Rekomendasi Tempat Wisata di Maumere, Hits di Kalangan Traveler




Tanjung Kajuwulu - travel.kompas.com
Tanjung Kajuwulu - travel.kompas.com

Sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia bagian timur memiliki potensi yang luar biasa, tidak terkecuali jika Anda berkunjung ke Maumere. Kecamatan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ini terkenal dengan lanskap wilayah yang elok, serta dan budaya yang bisa membuat banyak orang tertarik untuk singgah sejenak melepaskan penat. 

Nama Maumere mulai dikenal ketika film ‘3 Dara Remake’ tayang di sejumlah bioskop Tanah Air. Sejak saat itu, orang-orang mulai tertarik dengan keindahan yang disuguhkan daerah yang sempat diguncang bencana tsunami pada tahun 1992 tersebut. Nah, ini deretan spot wisata di Maumere yang wajib masuk list Anda ketika hendak melakukan liburan ke Nusa Tenggara Timur.

Gereja Tua Sikka

Berkunjung ke Sikka, memang tidak lengkap jika tidak menyempatkan mampir ke gereja ini. Merupakan bangunan peninggalan Portugis, gereja ini berada di garis pantai selatan Maumere. Dibuat oleh pastor Portugis bernama JF. Lecocq D;armanddaville pada tahun 1899 silam, bangunan gereja tersebut ternyata masih berdiri kokoh hingga sekarang dan menjadi ikon Sikka.

Secara tampilan, gereja ini mengusung arsitektur bergaya Baroque, sebuah gaya arsitektur yang memang tren ketika itu. Ornamen-ornamen pada dinding tembok dihiasi beragam motif tenun ikat Gabar dan Wenda khas penduduk setempat. Sementara, konstruksi kayu dengan warna cokelat dan kuning mendominasi bagian pilar dan plafon bangunan.

Gereja Tua Sikka - wisatakomodotours.com
Gereja Tua Sikka – wisatakomodotours.com

Bukit Nilo

Masih seputar wisata religi Kristiani, Anda pun bisa berkunjung ke Bukit Nilo. Berjarak sekitar 5 km dari pusat Maumere, bukit ini memiliki Patung Bunda Maria Segala Bangsa dengan ketinggian sekitar 28 meter, yang menjadi salah satu karya besar dari Kongregasi Carmel. Patung ini dibangun oleh Tarekat Pasionis yang bekerja sama dengan umat Katolik di sana dan resmi dijadikan spot ziarah religi pada tahun 2005.

Untuk mencapai bukit ini, pengunjung dapat menyewa kendaraan atau menggunakan jasa ojek dari Maumere dengan jarak tempuh sekitar 30 menit lamanya. Letaknya di Desa Nilo, tepatnya di atas perbukitan, yaitu sebelum Ledelero dan Seminari Rita Piret. Setibanya di gerbang wisata, pengunjung dapat langsung memarkir kendaraannya di kawasan yang sudah disediakan, namun masih harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuju patung tersebut.

Bukit Nilo - www.indonesiakaya.com
Bukit Nilo – www.indonesiakaya.com

Teluk Maumere

Ini bisa dikatakan sebagai destinasi wisata paling populer di Maumere. Bahkan, pada tahun 2017 lalu, Teluk Maumere terpilih sebagai juara pertama kategori Menyelam Terpopuler (The Most Popular Diving Spot) dalam Anugerah Pesona Indonesia. Ini membuktikan bahwa keindahan tersebut memang sudah diakui banyak pihak, termasuk pemangku kepentingan.

Ketika berkunjung ke teluk ini, setidaknya ada 19 yang dapat wisatawan jelajahi untuk melihat keindahan terumbu karang dan kehidupan biota laut di dalamnya. Di sini, Anda bisa menemukan terumbu karang berwarna-warni serta aneka jenis ikan hias yang akan menyambut Anda ketika menyelam. Sebagai pelengkap, jangan lupa kamera tercanggih Anda untuk mengabadikan keindahannya.

Teluk Maumere - www.nttonlinenow.com
Teluk Maumere – www.nttonlinenow.com

Tanjung Kajuwulu

Keindahan pantai di Maumere tidak berhenti di situ. Jika Anda belum puas, Anda dapat langsung meluncur ke Tanjung Kajuwulu. Berada di Desa Magepanda, perjalanan menuju lokasi ini dari Maumere sekitar 20 hingga 30 menit berkendara, baik dengan sepeda motor maupun mobil. Spot di Kajuwulu yang sempurna, dengan latar laut biru dan perbukitan, bakal membuat Anda betah dan lupa pulang.

Ketika sampai di tempat ini, Anda akan menemukan ketenangan karena memang Tanjung Kajuwulu belum begitu dijamah turis. Saat paling tepat berkunjung adalah pagi hari jika ingin menikmati sunrise, atau sore hari apabila hendak melihat keindahan matahari terbenam. Anda pun bisa bermain air atau snorkeling karena ombak di pantai tergolong cukup tenang.

Tanjung Kajuwulu - travel.kompas.com
Tanjung Kajuwulu – .kompas.com

Pulau Pangabatang

Spot wisata pantai lainnya di Maumere yang tidak kalah eksotis adalah Pulau Pangabatang. Bahkan, ada pameo yang mengatakan bahwa Anda jangan pernah mengaku pernah ke Maumere jika belum singgah di tempat ini. Sempat ‘menghilang’ karena tersapu gelombang tsunami, Pulau Pangabatang merupakan sebuah surga cantik yang menjadi latar film ‘3 Dara Remake’.

Berselang sekitar satu jam naik perahu motor dari Pelabuhan Laurens Say di Maumere, pulau ini punya pasir pantai berwarna putih yang lembut. Anda dijamin tidak akan bosan berjemur seharian, apalagi bersama dengan orang tersayang. Selain bermain pasir atau bercengkerama dengan warga setempat, wisatawan pun bisa menjelajah potensi bawah laut pulau ini dengan snorkeling atau diving.

Pulau Pangabatang - travel.tribunnews.com
Pulau Pangabatang – travel.tribunnews.com

Pantai Waiara

Jika Anda ingin mengeksplorasi keindahan pantai Maumere lebih luas lagi, Anda bisa mampir ke Pantai Waiara. Dari pusat Maumere, Anda dapat mengendarai kendaraan bermotor dengan waktu sekitar 30 menit perjalanan untuk tiba di pantai ini. Jika Anda berjalan dari Maumere menuju Larantuka, di bagian kiri jalan di Desa Wai Ara, Kecamatan Kewapante, ada plang bertuliskan Sea World Club dan itulah jalan masuk ke pantai ini.

Punya pasir berwarna putih dan lembut, keindahan Pantai Waiara memang tidak bisa disangkal lagi. Anda bisa foto-foto cantik di kawasan pantai atau mencoba menyelam dan snorkeling. Ketika sore tiba dan jika cuaca sedang cerah, Anda pun berkesempatan menyaksikan matahari terbenam yang elok di sela-sela bukit dan yang ada di sekitar Maumere.

Pantai Waiara - travel.kompas.com
Pantai Waiara – travel.kompas.com

Pasar Geliting

Apabila jadwal berkunjung Anda ke Maumere sudah habis, jangan lupa membawa oleh-oleh untuk sanak saudara di kampung halaman. Nah, salah satu lokasi yang pas untuk mencari buah tangan adalah Pasar Geliting. Diklaim sebagai pasar tertua di Kabupaten Sikka, ini adalah tempat para pedagang berkumpul menjajakan beragam produk lokal, mulai kain tenun ikat hingga moke (minuman keras khas Maumere) yang dikemas dalam botol-botol plastik.

Tidak hanya itu, Anda pun bisa menjumpai berbagai produk pertanian, seperti jagung. Produk ini merupakan hasil panen warga setempat yang diperoleh dari lahan perkebunan mereka sendiri. Bahkan, Anda pun bisa membeli ikan-ikan segar yang merupakan hasil tangkapan nelayan, mulai dari ikan kakap, ikan tuna, dan lain-lain. Komplet sekali, bukan?

Pasar Geliting - id.pinterest.com
Pasar Geliting – id.pinterest.com
Lihat Juga:   Gunung Bromo Masih Aman di Radius 2,5 Kilometer




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan