Mengunjungi Bangunan Misterius “Gereja Manukan” di Bukit Rhema




Seorang pengunjung mengabadikan bangunan yang berbentuk burung merpati di atas Bukit Rhema Kelurahan Kembanglimus, Borobudur.

Bangunan di atas bukit di Dusun Gombong, Kelurahan Kembanglimus, Kecamatan Borobudur cukup menyita perhatian. Lantaran bentuknya, seperti burung merpati raksasa. Warga menamakannya Manukan. Namun kini tidak difungsikan sebagai tempat ibadah.

Tanjakan terjal cukup melelahkan untuk bisa mencapai ke Bukit Rhema. Di atas bukit setinggi 300 meter itu berdiri sebuah bangunan berbentuk burung merpati raksasa. Meski begitu kasar berbatuan, tak menyurutkan niat para domestik maupun mancanegara untuk mengabadikan foto dirinya dengan Gereja Manukan itu.

Sebutan lain dari bangunan ini adalah Gereja Ayam atau gereja di Bukit Merpati. Meski bangunan itu tampak lapuk, di sekelilingnya masih ada pohon jati dan berbagai tanaman yang tumbuh rindang tak terawat, tak menutupi keistimewaan bangunan ini.

Konon, bangunan ini didirikan tahun 1995 dan selesai sekitar 1996. Pemiliknya adalah Daniel Alamsjah. Dia mendirikan bangunan itu dengan mandiri. Setelah mendapatkan visi Tuhan untuk mendirikan gereja ini, Daniel membeli 2,5 hektare tanah di bukit ini secara borongan.

“Dia (Daniel, Red) punya Bukit Rhema tak jauh dari sini. Awalnya izin ke camat mendirikan bangunan ini untuk gereja. Sebetulnya tidak dibolehkan, lantaran warga sini semua muslim,” kata Zamzuri, 50, pengelola Bukit Setumbu, Borobudur yang saat itu sedang mengantar wisatawan mengunjungi Gereja Manukan melalui Bukit Setumbu.

Lihat Juga:   Usung Konsep 4-in-1, Ini Wahana dan Fasilitas di Transmart Semarang Terbaru

Karena tidak diperbolehkan, lantas digunakan untuk semedi bagi tamu-tamu yang menginap di homestay miliknya. “Dulu sangat terawat meski bangunannya belum sempurna dan dihentikan, namun di lantai pertama sudah dibuat ruangan-ruangan kecil untuk semedi. Kalau yang atas belum selesai,” tambahnya Minggu (21/9/14) kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pekerja bangunan gereja itu adalah masyarakat sekitar. Meski belum rampung, bangunan ini sudah difungsikan hingga tahun 2000. “Sebetulnya bentuknya burung merpati, tapi setelah jadi justru menyerupai ayam. Sehingga banyak yang menyebutnya Gereja Ayam,” terangnya.

Warga lain yang enggan disebut namanya juga mengatakan, setelah Daniel menikah dengan seorang perempuan dari Kecamatan Srumbung, lantas bangunan ini tak terawat lagi.

“Sebetulnya, kalau tempat ini dikelola dengan baik, bisa jadi tujuan wisata. Sayang sekali, pengunjung mudah menemukan kondom yang berserakan di tempat ini,” sesalnya. Hal sama dikatakan pengunjung dari Kampung Tidar Warung, Kecamatan Selatan, Dian, 30, yang menyayangkan tempat ini tidak difungsikan dengan baik. Padahal cukup unik.

Lihat Juga:   Homestay Pinus di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti Semarang

“Pasti ada tujuan besar sampai mau membangun di atas gunung dengan bentuk tertentu. Sayang nggak dimanfaatkan dengan baik. Andaikan dikelola dengan baik, pasti akan mendatangkan turis domestik dan manca negara. Saya saja kagum melihatnya. Meski orang Magelang tapi baru kali ini datang ke sini,” akunya.

Ali Sahri, penduduk setempat yang halaman rumahnya sebagai tempat parkir kendaraan sepeda motor untuk wisatawan yang hendak mengunjungi bangunan itu, menuturkan, anaknya ikut terlibat dalam pembangunan.

Ia bersyukur karena halaman rumahnya menjadi tempat parkir warga yang hendak mengunjungi bangunan itu. “Ya ini keberuntungan saya, jadi ada penghasilan di masa tua saya yang sudah mendekati umur 100 tahun. Setiap hari ramai, apalagi kalau Minggu,” ujar kakek yang masih tampak sehat hanya sedikit berkurang pendengarannya itu.

Hingga kini, warga setempat tak begitu memahami dan tujuan didirikan gereja unik ini. Namun, penduduk tak melarang wisatawan mengunjungi tempat itu. (*/lis)

Seorang pengunjung mengabadikan bangunan yang berbentuk burung merpati di atas Bukit Rhema Kelurahan Kembanglimus, Borobudur.
Seorang pengunjung mengabadikan bangunan yang berbentuk burung
merpati di atas Bukit Rhema Kelurahan Kembanglimus, Borobudur.

PUPUT PUSPITASARI,
Mungkid/RadarSemarang




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan