Hemat Waktu dan Biaya, Ini Wisata Dekat Bandara Ngurah Rai Bali




Pasar Seni Kuta - phinemo.com
Pasar Seni Kuta - phinemo.com

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan saat berkunjung ke Bali. Jika Anda kebetulan juga berlibur ke Pulau Dewata melalui akses ini, tidak perlu bingung-bingung mencari tempat . Pasalnya, ada sejumlah spot keren di dekat bandara yang dapat Anda datangi, bahkan banyak di antaranya tanpa sepeser pun alias gratis.

Satria Gatotkaca

Rekomendasi pertama dekat Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah Taman Satria Gatotkaca. Wisatawan dapat menemukan destinasi ini di Jalan Raya Tuban No. 1, Kabupaten Badung. Jika Anda bertolak dari banda, lokasi taman ini berada di pertigaan Jalan Raya Airport Ngurah Rai, Jalan Raya Tuban, dan Jalan Raya Tol Mandiri, yang merupakan jalur keluar bandara.

Diresmikan pertama kali pada tahun 1993 silam, Taman Satria Gatotkaca tampil cukup megah, dengan beberapa patung kuda berwarna putih yang mengelilingi sosok Gatotkaca di dalamnya. Landmark ini sangat pas dijadikan spot foto, menandakan bahwa Anda pernah berkunjung ke Pulau Dewata. Oh ya, keunggulan lain tempat wisata ini adalah tidak memungut masuk alias gratis.

Taman Satria Gatotkaca - www.kintamani.id
Taman Satria Gatotkaca – www.kintamani.id

Taman I Gusti Ngurah Rai

Masih berbicara tentang taman, spot wisata lainnya di yang juga berada cukup dekat dengan bandara adalah Taman I Gusti Ngurah Rai. Taman ini dinamakan demikian karena di tengah-tengahnya terdapat sosok patung I Gusti Ngurah Rai. Jika Anda belum familiar, I Gusti Ngurah Rai adalah salah sosok pahlawan asli , berasal dari Kabupaten Badung, dan memiliki pasukan bernama Ciung Wanara.

Terletak sekitar 450 meter dari Taman Satria Gatotkaca, spot wisata yang satu ini juga tidak boleh Anda lewatkan ketika baru saja turun dari pesawat. Di taman ini, pelancong dapat melihat pesawat sedang landing atau take off dari jarak dekat. Bahkan, beberapa waktu lalu, pemerintah setempat telah menambah sejumlah , termasuk tempat parkir kendaraan.

Ekowisata Mangrove Wanasari

Objek wisata lainnya yang juga terletak tidak jauh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah Ekowisata Mangrove Wanasari. Kerap juga disebut Ekowisata Tuban Bali, tempat ini berada di Jalan By Pass Ngurah Rai No. 1, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung. Sudah eksis sejak tahun 2009 silam, sebagai spot , tempat ini juga memberi dampak positif bagi para nelayan, karena berfungsi sebagai lokasi budidaya kepiting.

Saat liburan ke Ekowisata Mangrove Wanasari, turis akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Perpaduan hutan mangrove, jembatan kayu dan bambu, perairan, serta pesawat yang sesekali melintasi udara, menghadirkan pengalaman yang sedikit berbeda. Bagi mereka yang ingin berwisata di tempat yang sejuk dan teduh, sekalian berfoto-foto ria, spot ini wajib didatangi.

Pantai Kelan

Banyak yang bilang, tidak lengkap berkunjung ke Bali tanpa singgah di salah satu pantainya. Nah, dari sekian banyak pantai yang ada di Pulau Dewata, salah satu yang cukup dekat dengan bandara adalah Pantai Kelan. Anda bisa menemukan tempat wisata ini di belakang airport, tepatnya di sebelah selatan landasan pacu bandara, dengan pemandangan sunset yang menakjubkan.

Mulai booming beberapa tahun belakangan, Pantai Kelan memiliki pasir berwarna hitam, serta sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, seperti penyewaan kano, sewa pelampung, hingga dengan sajian seafood yang menggoda. Menikmati hidangan seafood sambil memandangi matahari terbenam di sore hari tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup.

Pantai Kelan - blog.airpaz.com
Pantai Kelan – blog.airpaz.com

Pantai Jerman

Selain Pantai Kelan, Anda pun bisa berkunjung ke Pantai Jerman saat baru tiba turun di bandara. Kedua pantai ini sendiri hanya dipisahkan oleh landasan pacu Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dinamakan demikian, karena konon dulunya kawasan pantai tersebut menjadi tempat permukiman warga Jerman. Benar atau tidak, suasana di pantai ini sangat cocok untuk mereka yang ingin refreshing atau menenangkan diri.

Pantai yang eksotis dan sangat memesona ini memiliki pasir putih kecokelatan dan lembut. Jika Anda berkunjung pada waktu sore hari, Anda dapat menyaksikan dan menikmati sunset atau matahari tenggelam ke peraduan yang dihiasi oleh warna langit yang berwarna merak. Hanya berselang 10 menit dari motor dari bandara, pengunjung cuma ditarik parkir sebesar Rp2.000 per kendaraan.

Upside Down World Bali

Nah, kalau Anda ingin wisata yang tidak biasa dan kekinian, bisa langsung meluncur ke Upside Down World Bali. Lokasinya terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai No. 762, Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Dari bandara, Anda bisa menuju objek wisata ini dengan menempuh jarak sekitar 8 km atau cuma 10 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Seperti Upside Down World di kota lainnya, spot ini juga menawarkan sejumlah instalasi ruangan yang dibuat terbalik. Cocok bagi mereka yang ingin mendapatkan spot foto kekinian dan tidak biasa. Sayangnya, harga tiket masuk Upside Down World Bali memang sedikit menguras kantong, mulai Rp50 ribuan untuk anak-anak dan Rp100 ribuan untuk orang dewasa. Namun kabarnya, ada sejumlah situs pemesanan online yang menawarkan tiket lebih murah.

Pasar Seni Kuta

Bagi Anda yang gila belanja atau ingin berburu oleh-oleh sebelum pulang dari Bali menggunakan pesawat, bisa langsung meluncur ke Pasar Seni Kuta. Juga sering disebut Kuta Art Market, lokasinya berada di Jalan Melasti No. 86, Legian, Kuta, Kabupaten Badung. Berlokasi di dekat Pantai Kuta, pasar seni ini menawarkan sejumlah aksesori lucu khas Pulau Dewata.

Di tempat ini, wisatawan dapat menemukan barang seperti tas rotan, aneka lukisan, hingga kaos dengan tulisan atau aksen tentang Bali. Setidaknya, ada 250 kios yang dapat disambangi di pasar yang sudah eksis sejak tahun 1965-an silam ini. Buka setiap hari mulai jam 8 pagi, Pasar Seni Kuta juga bisa dijadikan spot yang oke jika Anda ingin melihat pemandangan sunset di sore hari.

Pasar Seni Kuta - phinemo.com
Pasar Seni Kuta – phinemo.com
Lihat Juga:   Harga Tiket Masuk Uluwatu dan Tari Kecak untuk Turis Domestik dan Asing




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan