Tiga Hotel Unik dan Sarat Sejarah di Kota Malang




Hotel Palace (Hotel Pelangi)
Hotel Palace (Hotel Pelangi)

, sejak era kolonial, kota ini memang menjadi singgah favorit bangsa Belanda. Tak heran jika hingga saat ini, di beberapa sudut kota, bangunan-bangunan sisa zaman penjajahan masih dapat dinikmati keindahan arsitekturnya.

Pemilihan Malang sebagai tempat singgah tentu sangat beralasan. Pasalnya, keindahan alam di kota ini banyak diapresiasi oleh para ekspatriat yang pernah berkunjung, bahkan mereka menyematkan julukan Paris van East Java pada Malang.

Selain terkenal akan keindahannya, Malang juga masyhur akan keberadaan tempat hiburannya. Tentu saja, keberadaan tempat hiburan tersebut ditujukan untuk mengakomodasi gaya hidup bangsa Eropa yang tinggal atau berkunjung ke Kota Malang. Lokasi hiburan yang menjadi favorit mereka tentunya societeit. Societeit ini merupakan sebuah tempat dansa yang biasanya dilengkapi dengan meja biliar dan bar. Salah satu yang jadi favorit kala itu adalah Societeit Concordia di daerah Kayutangan yang saat ini menjadi Plaza Sarinah.

Besarnya daya tarik Malang membuat semakin banyak yang berkunjung. Untuk mengakomodasi hal tersebut, kala itu dibangun beberapa hotel untuk memenuhi kebutuhan akan penginapan. Beberapa hotel yang cukup terkenal di era kolonial antara lain Hotel Mansion, Hotel Astor, Hotel Splendid, Hotel Riche, dan Hotel Palace. Sayangnya, keberadaan mayoritas hotel tersebut kini tinggal kenangan, walaupun masih ada beberapa yang masih bertahan.

Di era milenium ini, dua hotel yang berdiri sejak zaman Belanda masih bertahan di Kota Malang. Pertama adalah Hotel Palace, yang kini berganti nama menjadi Hotel Pelangi, yang keaslian bangunannya masih terjaga dengan baik. Selain itu, ada pula Hotel Riche yang berlokasi di daerah Kajoetangan. Hingga saat ini, hotel tersebut masih menggunakan nama yang sama.

Tak hanya bangunan yang sedari dulu berdiri sebagai sebuah hotel, di Malang juga ada Societeit yang disulap menjadi hotel. Hotel tersebut kini bernama The Shalimar Boutique Hotel atau dulu dikenal dengan nama Hotel Graha Cakra. Nah, bila Anda masih penasaran tentang hotel yang sarat sejarah di Kota Malang, berikut akan dijelaskan beberapa yang sudah disebutkan sebelumnya.

Hotel Palace (Hotel Pelangi)

Hotel yang dulunya bernama Palace Hotel dan berdiri sejak tahun 1916 ini beralamat di Jalan Merdeka Selatan No. 3, Kota Malang, . Letaknya persis di pertigaan antara Alun-Alun Merdeka dan Masjid Jami’, atau berada di sebelah barat Kantor Pos Malang.

Penginapan ini memang mempunyai sejarah panjang dan pada akhirnya membuat daya tarik tersendiri bagi Hotel Pelangi. Pada tahun 1916, dibangun Palace Hotel, di bekas lahan Hotel Malang, oleh pemerintah Hindia Belanda. Tarifnya pada masa itu bisa mencapai F 75 per malamnya.

Ketika Jepang datang, nama hotel diubah menjadi Hotel Assoma hingga akhirnya kembali lagi ke nama awal pada tahun 1945. Nama Hotel Pelangi sendiri mulai muncul pada tahun 1953 ketika tempat tersebut dibeli oleh seorang kontraktor asal Banjarmasin bernama H. Sjachran Hoesin.

Lihat Juga:   Villa Felia Batu, Tawarkan Lima Kamar & Fasilitas Lengkap dengan Tarif Rp1,2 Jutaan

Sebagian besar bangunan yang digunakan Hotel Pelangi merupakan bangunan yang telah dibangun sejak masih bernama Hotel Palace. Deretan di sebelah barat dan timur masih dengan gaya bangunan yang klasik. Sayangnya, hotel tersebut telah kehilangan dua menara bangunan yang sebelumnya merupakan ciri khas Hotel Palace. Hancurnya menara tersebut terjadi karena aksi bumi hangus di Kota Malang pada sekitar tahun 1947.

Meski merupakan sebuah bangunan tua, bukan berarti fasilitas yang ditawarkan tempat ini termasuk jadul dan tidak lengkap. Kini, Hotel Pelangi telah dilengkapi fasilitas yang modern seperti business center dan meeting room yang telah didukung dengan perlengkapan yang dibutuhkan. Tersedia pula fasilitas laundry and dry cleaning, internet gratis, Wi-Fi, kamar 24 jam, dan tiap kamar juga telah dilengkapi TV dan AC. Untuk menikmati fasilitas yang ada, pengunjung dikenakan biaya mulai dari Rp272.000 hingga Rp686.000 per malam.

Nah, jika Anda berencana melakukan kunjungan ke Malang dan berminat menginap di tempat ini, Anda bisa langsung melakukan kamar melalui nomor (0341) 365156. Anda juga bisa terlebih dahulu meminta informasi di alamat email admin@hotelpelangimalang.com.

Hotel Palace (Hotel Pelangi)
Hotel Palace (Hotel Pelangi)

Hotel Riche

Kajoeetanganstraat, atau dalam sebutan orang pribumi dibaca Kayutangan, merupakan sebuah jalan populer di era kolonial. Di jalan ini, berdiri berbagai macam bangunan yang mendukung gaya hidup orang Eropa seperti restoran, societeit, dan hotel.

Berbicara soal hotel di Kayutangan, Hotel Riche tentu menjadi favorit kala itu. Lokasinya yang berada di pusat kota, dan dekat dengan pusat hiburan dan tempat peribadatan seperti gereja dan masjid, menjadi daya tarik utama hotel ini.

Berdiri pada tahun 1933, Hotel Riche memang menjadi hotel tertua yang keasliannya masih terjaga. Hal ini jelas berbeda dengan Hotel Palace yang seringkali berubah fungsi sebelum bertahan menjadi Hotel Pelangi hingga saat ini.

Tak banyak informasi yang dapat ditemukan soal hotel ini di masa jayanya. Singkat cerita, hotel tersebut kemudian dibeli oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa bernama Oey Pek Hong pada 1975. Oey yang mempunyai nama Prof. Dr. Juwana Hardjawijaja saat itu adalah jaksa tinggi di Kota Malang.

Satu hal yang patut diapresiasi dari Hotel Riche adalah keautentikan bangunannya. Hingga saat ini, bisa dibilang 80% bangunannya masih autentic. Yang paling terlihat jelas adalah daun pintu dan keramiknya yang masih sangat klasik.

Walaupun bangunannya klasik, tapi soal fasilitas, penginapan ini tak kalah dengan hotel-hotel modern. Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat milenium, pengelola sudah menyediakan fasilitas seperti akses Wi-Fi 24 jam, meeting room, gayatri spa, cafe oey, LED TV, dan pendingin ruangan (AC).

Besarnya nilai historis Hotel Riche tak membuat pengelola mematok harga yang tinggi, bahkan akomodasi ini termasuk bertarif murah meriah. Per malamnya, pengunjung hanya dikenakan sebesar Rp120.000 – Rp570.000. Untuk pemesanan, Anda bisa melakukannya di beberapa situs booking online atau bisa juga memesan melalui situs resmi hotel di alamat www.richehotel.com dan line telepon di nomor (+62341) 325460.

Lihat Juga:   Pension Guest House Tawarkan Penginapan Bersih dan Murah di Kota Bandung
Hotel Riche
Hotel Riche

The Shalimar Boutique Hotel

Berbeda dengan Hotel Palace & Hotel Riche yang sejak awal dibangun sebagai hotel, The Shalimar Boutique Hotel pada awalnya merupakan sebuah societeit. Dibangun di salah satu kawasan elite di Kota Malang pada tahun 1930, Ir. Muller yang seorang arsitek berkebangsaan Belanda mendesain hotel ini dengan arsitektur mewah gaya kolonial.

Setelah menjadi societeit, bangunan ini berubah fungsi beberapa kali sebelum menjadi hotel. Pada 1964, gedung tersebut pernah tercatat sebagai kantor RRI (Radio Rakyat Indonesia) sebelum akhirnya berubah menjadi penginapan bernama Malang Inn pada 1993. Dua tahun berselang, penginapan tersebut berganti nama menjadi Hotel Graha Cakra. Pada akhirnya, pada tahun 2014, hotel ini kembali berganti nama menjadi The Shalimar Boutique Hotel.

Arsitektur yang mewah merupakan daya tarik utama Shalimar Boutique Hotel. Dominasi serba putih, baik untuk eksterior dan interior, serta sentuhan warna-warna pastel memunculkan suasana yang elegan. Selain itu, sentuhan warna gelap pada lantainya menciptakan warna kontras yang sedap untuk dipandang.

Untuk melengkapi desainnya yang menawan, di depan hotel ini berdiri sebuah taman yang biasa disebut Taman Gramophone atau Taman Cerme. Disebut Taman Gramophone karena terdapat landmark berupa gramophone raksasa yang berdiri kokoh di tengah taman. Di sekitar gramophone, dikelilingi bunga-bunga warna-warni yang menambah keindahan taman.

Meski secara umum desainnya mengadopsi gaya era kolonial, namun untuk pelayanan, The Shalimar Boutique Hotel menawarkan pelayanan khas Indonesia yang ramah dan bersahaja. Setiap pegawai di hotel menggunakan pakaian tradisional Indonesia, untuk perempuan menggunakan kebaya dan jarik, sedangkan untuk laki-laki menggunakan batik.

Untuk merealisasikan klaim sebagai luxurious hotel, The Shalimar Boutique Hotel menawarkan fasilitas yang mewah. Untuk fasilitas umum, hotel ini menyediakan fasilitas seperti , valet parkir, akses Wi-Fi 24 jam, restoran dengan menu Indonesia dan Western, serta meeting room hingga lounge.

The Shalimar total menawarkan 44 kamar yang terbagi menjadi empat tipe, yaitu Deluxe Room, Executive Room, Royal Suite Room, dan President Suite Room. Setiap kamar dilengkapi dengan fasilitas seperti 40” LED HD TV, Wi-Fi, TV cable, safety deposit box, coffee & tea making facilities, welcoming fresh fruits on arrival, luxurious bathroom amenities, bathrobes, slippers, daily housekeeping service, dan complimentary newspaper.

Sebagai hotel bintang lima, tarif yang ditawarkan juga sesuai dengan service yang diberikan. Per malamnya, akomodasi ini mematok tarif mulai Rp1.840.000 – Rp12.000.000. Jika Anda tertarik merasakan nuansa kolonial yang ditawarkan di hotel ini, Anda bisa melakukan reservasi kamar melalui nomor telepon (0341) 324989.

The Shalimar Boutique Hotel
The Shalimar Boutique Hotel




Tentang M. Nur Fahmi876 Articles
Pegiat jaringan wisata dan kontributor aktif Local Guides

Be the first to comment

Leave a Reply

Berikan rating*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*