Panduan Wisata Hemat Ala Backpacker Ke Eropa

Charles Bridge - en.wikipedia.org

Siapa bilang wisata ke harus selalu menggunakan agent? Anda juga bisa kok berangkat jalan-jalan ala backpacker ke Eropa tanpa tour! Jika Anda masih energik dan hanya berlibur berdua saja, wisata ala backpacker tentu bisa dicoba. Selain lebih , Anda juga bisa menambah pengalaman seru.

Namun perlu diingat, berwisata ke Eropa tentunya jauh berbeda dari sekadar wisata ke luar atau ke negara-negara di Asia. Pertama karena dari segi budaya tentunya agak berbeda, kemudian biaya hidup di Eropa terbilang cukup mahal. Apalagi jika Anda mengunjungi negara-negara seperti Austria, Perancis, atau sebagainya. Agar bisa memperoleh gambaran, berikut ini sederet panduan wisata backpacker ke Eropa.

Kota Tujuan Wisata yang Hemat di Eropa untuk Backpacker

Karena Eropa termasuk benua yang sangat luas, Anda tentu akan dibuat bingung ketika harus menentukan destinasi untuk liburan backpacker bersama teman, saudara, atau pasangan Anda. Ada banyak hal yang dapat Anda pertimbangkan ketika memutuskan backpacker ke Eropa. Hal pertama yang perlu Anda pikirkan, jangan terpaku untuk mengunjungi yang paling indah saja. Anda juga patut memperhitungkan berapa biaya itinerary di suatu destinasi. Jangan sampai terpaku memilih indah, tapi Anda harus kantong kempes karena tak ada satupun objek wisata gratis di tersebut.

Charles Bridge - en.wikipedia.org

Charles Bridge – en.wikipedia.org

Nah, kira-kira kota mana saja ya yang tidak terlalu menguras biaya backpacker di Eropa? Setidaknya ada 10 kota yang menarik dan cukup hemat untuk dikunjungi selama Anda backpackeran ke Eropa, yang pertama tentu saja ke Roma. Tarif hotel di Roma kabarnya lebih murah dari tempat- lainnya di Italia.

Kemudian kota kedua yang bisa Anda coba adalah Praha. Kota ini mempunyai banyak tempat wisata gratis, misalnya Pasar Bunga Havelsk, Charles Bridge, hingga istana dari abad ke-10 yang menjulang di kawasan Vysehrad. Bila Anda ingin merasakan nuansa Eropa tempo dulu juga bisa berkunjung ke alun-alun kota tua. Seru sekali bukan?

Lihat Juga:   Info Villa dengan Fasilitas Kolam Renang Pribadi (Private Pool) di Malang-Batu

Kota ketiga yang bisa Anda kunjungi adalah Dublin. Tarif hotel di Dublin juga tidak terlalu mahal. Selain itu banyak atraksi wisata dengan harga atau gratis, misalnya Nasional Irlandia, National Botanic Gardens, dan of Modern Art Irlandia. Bagi yang menyukai wisata sejarah bisa menyempatkan mampir ke Ashford Castle. Alternatif destinasi lainnya adalah ke Kota Warsawa, Lisabon, Budapest, Berlin, Brussels, atau Wina.

Kisaran Biaya Backpacker ke Eropa

Namanya saja traveling tanpa agen tour, maka Anda sudah seharusnya mengurus segala sesuatunya sendiri. Dibandingkan ke wilayah Asia, liburan ke Eropa memang dikenal membutuhkan biaya cukup mahal. Namun dengan pelesir ala backpacker, dompet Anda masih bisa tertolong asalkan Anda mau benar-benar cermat untuk mengatur pengeluaran selama backpacker ke Eropa. Beberapa orang yang pernah wisata backpacker ke Eropa selama 2 minggu mengaku hanya menghabiskan sekitar Rp 15 juta saja termasuk pesawat. Apa saja biayanya?

Yang pertama adalah visa. Di Eropa berlaku visa yang dinamakan visa Schengen. Visa ini berlaku untuk sejumlah negara di Eropa. Ongkos visa Schengen lewat Kedutaan Belanda adalah 60 euro + handling fee 25 euro, totalnya 85 euro. Jika dirupiahkan sekitar Rp 1,4 jutaan. Lewat negara-negara di zona Eropa lainnya terkadang bisa lebih murah atau lebih mahal, tetapi berada di kisaran angka sekian.

National Botanic Gardens - sociable.co

National Botanic Gardens – sociable.co

Kedua, tiket pesawat. Harga tiket pesawat ini bermacam-macam. Untuk harga tiket normal pergi pulang (PP) dari ke Eropa berkisar Rp 10-15 juta. Jika ada promo, terkadang maskapai seperti Garuda Indonesia bisa menawarkan tiket seharga Rp 5 juta untuk penerbang -Amsterdam PP non stop tanpa transit. Ada pula maskapai internasional lainnya seperti Qatar Airways yang harga tiket promonya sekitar Rp 4,5 juta saja untuk PP dari jika sedang beruntung. Berbeda dari Garuda, rute Qatar biasanya bisa dipilih, apakah -Amsterdam atau pulangnya dari Venice-.

Lihat Juga:   Tempat Wisata Paling Populer diHongkong

Berikutnya adalah penginapan. Di Eropa terdapat hostel dengan kisaran harga 30-40 euro per bed per malam atau sekitar Rp 500-600 ribuan. Dibandingkan menginap di hotel, menginap di hotel memungkinkan Anda untuk memasak di dapurnya. Namun kadang ada pula hotel bisnis yang menawarkan harga murah saat weekend di kisaran Rp 500 ribuan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah makanan. Makanan di Eropa memang terbilang mahal. Makanan yang harganya murah biasanya hanya berkutat dari roti ke salad. Bagi Anda yang terbiasa makan nasi tentunya makan salad atau roti kurang begitu mengenyangkan. Meski demikian, di sana biasanya ada restoran Indonesia yang menawarkan menu khas Indonesia seperti nasi rames dengan harga 13 euro atau Anda juga bisa makan street food seperti kentang goreng dengan sosis seharga 5 euro.

Nah, jangan lupa juga urusan transportasi. Setiap kota biasanya menawarkan daypass untuk turis selama 1, 3, atau 5 hari. Jika ingin keliling seluruh kota, Anda bisa memanfaatkan pass tersebut untuk naik bus atau kereta sepuasnya. Bila Anda punya banyak tenaga dan ingin lebih berhemat, lebih baik berjalan kaki saja atau naik bus.

Tips bagi Anda yang ingin wisata backpacker ke Eropa, sebaiknya aktiflah di media sosial dengan mengikuti (follow) forum atau akun-akun sosmed komunitas backpacker yang pernah ke Eropa. Atau bisa juga memantau perkembangan harga tiket pesawat melalui situs-situs airlines tertentu. Jika ingin murah, sebaiknya jangan pergi saat musim panas atau summer, yakni sekitar bulan Juni-September.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>