Pengertian Ekowisata Bahari, Liburan Sambil Menjaga Kelestarian Alam

  • Whatsapp
Ilustrasi: kawasan ekowisata bahari (sumber: reddoorz)
Ilustrasi: kawasan ekowisata bahari (sumber: reddoorz)

Seiring waktu, muncul kesadaran bahwa berwisata itu bukan cuma bersenang-senang dan . Meskipun tujuan utama adalah refresh otak dan tubuh dari rutinitas , sekarang sudah banyak yang sadar bahwa rekreasi juga perlu tetap menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, akhirnya muncul konsep ekowisata, yakni kegiatan wisata bertanggung jawab yang berbasis utama pada kegiatan wisata alam.[1] Awalnya ditujukan untuk wisata pedesaan dan wisata budaya, sekarang juga sudah ada ekowisata bahari. Lalu, apa itu ekowisata bahari?

Pengertian Ekowisata Bahari

Ekowisata bahari terdiri dari dua kata, yakni ekowisata dan bahari. Seperti dijelaskan di atas, ekowisata adalah kegiatan wisata bertanggung jawab yang berbasis utama pada kegiatan wisata alam. Namun, ekowisata lebih dari sekadar pariwisata ekologi dan alami, tetapi lebih merupakan kegiatan pariwisata untuk memperkuat tanggung jawab dalam melindungi sumber daya alam dan lingkungan secara ekologis dengan cara rekreasi.[2]

Bacaan Lainnya

Menurut penjelasan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten , ekowisata adalah salah satu kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Ekowisata ini dimulai ketika dirasakan adanya dampak negatif kegiatan pariwisata konvensional, termasuk kerusakan lingkungan, terpengaruhnya budaya lokal secara tidak terkontrol, berkurangnya peran masyarakat setempat, serta persaingan bisnis yang mulai mengancam lingkungan setempat.

Lihat Juga:   Referensi Hotel di Pulau Pangkor Menghadap Laut, Berapa Harganya?
Ilustrasi: kawasan ekowisata bahari (sumber: pegipegi)
Ilustrasi: kawasan ekowisata bahari (sumber: pegipegi)

Sementara itu, bahari, dalam hal ini adalah wisata bahari, merupakan segala kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan kesenangan, tantangan, pengalaman baru, hingga yang hanya dapat dilakukan di wilayah perairan. Sejumlah aktivitas yang sering disebut sebagai wisata bahari antara lain berenang, naik perahu, snorkeling, diving, memancing, olahraga , atau piknik menikmati atmosfer laut.

Nah, apabila digabung, ekowisata bahari adalah kegiatan wisata yang mengandalkan daya tarik alami lingkungan pesisir dan lautan (langsung maupun tidak langsung). Ekowisata bahari merupakan konsep pemanfaatan daya tarik (estetika) sumber daya hayati pesisir dan pulau-pulau kecil yang berwawasan lingkungan, juga sebagai suatu bentuk atau upaya dari reaksi terhadap keberlanjutan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya secara bersamaan di wilayah pesisir.

Jenis Ekowisata Bahari

Potensi sumber daya ekowisata bahari setidaknya mencakup tiga bentang yang berbeda, yaitu bentang darat pantai, bentang laut (perairan di sekitar pesisir pantai maupun lepas pantai yang menjangkau jarak tertentu yang memiliki potensi bahari), dan dasar laut. Untuk bentang darat pantai, kegiatan yang dilakukan di antaranya kegiatan rekreasi olahraga susur pantai, bola voli pantai, bersepeda pantai, panjat pada dinding terjal di pantai (cliff), dan menelusuri gua pantai

Sementara itu, kegiatan di bentang laut termasuk aktivitas berenang (swimming), memancing (fishing), mendayung (boating), sea kayaking, berlayar (sailing), berselancar (surfing), parasailing, dan sea cruising. Adapun untuk bentang dasar laut, bisa kegiatan menyelam (diving), snorkeling, dan coral viewing dengan alat bantu dan/atau kendaraan (kapal selam kaca mini) atau tanpa alat bantu sama sekali.

Ilustrasi: wahana ekowisata bahari (sumber: idntimes)
Ilustrasi: wahana ekowisata bahari (sumber: idntimes)

Walau bisa dilakukan di semua pantai, tetapi tidak semua tempat perairan dapat dikatakan sebagai spot ekowisata bahari. Sebelum mengembangkan ekowisata ini, ada persyaratan ekologis, kelayakan sosial-ekonomi, dan sarana prasarana suatu kawasan wisata yang harus dipenuhi agar dapat menjadi ekowisata yang menarik, memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal, dan juga dapat memuaskan pengunjung.[3]

Lihat Juga:   Update Harga Tiket Lembah Tumpang Resort, Tawarkan Suasana Kerajaan Jawa Kuno

Ekowisata Bahari di Indonesia

Karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan, sebenarnya tidak sulit menemukan ekowisata bahari di Indonesia. Di Sabang, Aceh misalnya, ada Pantai Teupin Layeu Iboih, yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan pariwisata sejak tahun 2007 silam. Kegiatan wisata di pantai tersebut tidak hanya mementingkan aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan yang diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan alam akibat interaksi turis dengan lingkungan.

Sementara itu, di Kabupaten Malang, ada Pantai Tiga Warna, sebuah pantai yang menawarkan gradasi warna air laut yang menarik. Spot wisata ini juga dapat dikatakan sebagai ekowisata bahari lantaran memang sangat peduli terhadap keberlangsungan ekosistem di kawasan pantai. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membatasi kunjungan wisatawan hanya 200 orang sekali waktu serta tiket berupa donasi satu pohon bakau untuk konservasi bakau dan terumbu karang.

[1] Wood, M. E. 2002. Ecotourism: Principles, Practices and Polices for Sustainability. UNEP.

[2] Aswita, Dian & Nurlela Andalia. 2016. Ekowisata Bahari di Pantai Teupin Layeu Iboih dan Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan serta Pengembangannya. Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 21(2): 92-98.

[3] Tuwo, A. 2011. Pengelolaan Pesisir dan Laut. Surabaya: Brilian Internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan