Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan Air Terjun Niagara yang berada di perbatasan Amerika Serikat dengan Kanada. Nah, di dalam negeri, ternyata ada air terjun yang memiliki keindahan yang diklaim mirip Niagara, yaitu Air Terjun Tumpak Sewu. Jalan atau rute menuju air terjun yang berada di Kabupaten Lumajang ini bisa Anda tempuh dari kota malang dengan perjalanan sekitar dua jam berkendara.
Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu
Sebelum membahas mengenai rute menuju Air Terjun Tumpak Sewu, kita kulik sedikit mengenai keindahan air terjun ini. Air Terjun Tumpak Sewu secara administratif berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Air terjun ini dinamakan ‘Tumpak Sewu’ lantaran disebut-sebut memiliki seribu aliran air dan bila diartikan dalam bahasa Jawa adalah sewu.
“Nama itu digunakan karena saking banyaknya aliran mata air di air terjun ini, istilahnya seribu mata air. Kalau aliran sungainya hanya satu, yaitu Sungai Gledek yang berwarna cokelat,” kata pengelola Wisata Alam Air Terjun Tumpak Sewu, Abdul Karim. “Sementara, aliran air terjun lainnya berasal dari rembesan mata air dari dinding bukit.”
Panorama Air Terjun Tumpak Sewu
Tinggi Air Terjun Tumpak Sewu konon berkisar 120 meter. Letak air terjun ini memang menjadi ‘surga tersembunyi’ di Lumajang. Pasalnya, terdapat tulisan ‘sepihan surga itu masih ada’ di jalan masuk sebelum sampai ke lokasi air terjun. Hal tersebut tentunya dimaksudkan untuk mengungkapkan keindahan pemandangan air terjun yang sangat menggoda.
“Awalnya, konsep wisata Air Terjun Tumpak Sewu untuk anak-anak muda. Tetapi, kami ada dua konsep,” lanjut Karim. “Wisatawan bisa menikmati pemandangan air terjun hingga memetik buah salak. Kalau di Pos Panorama, untuk mass tourism. Jadi, bisa untuk liburan anak-anak, keluarga, orang tua, hingga kaum dengan kebutuhan khusus.”
Air Terjun Tumpak Sewu memang memiliki beragam aktivitas menarik yang bisa Anda coba. Aktivitas pertama adalah menikmati pemandangan air terjun. Para wisatawan atau pengunjung cukup berjalan kaki sejauh 400 meter untuk bisa sampai ke Pos Panorama. Pos Panorama sendiri adalah sebuah tempat yang didesain oleh pengelola untuk wisatawan dengan pelindung jurang dari bambu. Di sana terdapat area yang lebih tinggi untuk bisa menikmati pemandangan air terjun dan mengabadikan gambar dengan latar belakang Air Terjun Tumpak Sewu.
Selain itu, aktivitas menarik lainnya yang bisa dilakukan di kawasan air terjun ini adalah trekking dari Pos Panorama ke lembah air terjun. Dalam aktivitas trekking ini, wisatawan akan melewati jalur tanah dengan kombinasi bambu yang cukup terjal dan menuruni aliran air terjun kecil. Untuk wisata minat khusus ini, para pengunjung harus menggunakan jasa pemandu.
Di lembah Air Terjun Tumpak Sewu, wisatawan akan diajak berjalan melewati tebing-tebing yang mengapit dan menyeberang aliran sungai. Rutenya, setelah parkir kendaraan, Anda akan melalui anak tangga berundak turun ke dasar bukit. Untuk menuruni tangga sepanjang 800 meter ini, Anda tidak perlu tergesa-gesa karena kondisinya yang cukup curam mengikuti bentuk permukaan tanah.
Setelah selesai menuruni anak tangga, wisatawan akan disambut Goa Tetes di ujung tangga. Dinamakan demikian karena di atas goa tersebut dipenuhi tetesan air dari sumber mata air. Air tersebut akan mengalir ke sungai di bawah goa. Yang membuatnya unik, aliran air ini menyerupai kristal. Sekadar informasi, sebelum Air Terjun Tumpak Sewu dibuka, Goa Tetes-lah yang menjadi destinasi wisata di Pronojiwo.
Usai Goa Tetes, Anda akan menuruni tebing batu yang cukup curam. Untuk itu, Anda harus menggunakan tali pengaman. Pastikan juga Anda menggunakan pakaian yang nyaman serta alas kaki yang mendukung karena track ini benar-benar membutuhkan gerakan yang lincah. Setelah berhasil menuruni tebing, perjalanan dilanjutkan dengan melewati pinggiran, bahkan menyeberangi sungai. Setelah itu, Anda bakal sampai di Air Terjun Tumpak Sewu.
Bukan hanya wisata petualangan yang memacu adrenalin yang bisa dicoba di Air Terjun Tumpak Sewu. Pengelola pun menawarkan agrowisata buah salak. Wisatawan bisa wisata agro memetik buah salah prono di kebun warga. Pasalnya, di sekitar kawasan tersebut, banyak warga lokal yang membudayakan buah-buahan salak.
Rute Menuju Air Terjun Tumpak Sewu
Nah, jika Anda sudah ‘ngiler’ dan ingin menikmati keindahan Air Terjun Tumpak Sewu, ada beberapa rute yang bisa Anda lalui untuk bisa sampai ke wana wisata tersebut. Rute pertama dan paling sering dilalui adalah dari Kota Malang dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Jika Anda berangkat dengan rute ini, Anda akan melalui tiga kecamatan, yaitu Bululawang, Dampit, Tirtomoyo, dan akhirnya sampai di Kecamatan Pronojiwo. Ketika tiba di Desa Sidomulyo, perjalanan masih diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter sebelum sampai di Air Terjun Tumpak Sewu.
Sementara, jika Anda berangkat dari Kabupaten Probolinggo, Anda memerlukan waktu sekitar 3 jam 40 menit berkendara menuju arah barat daya untuk tiba di tempat ini. Adapun jika Anda datang dari Jember, waktu tempuhnya sekitar 3 jam berkendara dengan jarak kurang lebih 114,7 km. Daerah yang dilalui dari pusat kota Jember adalah mulai dari daerah Rambupuji dan berakhir di Kota Lumajang untuk selanjutnya langsung saja menuju kawasan Kecamatan Pronojiwo dan menuju Desa Sidomulyo. Atau, jika Anda melalui jalur alternatif, wilayah yang Anda lewati sebelum Kecamatan Pronojiwo adalah Kecamatan Candipuro.
harga tiket Masuk Air Terjun Tumpak Sewu
Layaknya objek wisata lainnya, untuk bisa menikmati panorama Air Terjun Tumpak Sewu, wisatawan diharuskan membayar tiket masuk. Untuk bisa masuk ke area, wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp10.000 orang. Sampai dengan tahun 2023, biaya tiket masuk Air Terjun Tumpak Sewu masih relatif stabil atau belum berubah. Sementara, wisatawan yang ingin melakukan trekking atau petik buah salak, akan dikenakan biaya tambahan untuk pemandu wisata.
Adapun Air Terjun Tumpak Sewu buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga jam 17.00 WIB untuk panorama atas. Sedangkan untuk wisatawan yang ingin turun, jam bukanya lebih singkat, yakni mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB untuk kawasan bawah.
[Dian]
