan untuk kepentingan penelitian.

Lihat Juga:   Referensi Penginapan Oke di Selayar, Sulawesi Selatan




Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*