Misteri Pulau Panaitan, Kawasan Elok di Taman Nasional Ujung Kulon




Pulau Panaitan - www.liputan6.com
Pulau Panaitan - www.liputan6.com

Apakah Anda pernah mendengar tentang Pulau Panaitan? Jika belum, ini adalah salah satu pulau yang terdapat di kawasan Taman Nasional dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. sebagai spot diving hingga surfing, tempat tersebut konon memiliki sejumlah misteri, termasuk lokasi berdirinya kerajaan yang diklaim tertua di Indonesia.

Taman Nasional Ujung Kulon selama ini memang lebih dikenal sebagai habitat badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) karena merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa sekaligus terluas di kawasan Banten.[1] Tidak hanya badak, Taman Nasional Ujung Kulon juga memiliki tumbuhan (terumbu dan lamun), tumbuhan langka (anggrek, bungur, dan lainnya) serta hewan darat seperti surili dan rusa, yang sudah diteliti pada pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820 silam.[2]

Luas Taman Nasional Ujung Kulon sendiri mencapai lebih dari 120 hektar, terdiri dari daratan seluas 76.214 hektar dan perairan seluas 44.337 hektar. Taman ini mencakup daerah Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Kepulauan Handeuleum, Honje Utara dan Selatan, serta Pulau Panaitan. Sempat ditetapkan sebagai suaka alam pada tahun 1921, status Ujung Kulon berubah menjadi taman nasional pada tahun 1982, lalu ditetapkan menjadi warisan dunia (world heritage) pada tahun 1992 bersama Taman Nasional Komodo.[3]

Masing-masing lokasi di Taman Nasional Ujung Kulon memiliki keunikan tersendiri. Pulau Peucang misalnya, sering dijadikan pilihan paket pertama bagi pelancong backpacker ketika trip ke Ujung Kulon. Pulau ini menyuguhkan panorama yang sungguh menggoda, dengan air laut yang biru dan jernih serta dengan pasir bersih. Pulau Peucang tentunya menjadi spot oke untuk mengabadikan diri melalui kamera.

Lihat Juga:   Camping di Desa Pinggan Kintamani, Berlatar Perbukitan & Sunrise Memesona

Sementara itu, Pulau Handeuleum, yang terletak di sisi timur Semenanjung Ujung Kulon, punya sesuatu yang unik berupa keberadaan rel kereta yang mengarah ke lautan. Ketika tiba di pulau ini, pengunjung akan disambut dengan hamparan sisa akar pohon bakau. Namun, disarankan tetap waspada akan keberadaan ular piton di balik akar-akar hutan bakau.

Selancar dan Diving di Pulau Panaitan - banten.suara.com
Selancar dan Diving di Pulau Panaitan – banten.suara.com

Pesona dan Misteri Pulau Panaitan

Spot di Taman Nasional Ujung Kulon lainnya yang tidak kalah kece adalah Pulau Panaitan. Bagi mereka yang doyan berselancar dan menyelam, wajib mengunjungi pulau ini lantaran Pulau Panaitan memiliki wahana ombak yang menyenangkan bagi para pengguna ombak. Selain itu, pulau ini punya terumbu karang Batu Pitak dekat Legon Butun, yang telah menjadi lokasi penyelaman yang sangat terkenal.

Selain memiliki panorama yang elok, Pulau Panaitan ternyata juga menyimpan misteri. Dilansir dari situs resmi Dinas Pariwisata Provinsi Banten, di pulau ini terdapat arca Ganesha serta sejumlah benda peninggalan sejarah lainnya (diduga merupakan peninggalan zaman Hindu kuno), tepatnya di puncak Gunung Raksa. Sering dikatakan sebagai ‘penunggu’ Pulau Panaitan, patung Ganesha ini memiliki tinggi sekitar 89,5 cm dan lebar badan 69 cm, yang duduk di atas singgasana teratai (padmasana) seluas 54 cm.

Selain arca Ganesha, dulunya di Pulau Panaitan juga terdapat arca Syiwa. Namun, arca tersebut raib karena ulang tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Pasalnya, dengan tinggi hanya 70 cm serta dimensi yang ramping, arca ini memang tidak terlalu sulit untuk digondol. Untungnya, akhirnya arca tersebut berhasil ditemukan kembali dan sekarang disimpan di Museum Negeri Sri Baduga, Bandung.

Lihat Juga:   Tarif Merbabu Guest House, Penginapan Keluarga yang Asri di Kota Malang

Seiring dengan keberadaan arca Ganesha dan arca Syiwa, beredar kabar bahwa di kawasan Banten dan sekitarnya, termasuk Pulau Panaitan, dulunya terdapat sebuah kerajaan yang bahkan diklaim sebagai yang tertua di Nusantara. Bernama Kerajaan Salakanegara, berdasarkan beberapa arca dan naskah Wangsakerta, kerajaan tersebut konon sudah berdiri sejak tahun 130 Masehi, dengan ibukota di Rajatapura (sekarang Teluk Lada, walau ada juga yang mengatakan di Merak.

Pulau Panaitan - www.jelajahpulau.com
Pulau Panaitan – www.jelajahpulau.com

Salakanegara sendiri adalah sebuah kerajaan Hindu yang membawahi beberapa kerajaan kecil, tersebar di Provinsi Banten, , Selat Sunda, hingga Provinsi Lampung. Dari sekian kerajaan kecil di bawah Salakenegara, salah satunya bernama Kerajaan Aghrabinta yang berlokasi di Pulau Panaitan, Selat Sunda. Sebagai penegas adanya kerajaan ini, selain arca Syiwa dan Ganesha, juga sempat ditemukan arca Lingga Semu atau Lingga Patok.

[1] Muryani. 2013. Penerapan Proses Hirarki Analitik dan Valuasi Ekonomi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (Studi Kasus: Taman Nasional Ujung Kulon, Banten). Jurnal Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, Vol. XXIII(1): 86-95.

[2] Ibid.

[3] Mustari, Abdul Haris. 1997. Kunjungan ke Taman Nasional Ujung Kulon. Media Konservasi, Vol. V(2): 101-109.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan