Wisata Djaman Doeloe di Kampung Kemasan Gresik

BUKAN tanpa alasan Kampung Kemasan dipilih sebagai pergelaran tahunan Gresik Djaman Doeloe. Berdasar catatan , Kampung Kemasan mulai ada sekitar 1895-an. Kawasan itu masuk kawasan kota lama Gresik. Salah satu keistimewaan kampung tersebut adalah masuk kawasan multietnis yang memiliki artefak unik.

Sentuhan Eropa dapat dilihat pada tampak depan bangunan. Umumnya memiliki susunan anak tangga yang makin kecil ke atas dengan tiang-tiang bergaya doria dan ionia, serta pintu jendela berukuran besar dengan lengkunglengkung di bagian atas. Sedangkan unsur Tiongkok setidaknya tampak pada sejumlah ornamen maupun hio di gerbang rumah.

Bacaan Lainnya

Menurut Oemar Zainuddin, ragam bangunan yang terdapat di Kampung Kemasan tidak terlepas dari sejarah awal keberadaan bangunan-bangunan yang ada. Misalnya, bangunan bergaya Tiongkok karena terbawa pengaruh dari orang yang kali pertama tinggal di sana. Yakni, saudagar asal Tiongkok yang sebagai pembuat emas. Saudagar itu bernama Bak Liong. Konon, karena profesi Bak Liong itulah, kampung tersebut bernama Kemasan.

Sepeninggal Bak Liong, kampung menjadi mangkrak. Sampai akhirnya ada seorang pengusaha kulit bernama H Djaenoeddin B.H. Oemar. Dia membeli bangunan-bangunan di kampung tersebut dari tangan keluarga Bak Liong. Waktu berjalan, usaha Oemar terus berkembang hingga berhasil mendirikan pabrik kulit di Kebungson. Letaknya di dekat Kemasan. Usaha kulit Oemar mengalami masa keemasan pada 1896–1916.

Menurut Oemar Zainuddin, hingga kini Kampung Kemasan kerap kedatangan asing. “Ada yang datang dari Eropa seperti , Prancis, dan negara lain. Juga tamu-tamu dari negara Asia,” ungkapnya.

Kepala Disbudparpora Siswadi Aprilianto berharap, melalui event seperti Gresik Djaman Doeloe bisa lebih memperkenalkan Gresik ke dunia luar. “Kita berharap, ke depan potensi ini akan menjadi ikon Gresik dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara,” katanya. (yad/c4/hud/jpnn)

Pos terkait