Uniknya Wisata Alam Bukit Kapur Sipoholon di Tapanuli Utara

Bukit Kapur Sipoholon - www.imgrum.org

Indonesia punya banyak kapur yang mempesona dan kini telah menjelma jadi objek wisata yang menarik, mulai dari Jaddih di Bangkalan, Madura, hingga yang belakangan sedang populer adalah Kapur Sipoholon. Anda yang bermukim di Jawa mungkin masih asing dengan objek wisata satu ini. Maklum saja, Bukit Kapur Sipoholon terletak jauh di sana, tepatnya di Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Bukit Kapur Sipoholon - www.imgrum.org

Bukit Kapur Sipoholon – www.imgrum.org

Untuk menuju Bukit Kapur Sipoholon, Anda bisa naik kendaraan sekitar 3 jam dari Tarutung atau menggunakan bus lintas kabupaten dan kota di Sumatra Utara yang berhenti di Sipoholon. Anda tak perlu takut akan tersesat, sebab Bukit Kapur Sipoholon cukup strategis dan berada tepat di pinggir lintas timur Sumatera, yakni Siborong-borong menuju Kota Tarutung.

Jika dari Kota Medan, Anda bisa melakukan perjalanan sekitar 6-7 jam dengan kondisi akses jalan yang mulus. Rute yang dapat Anda lalui menuju Sipoholon, yakni Medan – Tebing Tinggi – Pematangsiantar – Parapat – Porsea – Balige – Siborongborong – Sipoholon. Lokasi Bukit Kapur Sipoholon sendiri kabarnya tidak jauh dari Sipoholon.

Berbeda dari bukit kapur pada umumnya, Bukit Kapur Sipoholon terkenal akan pemandangan bukit-bukit kapurnya yang dihiasi lumut. Bahkan beberapa orang menyebut pemandangan di Bukit Kapur Sipoholon mirip seperti puding yang disiram sirup hijau. Sungguh menarik bukan? Bukit ini kabarnya terbentuk secara alami. Aliran air belerang menyebabkan endapan-endapan yang menutupi permukaan tanah, sehingga lama kelamaan pun semakin tebal dan membentuk bukit yang unik seperti Bukit Kapur Sipoholon.

Tak hanya dihiasi lumut, Bukit Kapur Sipoholon juga diselimuti oleh uap panas yang membuat panorama di sekitar sana benar-benar lain daripada yang lain. Uniknya, di kawasan Bukit Kapur Sipoholon ternyata banyak pemandian air panas. Suhu air yang dihasilkan di perbukitan kapur ini bisa mencapai 70 derajat celsius.

Lihat Juga:   Pantai Ngudel, Pantai Hits yang Instagramable

Namun untuk bisa menikmati pemandangan yang istimewa ini, rupanya Anda harus sedikit bersusah payah mendaki tiap bukit. Selain itu Anda juga wajib berhati-hati saat mendaki bukit kapur ini, pasalnya jalan menuju bukit kabarnya cukup licin. Tetapi jangan khawatir, sebab semakin tinggi Anda mendaki, maka akan semakin indah pemandangan yang bisa Anda nikmati di Bukit Kapur Sipoholon. Terlebih karena di atas bukit terdapat endapan kapur yang berwarna putih bersih layaknya salju.

Di atas Bukit Kapur Sipoholon pun terdapat sumber-sumber mata air panas yang berasal dari lepasan Martimbang lokasinya tidak terlalu jauh dari Bukit Kapur Sipoholon. Sumber mata air panas yang ada di Bukit Kapur Sipoholon tidak hanya satu, tapi ada banyak. Setiap mata air panas biasanya akan membentuk kolam-kolam yang cantik dengan warna hijau kebiruan dan airnya sangat jernih. Tapi Anda tak boleh sembarangan menceburkan diri ke dalam kolam tersebut, sebab airnya cukup panas dan kolamnya pun dalam, sehingga akan berbahaya jika Anda kurang berhati-hati.

Pemandian Air Panas Sipoholon - sportourism.id

Pemandian Air Panas Sipoholon – sportourism.id

Air panas yang mengalir dari Gunung Martimbang kemudian disalurkan ke kolam pemandian air panas oleh penduduk setempat. Penduduk di sekitar Bukit Kapur Sipoholon kabarnya masih sangat menjaga kelestarian . Tak heran jika kondisi Bukit Kapur Sipoholon memang terkesan begitu perawan dan masih belum tercemar oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab.

Beberapa kolam pemandian air panas di sekitar Bukit Kapur Sipoholon dikelola oleh masyarakat dan dijadikan pemandian umum dengan suhu air yang lebih hangat, yakni mencapai 40 derajat celsius. Pengelolaan pemandian air panas di Bukit Kapur Sipoholon pun umumnya masih tradisional. Warga biasanya mengalirkan air panas dari bambu ke bambu. Oleh sebab itu jangan heran bila Anda melihat banyak plang di sepanjang jalan yang ada di Bukit Kapur Sipoholon.

Lihat Juga:   Info Penginapan/Homestay di Pulau Pramuka

Bagi Anda yang ingin mencoba segarnya berendam air panas di Pemandian Air Panas Sipoholon, Anda tak perlu khawatir kehabisan tempat. Sebab rumah-rumah yang ada di sepanjang jalan daerah Sipoholon sudah memiliki kolam pemandian air panas sendiri. Tarif untuk berendam di Sipoholon cukup murah, hanya berkisar antara Rp 5 ribuan hingga Rp 10 ribuan saja per orang. Anda juga bisa meminta penduduk setempat yang ada di Sipoholon untuk menemani Anda berkeliling ke sumber mata air panas Sipoholon.

Seperti halnya pemandian air panas pada umumnya, pemandian air panas di Sipoholon kabarnya juga bermanfaat untuk kesehatan maupun kecantikan. Larutan kapur dan belerang di Pemandian Air Panas Sipoholon kerap digunakan pengunjung untuk mengobati penyakit kulit atau mempercantik kulit.

Selain dimanfaatkan sebagai pemandian air panas, banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkan Bukit Kapur Sipoholon sebagai tempat untuk menambang kapur. Pasalnya batuan sedimen yang kaya kandungan fosfor ini termasuk batuan yang cukup laris di pasaran. Di Bukit Kapur Sipoholon pun banyak ditemukan kapur dolomite dengan kadar magnesium yang cukup tinggi, sehingga dapat diolah menjadi pupuk untuk menyuburkan berbagai tanaman.

Jika sudah lelah berpetualang di Sipoholon, Anda juga bisa pelesir ke objek-objek wisata menarik yang ada di Tapanuli Utara. Misalnya seperti ke Pemandian Air Soda yang berjarak sekitar 13,5 km dari Sipoholon. Lokasi Pemandian Air Soda berada di Desa Parbubu, Tapanuli Utara. Tak kalah unik dengan Sipoholon, Pemandian Air Soda kabarnya merupakan sumber mata air panas yang keluar dari perut bumi dengan buih halus dan rasa seperti ‘soda’. Oleh sebab itu banyak orang yang menjulukinya Pemandian Air Soda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>