Tempat Wisata di Wonoayu Sidoarjo, Sempatkan Mampir




Candi Dermo - situsbudaya.id
Candi Dermo - situsbudaya.id

Selama ini, Kecamatan Wonoayu di Kabupaten mungkin lebih sering dilewati saja oleh pengendara atau pelancong lantaran daerah tersebut memang dilintasi jalan provinsi, yakni Jalan Raya Wonoayu. Padahal, jika Anda menyempatkan diri berhenti atau istirahat sejenak, ada beberapa tempat oke yang dapat Anda kunjungi di kawasan ini. Penasaran?

Candi Dermo

Kalau Anda beranggapan bahwa candi peninggalan Kerajaan Majapahit hanya berada di kawasan Mojokerto dan sekitarnya, Anda tidak sepenuhnya tepat. Pasalnya, di banyak daerah lain di , situs sisa kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara tersebut juga dapat ditemukan. Jika Anda tidak percaya, Anda bisa meluncur ke Candi Dermo yang berada di Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Candi ini tepatnya berlokasi di Dusun Candi Santren, Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Selain Candi Dermo, sebenarnya masih banyak candi lainnya yang dapat Anda temukan di Sidoarjo, antara lain Candi Pari di Porong, Candi Pamotan juga di Porong, Candi Sumur, Candi Tawangalun, Candi Medalem, Candi Wangkal, dan Candi Terung.

Menurut Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, Candi Dermo merupakan sebuah situs dari masa klasik Hindu Buddha. Di situs ini, terdapat beberapa peninggalan purbakala, seperti candi, serta sejumlah benda seperti pahatan relief dan blok-blok batu, yang diduga merupakan bagian dari bangunan lain yang juga masih berada di situs tersebut.

Masih menurut referensi yang sama, dari hasil studi teknis yang dilakukan pada tahun 2004 lalu, bangunan yang ada diidentifikasikan sebagai sebuah gapura paduraksa. Dengan demikian, diduga masih ada beberapa bangunan lainnya yang berada di situs ini. Hal tersebut dimungkinkan karena di areal ini masih ditemukan struktural-struktural lain dan blok batu andesit.

Candi Dermo memiliki struktur gapura paduraksa, dengan struktur yang lengkap dan ukuran yang lumayan besar dibanding yang lainnya. Gapura paduraksa memiliki ukuran panjang 9 meter, lebar sekitar 7,7 meter, dan tinggi 13,2 meter. Pada sisi kanan dan kiri gapura, telah dilakukan ekskavasi yang berhasil menemukan struktur sayap gapura. Ukurannya hanya satu atau dua lapis bata, yang dapat terlihat di permukaan. Dengan kekhasan bangunan yang terbuat dari batu bata merah dan atap berbentuk paduraksa, membuat candi ini sebagai periode khas Lambang Jawa Timur.[1]

Lihat Juga:   Villa Dado Batu, Tawarkan Lima Kamar Tarif Rp1,5 Jutaan

Situs ini konon dibangun pada tahun 1353 Masehi, di bawah kepemimpinan Adipati Terung, yang makamnya sekarang berada di utara Masjid Trowulan. Merupakan sebuah gapura atau pintu gerbang ke bangunan candi, dulunya di timur terdapat bangunan induk yang ukurannya lebih besar. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, akibat proses penggaraman, bangunan tersebut perlahan pupus dan akhirnya roboh.

Sudah dilakukan beberapa perbaikan untuk membangun kembali candi. Pemugaran dilakukan secara bertahap sejak tahun 2015 lalu, sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia. Tahap pertama renovasi dilakukan pada April 2015, sedangkan tahap kedua pada Februari hingga November 2016. Terakhir, tahap ketiga pada 2018 yang dilaksanakan selama delapan bulan, mulai Maret sampai Oktober 2018.

Kebanyakan yang datang ke candi ini adalah para siswa sekolah yang hendak melakukan observasi. Selain itu, ada pula masyarakat umum yang ingin berekreasi atau melihat-lihat bangunan candi. Dengan tidak dikenakan biaya masuk alias gratis, kawasan wisata ini sudah dilengkapi seperti area parkit kendaraan, warung atau tempat makan, gazebo, hingga musala dan toilet.

Candi Dermo - today.line.me
Candi Dermo – today.line.me

Kampung Lali Gadget

Gadget, termasuk ponsel cerdas, memang dapat memudahkan banyak urusan, termasuk mendapatkan informasi terkini. Namun, kelamaan bermain gadget tentu tidak baik, terutama bagi anak-anak. Nah, untuk melupakan sejenak gadget, di Dusun Ngumbuk, Desa Pangerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, terdapat Kampung Lali Gadget yang didirikan oleh dua pemuda setempat bernama Nicho Priambodo dan Ahmad Irfandi.

Kampung Lali Gadget merupakan spot wisata edukasi yang menyediakan beragam bermain dan belajar untuk anak sebagai tempat wisata alternatif di Sidoarjo. Aktivitas yang diadakan berorientasi pada kegiatan nyata yang melatih kecerdasan mental, sosial, dan fisik, serta menambah pengetahuan anak. Dengan cara ini, diharapkan anak lebih suka berkegiatan secara nyata daripada hanya bermain gawai.[2]

Lihat Juga:   Rekomendasi Tempat Permainan Anak di Surabaya

Di kampung ini, anak-anak akan diajak menangkap ikan lele di kolam plastik buatan dengan ukuran 3 x 2 meter. Selain itu, mereka juga bisa bermain gelembung air dengan gembira. Permainan tradisional lainnya yang dapat dicoba adalah bermain egrang, bermain bakiak, serta merangkai puzzle Pancasila sambil belajar tentang keberagaman dan kebhinnekaan di Indonesia.

Tidak berhenti di situ, di tempat yang sama, sering digelar pula panggung kreativitas budaya, seperti penampilan dalang cilik, mendongeng, hingga penampilan bakat musik anak-anak. Nah, untuk meningkatkan minat baca pada anak, terdapat juga spot literasi dengan ratusan buku yang bebas dibaca anak-anak di area pendopo, selain ada pula sejumlah bacaan yang sengaja ditempel di majalah dinding.

Bukan cuma anak-anak yang dapat merasakan manfaat saat rekreasi ke tempat ini, orang tua pun bisa mendapatkan hal yang sama. Setiap dua bulan sekali, diselenggarakan diskusi parenting di balai desa, berjarak sekitar 50 meter dari area bermain anak-anak. Mengundang pakar di bidangnya, diskusi ini membahas sejumlah permasalahan pada anak, termasuk kebiasaan anak. Untuk bisa mengikuti diskusi ini, tidak dipungut biaya alias gratis.

Kampung Lali Gadget - surabaya.tribunnews.com
Kampung Lali Gadget – .tribunnews.com

[1]Anggraeni, Novita Dewi, Zakariya, Hamim. 2017. Strategi Komunikasi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo dalam Memperkenalkan Wisata Candi Dermo. Jurnal Representamen, Vol. 3(2): 31-37.

[2]Sadli, Mohammad Abu Rizal. 2019.  Wisata Edukasi (Studi Deskriptif Tentang Potensi Wisata Edukasi di Desa Pagerngumbuk Wonoayu Sidoarjo Jawa Timur) (Tugas Akhir). Program Studi D-III Kepariwisataan/Bina Wisata Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan