Pantai Biru Langkat, Spot Wisata Menyegarkan dan Murah




Pantai Biru Langkat - (Youtube: yr karta anakmedan)
Pantai Biru Langkat - (Youtube: yr karta anakmedan)

Apa yang terbersit di benak Anda ketika mendengar istilah pantai? Tentunya salah satu yang biasanya berada di pinggir lautan yang luas. Nah, berbeda dengan pantai-pantai umumnya, kawasan wisata Pantai Biru yang berlokasi di Kabupaten Langkat, Utara ternyata tidak terletak di pinggir laut, melainkan di sebuah pedalaman desa.

Lokasi Pantai Biru Langkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, Pantai Biru terletak di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. wisata ini tepatnya berada di Desa Pamah Tambunan, sekitar 8 km dari ibukota Kecamatan Salapian. Pantai Biru bisa Anda tempuh setelah melakukan sekitar 50 km jika Anda bertolak dari Kota Binjai.

Apabila Anda bertolak dari Kota Medan, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 65 km melewati Kota Binjai untuk tiba di tempat wisata ini. Jalur yang bisa Anda lalui adalah via Tanjung Langkat, Tambunan. Akses menuju ke sana awalnya merupakan jalanan beraspal, kemudian dilanjutkan dengan jalanan kerikil dan bebatuan.

Sepanjang perjalanan, dapat melihat pemandangan khas pedesaan, dengan pepohonan hijau dan tebing-tebing yang tinggi. Udara di sekitar kawasan ini juga tergolong sejuk, sehingga tidak akan membuat perjalanan Anda terasa bosan. Sekitar 10 sampai 15 menit menyusuri jalan setapak, Anda akan menemukan sebuah jembatan di atas sebuah sungai yang disebut sebagai Pantai Biru.

Pesona Pantai Biru Langkat

Sebelum membahas mengenai Pantai Biru Langkat, tidak ada salahnya kita mengulik sedikit tentang Desa Pamah Tambunan, tempat spot wisata ini berada. Dilansir dari berbagai sumber, dulunya nama desa ini bukanlah Tambunan, melainkan Timbunan. Pasalnya, kampung ini berdiri di atas hasil timbunan tanah perkebunan karet di masa lalu sebelum berdirinya PT Kinar Lapiga.

Pantai Biru Langkat - (Youtube: yr karta anakmedan)
Pantai Biru Langkat – (Youtube: yr karta anakmedan)

Seiring perkembangan zaman, nama desa ini perlahan berubah menjadi Desa Pamah Tambunan. Bahkan, banyak yang mengira bahwa desa tersebut merupakan asal orang-orang dari suku atau marga Tambunan, seperti Gayus Tambunan. Padahal, mayoritas warga di tempat ini adalah 70 persen suku Karo, 25 persen suku Jawa, dan lima persen sisanya adalah campuran.

Lihat Juga:   Tarif Villa di ‘Permata Hati Resort’ Puncak - Bogor

Pendapatan masyarakat di desa ini sebagian besar disumbangkan dari hasil kebun karet dan kelapa sawit, sekitar 60 persen. Desa ini sendiri dikatakan sebagai salah satu desa unik di Kecamatan Salapian, karena masyarakatnya, termasuk pemuda, memiliki sikap yang sopan, tidak kampungan meski sebenarnya desa mereka merupakan sebuah perkampungan.

Seperti diuraikan di atas, Pantai Biru bukan seperti objek wisata pantai pada umumnya. Ini adalah sebuah sungai yang memiliki area cukup luas, termasuk aliran sungai serta daerah pinggiran sungai yang bisa dijadikan lokasi bersantai. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian masyarakat setempat mengibaratkan sungai ini seperti sebuah pantai.

Layaknya wisata sungai pada umumnya, Pantai Biru di Langkat sering dijadikan sebagai sebuah pemandian untuk menyegarkan diri. Ketika musim liburan sekolah, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin refreshing dan mencari udara yang segar. Di samping itu, lokasi Pantai Biru juga cocok dijadikan tempat berkemah, terutama bagi mereka yang doyan berwisata alam.

Menurut ulasan para pelancong yang pernah liburan ke tempat ini, Pantai Biru dikatakan sebagai salah satu destinasi yang cocok ketika ingin mengajak anak rekreasi. Dengan area sungai yang besar namun tidak terlalu deras, membuat siapa saja bisa bermain air sepuasnya. Meski begitu, kewaspadaan dan kehati-hatian tetap diperlukan saat berenang di Pantai Biru.

Di samping itu, banyak juga pengunjung yang menyukai akses jalan yang cukup bagus ke kawasan Pantai Biru. Bahkan, objek wisata ini disebut-sebut sebagai salah satu spot tujuan wisata terbaik di Kecamatan Salapian. Pemandangan yang bagus, pemandian yang nyaman, air yang jernih, serta udara yang sejuk menjadi beberapa keunggulan Pantai Biru di Langkat.

Lihat Juga:   Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Wisata Alam Sejuk & Murah Meriah di Bandung

Tidak hanya menawarkan sungai yang besar dan jernih, di area Pantai Biru juga terdapat beberapa objek wisata yang masih alami. Di sini, pengunjung bisa menemukan sebuah gua, yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Gua Alam Liang. Gua ini sering dimasuki oleh para wisatawan karena tidak berbahaya dan juga dapat dijadikan tempat berteduh ketika turun hujan.

Tiket Pantai Biru Langkat

Lalu, berapa yang perlu dikeluarkan ketika ingin mengunjungi tempat yang satu ini? Wisatawan yang hendak rekreasi ke Pantai Biru tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pelancong hanya perlu membayar tarif parkir sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor atau Rp10.000 untuk kendaraan roda empat. Jika ada acara-acara seperti pertunjukan musik, mungkin akan dikenakan tiket tambahan.

Pantai Biru Langkat - (Youtube: yr karta anakmedan)
Pantai Biru Langkat – (Youtube: yr karta anakmedan)

Penginapan Dekat Pantai Biru Langkat

Nah, untuk mereka yang datang dari jauh dan ingin bermalam, tidak perlu khawatir. Bila Anda kebetulan membawa perlengkapan berkemah, Anda bisa mendirikan tenda untuk kemping di sekitar lokasi Pantai Biru. Namun, jika Anda kurang sreg bermalam di tengah hutan, Anda bisa berburu penginapan di kawasan Langkat.

Beberapa akomodasi murah dapat Anda temukan di sekitar kawasan ini, yang sebagian besar berada di Bahorok, tidak jauh dari Salapian. Yusman Guest House misalnya, menawarkan setidaknya tiga kamar, yakni Standard Room, Budget Room, dan Deluxe Double, dengan tarif mulai Rp100 ribu sampai Rp150 ribuan per malam.

Pilihan akomodasi murah lainnya adalah Lucky Bamboo Guest House, dengan tarif mulai Rp200 ribuan per malam untuk Budget Double dan Rp300 ribuan per malam untuk Standard Double. Biaya tersebut sudah termasuk queen bed, akses Wi-Fi gratis, kapasitas 2 tamu, kipas angin, smoking area, dan teras, namun belum termasuk sarapan.




Be the first to comment

Leave a Reply

Berikan rating*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*