Keindahan Wae Rebo Village, Penginapan Tradisional di Atas Awan




Desa Wae Rebo/Wae Rebo Village (sumber: indonesia.travel)
Desa Wae Rebo/Wae Rebo Village (sumber: indonesia.travel)

Jika mengaku penjelajah gunung, Anda pasti tahu keberadaan Desa Wae Rebo, Flores. TempatĀ  ini disebut-sebut sebagai desa di atas awan yang menawarkan keindahan pegunungan disertai kabut tipis dengan hawa sejuk pada pagi hari. Namun, untuk dapat menikmatinya Anda harus berjuang menempuh sulit dengan trekking berjam-jam melalui perbukitan hijau di sana.

Tak banyak yang tahu jika Desa Wae Rebo termasuk ke dalam desa tertinggi di Indonesia. Desa dengan barisan rumah adat berbentuk kerucut tersebut berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan (mdpl). Desa Wae Rebo bahkan telah menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO pada 2012 silam.[1] Anda pasti bangga jika pernah menikmati sensasi menginap di perkampungan Manggarai Barat, NTT ini.

Keunikan Desa Adat Wae Rebo

Wae Rebo Village menyuguhkan beberapa keunikan yang nyata sekaligus menjadi daya tarik wisatawan. Mulai dari Mbaru Niang, sebutan rumah adat Desa Wae Rebo telah bertahan selama 19 generasi. Tujuh rumah adat itu terbuat dari kayu dengan atap ilalang yang dianyam dengan bentuk arsitektur sangat unik.

Mbaru Niang terdiri dari lima lantai yang dihuni oleh enam hingga delapan . Setiap tamu yang datang akan dijamu di dalam satu Mbaru Niang khusus wisatawan. Sistem menginap di rumah tamu melingkar di sisi pinggir seperti di asrama.

Pembangunan Mbaru Niang, rumah adat Wae Rebo (sumber: archnet.org)
Pembangunan Mbaru Niang, rumah adat Wae Rebo (sumber: archnet.org)

Selain rumah adat, kehidupan masyarakatnya juga menarik untuk diketahui. Masyarakat Desa Wae Rebo merupakan keturunan Minang dari Sumatera Barat. Hal ini lantaran empo maro atau nenek moyang Wae Rebo berasal dari Minangkabau yang merantau hingga ke Flores dan berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya menetap di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Desa Wae Rebo ini. Meski keturunan Minang, tetapi nama-nama penduduknya tidak seperti nama orang Minang kebanyakan.

Lihat Juga:   Ingin Liburan ke Gili Genting? Ini Info Tarif & Fasilitas Penginapan di Gili Genting Madura

Sebagian besar masyarakat yang hidup di sana berprofesi sebagai petani, sedangkan para wanita membuat tenun. Anda tak perlu takut untuk belajar cara menenun karena semua penduduknya begitu ramah kepada para tamu. Di Desa Wae Reo terdapat pula kebun kopi, sehingga para tamu yang datang akan dihidangkan kopi khas Flores sebagai welcome drink.

Jika datang pada bulan November, Anda akan menyaksikan Upacara Adat Penti. Upacara ini dilakukan sebagai rasa syukur berkat hasil panen yang didapatkan dalam setahun serta memohon keharmonisan dan perlindungan bagi masyarakat setempat. Selama upacara, Anda dapat menyaksikan penduduk memakai pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya sekaligus menjalankan sejumlah atraksi yang sarat nilai . Semua keunikan itu menjadikan Wae Rebo Village pantas sebagai destinasi Anda saat ke Flores.

Menurut review pengunjung yang pernah singgah ke Wae Rebo, sebelum pergi ke Wae Rebo Village, Anda harus benar-benar menyiapkan fisik yang prima. Pasalnya, desa yang berada di atas gunung di Ruteng, Flores ini hanya bisa dicapai dengan melakukan perjalanan pendakian yang memakan waktu sekitar 4-5 jam dari pos 1. Pengunjung disarankan berangkat pada pagi hari dari pos 1 Wae Rebo (tempat parkir). Ada baiknya, Anda memakai jasa guide yang biasanya standby di pos1. Lalu, berapa rincian biaya yang perlu dipersiapkan selama menginap di Wae Rebo Village?

Lihat Juga:   Grand Puri Waterpark Bantul, Wisata Air Seru Harga Tiket Terjangkau

Rincian Wae Rebo Village

Warga Wae Rebo Village (sumber: indonesiakaya.com)
Warga Wae Rebo Village (sumber: indonesiakaya.com)
Keterangan (Rp)
Tiket masuk (tanpa menginap)200.000
Porter Gunung250.000
Biaya penginapan di desa adat325.000 per orang

Informasi di atas kami rangkum dari berbagai sumber di internet pada 2020. Dengan biaya tersebut, Anda akan memperoleh sejumlah fasilitas lengkap meliputi tempat tidur massal di ruang utama, kamar mandi dan penerangan berupa genset atau solar cell. Meski fasilitasnya begitu sederhana, tetapi akan sebanding dengan keindahan dan budaya Wae Rebo Village yang ditawarkan.

Apabila selama ini Anda terbiasa menginap di tempat-tempat mewah, rasanya Wae Rebo Village patut dikunjungi karena para tamu akan menikmati sensasi menginap di rumah adat . Selain menikmati hawa dan panorama alam yang masih asri, para tamu juga memperoleh wisata budaya selama menginap di sana. Belum lagi, pengalaman mendaki sebelum menuju Desa Wae Rebo tentu meninggalkan kesan tersendiri untuk Anda.

[1] Tim Tunas Karya Guru. Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas V (Jakarta: Penerbit Duta, 2017), hlm. 28




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan