Semua Tentang Open Trip: Kelebihan, Kekurangan, dan Biaya

Open trip, trip, agent, travel, tour, peserta, biaya, harga, program, transportasi, akomodasi, penginapan, populer, share cost, traveler, Jakarta, wisata, destinasi, liburan, lokasi

Berlibur memang lebih asyik jika dilakukan beramai-ramai, entah bersama keluarga, teman sekolah, maupun rekan sejawat. Namun, jika Anda kebetulan ingin rekreasi tetapi sedang tidak memiliki teman, tidak perlu khawatir. Pasalnya, Anda bisa mengikuti program atau layanan open trip yang telah banyak disediakan agen atau tour and travel, dengan bervariasi.

Tentang Open Trip

Belakangan ini, gaya liburan yang biasa disebut open trip atau trip gabungan memang semakin naik daun. Tren ini semakin berkembang mengikuti gaya hidup manusia yang sudah menjadikan liburan sebagai salah satu kebutuhan utama. Pertanyaannya, apa itu open trip? Apakah memiliki konsep yang sama dengan liburan pada umumnya? Bagaimana cara kerjanya dan berapa biayanya?

Open trip secara umum bisa dikatakan sebagai trip atau tour bersama yang terbuka untuk umum. Jadi, para peserta akan digabung menjadi satu rombongan tour dengan itinerary, tour, tour, dan kuota keberangkatan yang sudah ditentukan oleh pihak panitia atau travel agent. Dalam liburan ini, Anda kemungkinan besar akan melakukan perjalanan bersama dengan orang-orang yang belum Anda kenal sebelumnya.

Jika kuota minimal yang bisa berangkat adalah sepuluh orang, jika tidak terpenuhi karena peserta hanya delapan atau sembilan orang, maka peserta diberikan dua pilihan, yaitu berangkat dengan tambahan biaya atau dijadwalkan ulang hingga kuota sepuluh peserta terpenuhi. Sebaliknya, jika kuota telah terpenuhi, maka pendaftaran otomatis akan ditutup meski jadwal keberangkatan masih lumayan lama.

Open trip sendiri diminati oleh hampir semua kalangan, mulai kawula muda sampai dengan orang tua, baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kantoran. Biasanya, liburan model open trip akan ramai pada saat long weekend dan peak season, seperti liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru, atau libur Lebaran, dengan yang paling banyak memesan adalah kalangan mahasiswa dan pegawai kantor.

Kelebihan Open Trip

Open trip, trip, agent, travel, tour, peserta, biaya, harga, program, transportasi, akomodasi, penginapan, populer, share cost, traveler, Jakarta, wisata, destinasi, liburan, lokasi

Swafoto bersama kawan-kawan peserta liburan

Meski harus berwisata dengan orang-orang ‘asing’, yang tidak Anda kenal secara baik sebelumnya, bukan berarti open trip bakal menghadirkan pengalaman yang mengecewakan. Sebaliknya, liburan model ini malah bisa menghadirkan banyak keseruan dan pengalaman menarik bagi Anda, yang tentunya mungkin tidak bisa Anda peroleh ketika berlibur bersama keluarga atau sahabat.

Lihat Juga:   Museum Satria Mandala, Tempat Wisata Militer Murah & Edukatif di Jakarta

Jika Anda mengikuti program open trip, Anda berkesempatan mendapatkan kenalan baru. Bahkan, tidak sedikit orang menemukan jodoh mereka pada saat mengikuti liburan trip gabungan ini. Jadi, open trip bisa menjadi ‘jalan pembuka’ bagi mereka yang kelamaan single dan kesulitan menemukan pasangan yang pas di sekitar lingkungannya.

Open trip berbeda dengan private trip. Jika liburan model open trip memungkinkan peserta berasal dari mana saja, maka private trip adalah perjalanan hanya dengan kelompok orang yang telah traveler tentukan dengan bantuan travel agent, sehingga bersifat privat. Destinasi wisata dan tanggal keberangkatan ditentukan oleh traveler, sedangkan travel agent hanya mengakomodasi kebutuhan pelancong, seperti makan dan penginapan.

Keuntungan lainnya liburan model open trip adalah menawarkan harga atau biaya yang lumayan terjangkau. Pasalnya, open trip ditujukan untuk rombongan, yang otomatis akan membuat pengeluaran Anda cukup kecil karena dibagi dengan peserta yang lain. Selain itu, umumnya trip organizer sudah memiliki kenalan dan koneksi dengan orang lokal atau warga setempat di sekitar objek wisata, sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih miring ketimbang Anda berlibur sendiri.

Mengenai biaya ini, open trip sering disamakan dengan liburan model share cost. Padahal, secara umum, ada perbedaan mendasar di antara kedua model liburan tersebut. Jika biaya liburan pada model open trip sudah ditentukan sejak awal, maka pada konsep share cost, semua biaya yang dikeluarkan dibagi rata untuk semua peserta. Ketimbang open trip yang menawarkan paket wisata dengan biaya pasti, share cost lebih membagi rata biaya dan pengeluaran yang dilakukan oleh peserta liburan. Intinya adalah tentang kesepakatan yang dibagi rata.

Open trip, trip, agent, travel, tour, peserta, biaya, harga, program, transportasi, akomodasi, penginapan, populer, share cost, traveler, Jakarta, wisata, destinasi, liburan, lokasi

Aktivitas santai di tengah-tengah liburan

Apabila rincian biaya untuk open trip sudah jelas tertulis hitam di atas putih, share cost dalam praktiknya bisa sangat bervariasi. Contohnya, Anda bisa menentukan hal apa yang harus dibayar bersama-sama. Misalnya saja biaya makan atau pengeluaran untuk angkutan . Kembali lagi pada kesepakatan antar-peserta.

Lihat Juga:   Harga Tiket Masuk Hugo’s Cafe Malang

Dengan mengikuti open trip, peserta juga akan lebih mudah dalam hal urusan transportasi dan akomodasi. Pasalnya, semua kebutuhan ini sudah diurus langsung oleh panitia atau travel agent. Pihak panitia maupun trip organizer umumnya sudah memiliki banyak kenalan penyedia jasa transportasi lokal, baik untuk menuju tempat wisata maupun di sekitar spot liburan.

Kekurangan Open Trip

Tiap pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga jika Anda memilih rekreasi dengan konsep open trip. Kekurangan open trip adalah Anda tidak bisa menjelajahi destinasi wisata sesuka hati, karena trip Anda sudah terjadwal. Selain itu, biasanya penyelenggara juga menawarkan spot wisata yang cukup mainstream. Kekurangan lainnya adalah mungkin ada kesulitan untuk beradaptasi dengan peserta lain yang belum Anda kenal sebelumnya.

Biaya Open Trip

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti program open trip sangat bervariasi, tergantung destinasi wisata yang dituju, akomodasi yang disediakan, serta jumlah peserta yang ikut. Semakin banyak jumlah peserta yang ikut dan semakin dekat lokasi wisata yang dituju dari lokasi keberangkatan, maka biaya yang dikeluarkan pun semakin kecil.

Di Indonesia sendiri, ada banyak agen tour yang sudah populer di kalangan pencinta open trip. Piknik Nusantara misalnya, menawarkan open trip ke Komodo dengan biaya Rp2,1 jutaan per orang. Sementara, Go-Vakansi menyediakan open trip ke dari ke Kepulauan Seribu atau Bandung dengan harga tidak sampai Rp500 ribu per orang. Untuk yang ingin ke luar negeri, Maldiveslowbudget menawarkan open trip ke Maldives dengan harga cuma Rp7,8 jutaan per orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>