Pentungan Sari, Objek Wisata Inisiatif Warga Singosari yang Ingin Kembangkan Potensi Desa

  • Whatsapp

Kabupaten Malang menawarkan beragam wisata mengagumkan yang tak boleh dilewatkan oleh para penggemar traveling. Salah satu yang baru dibuka dan beroperasi, yakni Wisata Pentungan Sari. Destinasi yang satu ini  terletak di desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Meski masih tergolong baru dan terus membangun, Wisata Pemandian Pentungan Sari di Desa Toyomarto ini cukup dikenal oleh masyarakat. Tidak hanya warga sekitar dan masyarakat se-Malang Raya, tetapi juga dari luar daerah. Sedikitnya jumlah pengunjung mencapai 3.000 orang setiap minggunya, paling ramai pada setiap akhir pekan.

Bacaan Lainnya

Pentungan Sari berada di wilayah dengan kondisi alam yang masih alami. Wahana-wahana yang tersedia amat cocok untuk wisata . Sedikitnya ada dua wahana yang menjadi andalan Wisata Pentungan Sari.

Pertama, yakni ikan . Di sini, pengunjung dapat merasakan sensasi unik dengan merendam kaki dalam kolam yang dihuni oleh ikan-ikan kecil. Ikan-ikan kecil akan mengerubungi kaki yang terendam, untuk memakan dan membersihkan sel-sel kulit mati pada telapak kaki. Sensasi gigitan ikan-ikan kecil ini cukup unik dan memberikan rasa geli yang menyenangkan. Dari sudut pandang kesehatan, terapi ikan diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan kulit, meningkatkan sirkulasi darah, serta dapat membantu meredakan stres.

Lihat Juga:   Info Fasilitas, Wahana, dan Harga Tiket Terbaru Wendit Waterpark

Wahana andalan Wisata Pentungan Sari berikutnya adalah kolam renang. Di sini tersedia dua kolam, masing-masing untuk anak-anak dan orang dewasa, dengan tingkat kedalaman yang berbeda. Air kolam berasal dari sumber mata air alami yang menyegarkan.

Ada mitos yang beredar di kalangan warga sekitar Wisata Pentungan Sari, sejak era Kerajaan Singosari. Menurut keterangan pihak pengelola, nama Pentungan Sari diambil dari cerita masyarakat setempat tentang seekor babi hutan. Babi hutan tersebut dihajar warga menggunakan tongkat pemukul atau dalam bahasa setempat disebut “pentung”. Dipukuli dan dikejar-kejar warga, babi hutan kabur menuju area kolam. Kala itu terdapat dua kolam, yakni kolam jernih dan kolam “berek” (keruh). Babi hutan yang kabur itu kemudian masuk ke kolam “berek” dan berikutnya terjadi peristiwa ajaib, luka-lukanya sembuh dan hilang seketika. Sejak itulah kolam ini disebut dengan Pentungan Sari.

Lihat Juga:   Info Terkini Fasilitas dan Harga Tiket Pantai Olo Belawan

Kolam pemandian alami di Pentungan Sari dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Di antaranya taman bunga, lengkap dengan gazebo untuk beristirahat. Tak jauh dari kolam, terdapat pendopo, mushola, dan kafe, serta galeri yang menjajakan produk kerajinan warga desa sekitar, salah satu yang cukup ikonik adalah kreasi sandal berbahan kayu dan spons. Di luar, area parkir juga cukup luas untuk menampung puluhan kendaraan roda dua dan empat.

Untuk dapat menikmati semua wahana di Pentungan Sari, Anda cukup membeli tiket masuk seharga Rp8.000,- saja. Lokasinya juga cukup strategis, hanya sekitar 10 menit dari jalur utama Malang-Surabaya, sehingga mudah diakses.

Wisata Pentungan Sari bukan hanya memberikan pengalaman rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi dan aset masyarakat setempat, karena dibangun di atas lahan milik desa yang dikelola secara profesional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan