Tempat Wisata Terkenal & Wajib Kunjung di Laos

Wat Si Saket - www.visit-laos.com

Dibandingkan Indonesia, , Singapura, dan Thailand, nama sebagai destinasi memang belum begitu . Padahal, salah satu negara di kawasan Asia Tenggara tersebut juga memiliki banyak keren yang sayang untuk dilewatkan. Berikut beberapa spot wisata yang wajib dikunjungi ketika berlibur ke negara ini, yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Pha That Luang

Jika Anda menelusuri situs pencarian Google, Pha That Luang menjadi salah satu objek wisata di Laos yang banyak direkomendasikan. Pha That Luang sendiri bisa dikatakan sebagai sebuah candi Buddha yang berukuran cukup besar serta berlapis emas dengan berat sekitar 500 kg. Berdiri di pusat Kota Vientiane, candi ini memiliki tiga tingkat yang masing-masing tingkat sebagai refleksi bagian dari doktrin Buddha.

Pha That Luang sendiri dibangun sekitar abad ketiga silam dengan mengalami beberapa renovasi, salah satunya pada tahun 1930. Bangunan ini memiliki bentuk seperti piramida dengan ketinggian sekitar 45 meter dan lebar mencapai 69 meter. Di sekeliling bangunan utama, terdapat stupa-stupa kecil yang berjumlah sekitar 30 buah.

Pha That Luang - en.wikipedia.org

Pha That Luang – en.wikipedia.org

Wat Xieng Thong

Spot wisata populer lainnya di Laos adalah Wat Xieng Thong yang berlokasi di ujung utara Semenanjung Luang Prabang. Dibangun sekitar tahun 1559 silam, Wat Xieng Thong merupakan lambang semangat agama dan tari tradisional. Pembangunan tempat ini sendiri dilakukan oleh Raja Setthatirath dan tepatnya di pertemuan Sungai Mekong dan Sungai Nam Khan.

Melihat bangunan ini, Anda akan dibuat takjub dengan pintu kayu berukir dan dilapisi emas. Sekilas, ini mirip dengan beberapa rumah adat yang ada di Indonesia. Sempat direnovasi secara keseluruhan pada tahun 1950 sampai 1960-an karena rusak akibat peperangan, bangunan ini masih terlihat berdiri kokoh dan terawat dengan baik.

Wat Xieng Thong - en.wikipedia.org

Wat Xieng Thong – en.wikipedia.org

Wat Si Saket

Masih seputar agama Buddha, ada Wat Si Saket yang terletak di Vientiane. Dibangun sekitar tahun 1818 silam, Wat Si Saket mengusung arsitektur Buddha gaya Siamese dan didirikan atas perintah Raja Anouvong (Setthatirath V). Selain keindahan arsitektur, dengan jumlah perak dan keramik mencapai lebih dari 2.000 buah, tempat tersebut juga memiliki di bagian dalam.

Lihat Juga:   The Batu Belig Hotel & Spa, Akomodasi Bintang Tiga Terjangkau di Seminyak

Wat Si Saket sendiri memiliki desain yang menyerupai kuil, sekaligus kuil paling tua di ibukota Laos. Ciri khas kuil ini adalah mempertahankan bentuk aslinya. Sedikitnya, ada hampir sebanyak tujuh ribu patung Buddha yang dipasang di depan Wat Si Saket dan menjadi desain interior kuil tersebut, sekaligus menjadikannya salah satu daya tarik wisata di Vientiane.

Wat Si Saket - www.visit-laos.com

Wat Si Saket – www.visit-laos.com

Phou Si

Merupakan salah satu spot wisata populer di Laos, ini adalah sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 100 meter dan berada di Kota Tua Lang Prabang. Bukit ini disebut sebagai rumah agama oleh warga sekitar dan diapit oleh dua sungai, yaitu Sungai Nam Khan dan Sungai Mekong. Di lokasi ini, wisatawan bisa menemukan beberapa candi Buddha.

Ketika berada di ketinggian, Anda bisa melihat Wat Tham Phou Si di bawah. Selain itu, juga akan melihat Wat Chom Si, sebuah candi Buddha yang menjadi salah satu magnet wisatawan yang berlibur ke Kota Tua Lang Prabang. Tetapi, untuk mencapai puncak bukit, pengunjung terlebih dahulu melalui tanjakan dan juga turunan.

Phu Chi Fa

Untuk Anda yang menyukai panorama alam, Anda bisa berkunjung ke Phu Chi Fa. Ini adalah serta hutan nasional yang berada di perbatasan negara Laos dan Thailand. Panorama pegunungan di tempat ini sangat menawan dan kala fajar menjelang, wisatawan banyak yang datang untuk melihat kabut yang tampak seperti lautan menutupi gunung-gunung di sekitarnya.

Phu Chi Fa sendiri memiliki ketinggian sekitar 1.200 meter sampai 1.600 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata 20 derajat Celcius. Perlu diketahui juga, Phu Chi Fa juga memiliki tiga musim, yaitu musim panas, musim hujan, dan musim dingin, karena dipengaruhi oleh angin muson tropis. Kegiatan umum yang sering dilakukan di sini adalah menyaksikan matahari terbit di atas awan.

Lihat Juga:   Teduh Ayu, Penginapan Murah di Denpasar Cuma Rp 80 Ribuan!

Sungai Mekong

Tidak lengkap rasanya datang ke Laos tanpa berkunjung ke sungai ini. Sungai Mekong diklaim sebagai sungai terpanjang di kawasan Asia Tenggara dengan panjang mencapai 4.350 km. Sungai Mekong dinobatkan sebagai salah satu sungai utama yang ada di dunia, bahkan volume air yang dimiliki sungai ini lebih banyak dibandingkan dengan sungai-sungai lain di seluruh planet ini.

Ketika menyusuri Sungai Mekong, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan indah, mulai kawasan Huay Xai yang berada di perbatasan Thailand sebelah utara sampai ke Kota Luang Prabang. Selain itu, ada sepasang yang mengukir Sungai Mekong, yaitu Pha Pheng Falls dan Khone Falls, dengan kucuran air yang diklaim memancarkan warna hijau zamrud yang memesona.

Bolaven Plateau

Ini adalah sebuah dataran tinggi yang terletak di antara Pegunungan Annamite di perbatasan negara Laos dan Vietnam. Memiliki ketinggian berkisar 1.000 meter sampai 1.350 meter di atas permukaan air laut, daya tarik utama Bolaven Plateau adalah sungai-sungai yang melintasi lokasi dan sejumlah air terjun yang indah.

Air terjun di sini memang sangat banyak, dan salah satu yang paling populer adalah Air Terjun Tad Lo, yang dikelilingi beraneka tanaman. Keindahan air terjun yang hanya memiliki tinggi beberapa meter ini sudah amat terkenal. Selain itu, Anda juga dapat berkunjung ke air terjun paling tinggi di Laos bernama Air Terjun Taat Fang/Dong Hua Sao yang ketinggiannya mencapai 120 meter.

Spot Wisata Lainnya di Laos

Selain nama-nama di atas, ada banyak tempat wisata lain yang bisa Anda kunjungi di Laos. Tham Kong Lo misalnya, sebuah goa dengan panjang 7 km dengan sungai mengalir di kakinya. Ada juga Xieng Khuan, sebuah taman di tepi Sungai Mekong, Vat Phou yang merupakan kompleks kita dengan usia menembus 1.000 tahun, hingga festival gajah di Provinsi Sainyabuli yang diadakan setiap bulan Februari.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>