Rute dan Estimasi Waktu Pendakian Gunung Semeru




Gunung Semeru tampak dari kejauhan (sumber: anekatempatwisata.com)
Gunung Semeru tampak dari kejauhan (sumber: anekatempatwisata.com)

Siapa yang tidak kenal dengan Semeru? Semeru merupakan berapi kerucut tertinggi di Jawa. Semeru, atau biasa disebut dengan Mahameru, memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut. Ini sekaligus menjadikan Semeru sebagai berapi tertinggi di Indonesia, setelah Kerinci di Sumatera dan Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Secara administratif, Gunung Semeru termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Gunung ini termasuk dalam kawasan Bromo Tengger Semeru. Karena terletak di wilayah yang strategis, Gunung Semeru menjadi salah satu gunung berapi yang ramai didaki. Ada dua rute utama untuk mencapai Desa Ranupane, desa terakhir untuk mengunjungi gunung ini, yaitu dari Kota Malang dan dari Kota Lumajang.

Rute dari Malang merupakan yang banyak dilewati para pendaki Gunung Semeru. Rute bisa dimulai dari Kota Malang menuju Tumpang, Poncokusumo, Gubuk Klakah, Ngadas, dan Ranu Pane. Jarak tempuh untuk melewati ini kurang lebih memakan waktu tiga hingga empat jam. Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan pegunungan yang sejuk dan jalan berliku serta jurang yang dalam di kanan-kiri.

Pendakian Gunung Semeru (sumber: travelingyuk.com)
Pendakian Gunung Semeru (sumber: travelingyuk.com)

Sementara, dari Kabupaten Lumajang, meski jalur ini terbilang lebih singkat, namun kurang populer di kalangan pendaki. Dengan jarak tempuh hanya satu hingga dua jam saja, jalur ini bisa dimulai dari Lumajang, Senduro, dan Bumi Ranu Pane. Dari Ranu Pane, ada beberapa tahapan rute pendakian untuk menuju Puncak Semeru, yaitu:

  • Ranu Pane ke Pos 1, normalnya memakan waktu sekitar 1 jam. Jalur yang dilalui masih berbatu dan belum terlalu menanjak. Biasanya, waktu paling lama dihabiskan pendaki adalah di depan gerbang pendakian Semeru, yang tak lain untuk berfoto. Jika pendaki belum sempat mengisi perut, di Ranu Pane sudah ada beberapa warung yang bisa disambangi.
  • Pos 1 ke Pos 2, jika Anda termasuk mahir, perjalanan rute ini biasanya hanya membutuhkan waktu 30 menit. Jalur pun sudah berubah, dari berbatu menjadi jalanan tanah. Namun, rute yang dilalui belum terlalu berat dan tidak terlalu menanjak. Meski demikian, para pendaki tetap disarankan untuk berhati-hati, terutama karena ada jurang di bagian kiri jalan.
  • Pos 2 ke Pos 3, memiliki jalur yang mirip dari Pos 1 ke Pos 2, hanya saja sekarang lebih panjang dan memutar. Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan pepohonan lebat, dengan sesekali burung terlihat terbang dari satu pohon ke pohon lain. Durasi waktu perjalanan ini sekitar 1 hingga 1,5 jam.
  • Pos 3 ke Pos 4, membutuhkan waktu sekitar 45 menit, perjalanan ini mulai cukup berat dengan jalur yang menanjak. Usai melewati tanjakan yang sangat curam, jalur berikutnya cenderung menurun. Menjelang akhir perjalanan, sebelum tiba di Oos 4, pemandangan cantik Ranu Kumbolo sudah bisa terlihat dengan jelas.
  • Pos 4 ke Ranu Kumbolo, keindahan danau Ranu Kumbolo terpampang jelas ketika melewati rute ini. Hanya perlu sekitar 30 menit berjalan kaki, pendaki sudah bisa mencapai danau yang elok tersebut. Di dekat Ranu Kumbolo pun sudah dibangun seperti toilet basar dengan mulai Rp5 ribuan untuk buang air kecil.
  • Ranu Kumbolo ke Cemoro Kandang, perjalanan ini memakan waktu sekitar 1 jam. Ada dua spot seru di sela-sela perjalanan ke Cemoro Kandang, yakni Tanjakan Cinta dan Oro-Oro Ombo. Tanjakan Cinta adalah sebuah tanjakan curam yang harus dilewati bila ingin sampai ke Oro-Oro Ombo. Sementara, Oro-Oro Ombo adalah padang yang luas dimana berisikan rumput, pepohonan, dan juga salah satu tanaman cantik namun mematikan, Verbena brasiliensis.
  • Cemoro Kandang ke Jambangan, membutuhkan waktu sekitar 2 jam, pendaki akan disuguhi kembali pepohonan yang lebat. Jalanan akan terus menanjak sehingga energi akan terkuras habis di jalanan ini.
  • Jambangan ke Kalimati, memerlukan waktu sekitar 1 jam, perjalanan rute ini cukup menyenangkan karena jalur jalu dilalui perlahan-lahan turun. Jika pendaki butuh air, bisa berjalan sekitar 30 menit untuk mengambil air di Sumber Mani.
  • Kalimati ke Kelik, perjalanan ini memerlukan waktu sekitar 2 jam, dengan melewati batas vegetasi atau batas tumbuhnya pepohonan. Jalur mendaki ke puncak ini cukup berat, diawali dengan jalur tanah, lalu berubah menjadi jalur pasir dan berbatu.
  • Kelik ke Puncak Mahameru, ini merupakan trek terberat. Trek jalur ini berupa pasir yang labil sehingga menyulitkan pergerakan kaki. Karena itu, pendaki sangat disarankan menggunakan gaiter untuk melindungi sepatu agar tidak kemasukan pasir. Biasanya, pendaki memerlukan waktu 4 hingga 6 jam, tergantung kekuatan fisik masing-masing pendaki.

Estimasi Waktu Pendakian Gunung Semeru

Jalur pendakian Gunung Semeru (sumber: jatimnet.com)
Jalur pendakian Gunung Semeru (sumber: jatimnet.com)
Jalur PendakianWaktu Tempuh
Ranu Pane ke Pos 11 jam
Pos 1 ke Pos 230 menit – 45 menit
Pos 2 ke Pos 31 jam – 1,5 jam
Pos 3 ke Pos 445 menit
Pos 4 ke Ranu Kumbolo30 menit
Ranu Kumbolo ke Cemoro Kandang1 jam
Cemoro Kandang ke Jambangan2 jam
Jambangan ke Kalimati1 jam
Kalimati ke Kelik2 jam
Kelik ke Puncak Mahameru 4 jam – 6 jam

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Semeru memang sangat berat dan melelahkan. Namun, begitu Anda sampai di puncak tertinggi Pulau Jawa tersebut, perjuangan Anda tidak akan sia-sia. Dari Puncak Semeru ini, Anda bisa melihat cantiknya proses matahari terbit. Sunrise di Mahameru mungkin adalah salah satu sunrise terbaik yang ada di seluruh dunia. 

Lihat Juga:   Harga Tiket Masuk dan Fasilitas Penginapan di Pantai Umang




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan