Update Makanan Khas Batu Malang, Surganya Para Pecinta Kuliner




Ilustrasi: sate sebagai salah satu sajian kuliner terpopuler di Kota Batu (sumber: Bukalapak)

Selain terkenal dengan buatannya, seperti Jatim Park, Night Spectacular, Museum Angkut, dan lain sebagainya, juga terkenal dengan kulinernya. Kota Batu, yang dulunya merupakan bagian dari Kota , bisa dibilang sebagai salah satu surganya pecinta . Banyak sekali khas Batu yang menarik, unik, dan , berikut di antaranya.

Sate Landak

Salah satu khas Batu yaitu sate landak. Bukan seperti sate pada umumnya yang terbuat dari ayam, sapi, ataupun kambing, sate yang satu ini memang berbahan dasar daging landak. Di daerah Batu sendiri, tampaknya hewan landak masih sering dijumpai, terlebih di beberapa daerah dengan perkebunan dan pepohonan subur.

Sate Landak - travelingyuk.com
Sate Landak (sumber: travelingyuk.com)

Landak sendiri merupakan salah satu hewan mamalia dengan bentuk fisik menyerupai hewan pengerat. Berbeda dengan hewan mamalia lain, landak memiliki ciri khas. Kulit landak dipenuhi dengan bulu menyerupai duri yang tajam dan panjang. Landak di Batu memiliki 2 , dibedakan dari warna kulitnya. Ada landak dengan warna coklat muda dan landak dengan warna coklat tua hingga kehitaman.

Besar 1 ekor landak dapat mencapai ukuran 40 cm dan hampir sebesar kucing. Karena hewan ini juga termasuk hama petani perkebunan, banyak masyarakat Batu menangkap dan mencoba mengolahnya menjadi sate. Untuk membuat sate landak, tidak cukup sulit. Bahan utama yang perlu disediakan yaitu daging landak. Setelah landak disembelih, untuk menguliti landak Anda harus menyiapkan air panas terlebih dahulu.

Setelah itu, landak direndam dalam air panas selama 10 menit dan dikuliti hingga bersih. Kemudian, daging landak dipisahkan dari tulang-tulangnya dan dipotong-potong dadu. Langkah terpenting dalam proses memasak sate landak yaitu memasukkan daging landak ke dalam bumbu sate dan menusuknya dengan tusukan sate. Langkah terakhir, sate landak dipanggang hingga matang dan diberi bumbu sate khas Batu Malang. Untuk seporsi sate landak dengan jumlah 10 hingga 12 tusuk, dihargai mulai Rp30 ribu. Rasanya yang empuk dan gurih membuat wisatawan ketagihan untuk mengonsumsi sate landak ini.

Sate Kelinci

Selain sate landak, Batu juga terkenal dengan sate kelinci. Sate kelinci sendiri merupakan salah satu makanan yang cukup terkenal dan legendaris di Kota Batu. Hampir setiap wisatawan yang mampir ke Batu, pasti mencicipi kuliner satu ini. Seperti namanya pula, sate kelinci merupakan jenis sate dengan bahan baku daging kelinci.

Sate Kelinci - www.malang-guidance.com
Sate Kelinci (sumber: malang-guidance.com)

Dalam pembuatannya, kelinci yang digunakan sebagai bahan dasar merupakan kelinci khusus pedaging dan diternak oleh masyarakat Batu. Kelinci pedaging memiliki ukuran tubuh lebih besar dibanding dengan jenis kelinci lain. Kebanyakan kelinci pedaging memiliki bulu berwarna coklat atau putih yang tipis.

Untuk membuat sate kelinci, tidak sesulit membuat sate landak, melihat bentuk fisik dari kelinci yang tidak memiliki duri di tubuhnya. Langkah pertama, kelinci yang akan digunakan sebagai bahan baku sate harus di-cek kesehatannya terlebih dahulu. Untuk menghasilkan sate dengan lezat dan berkualitas, kelinci tidak boleh mengalami sakit atau cacat dan memiliki berat badan dan umur cukup.

Pada tahap awal, kelinci disembelih terlebih dahulu, lalu dikuliti. Daging kelinci harus dipisahkan dari tulangnya dan dipotong dadu. Setelah ditusuk menggunakan tusuk sate, daging kelinci dibumbui dan dibakar hingga matang. Untuk penyajiannya, seporsi sate kelinci dengan jumlah 10 hingga 15 tusuk dihargai mulai Rp25 ribu. Selain dagingnya empuk, sate kelinci juga memiliki rasa manis dan sedikit gurih.

Sate Biawak

Dari dua jenis sate di atas, ada salah satu jenis sate dengan rasa tak kalah lezat dan gurih, yaitu sate biawak. Selain landak dan kelinci, tampaknya biawak juga bisa dijadikan sebagai salah satu makanan lezat. Beberapa kedai ataupun warung hingga restoran besar di Batu sering menyediakan menu sate biawak.

Sate Biawak - amazingmalang.id
Sate Biawak (sumber: amazingmalang.id)

Biawak sendiri merupakan salah satu hewan karnivora dengan bentuk menyerupai kadal berukuran kecil. Namun, biawak liar di Batu tampaknya sedikit sulit dijumpai untuk saat ini. Hal ini tentu karena berkaitan dengan pembangunan di Batu yang semakin pesat. Untuk menyiasatinya, para pebisnis kuliner di Batu juga melakukan ternak biawak. Biawak yang diternak merupakan jenis biawak pedaging dengan ukuran lebih besar.

Untuk membuat sate biawak, biawak yang digunakan harus memenuhi kriteria seperti lolos uji kesehatan dengan berat badan dan usia sesuai. Setelah itu, biawak akan disembelih dan diproses hingga menjadi sate biawak. Sate biawak sendiri memiliki tekstur sedikit kenyal dan lembut. Untuk seporsi sate biawak dengan jumlah 10 hingga 15 tusuk, dihargai mulai Rp30 ribu.

Jagung Bakar

Selain sate, Batu juga terkenal dengan olahan jagung bakarnya. Olahan jagung bakar Batu berbeda dengan olahan jagung lainnya. Menyantap jagung bakar sembari menikmati dinginnya Kota Batu dengan pemandangan indahnya, tentu menjadi alasan kuat mengapa banyak orang suka pergi ke kota Batu. Hampir di setiap pinggir jalan dan sudut Batu terdapat warung ataupun gerobak penjual jagung bakar.

Jagung Bakar - dolandolen.com
Jagung Bakar (sumber: dolandolen.com)

Jagung bakar yang dijual memiliki berbagai varian rasa, mulai dari pedas, keju, coklat, asam manis, original, asin, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada 2 cara untuk menyantap jagung bakar di Batu. Cara pertama adalah cara biasa, jagung bisa langsung disantap begitu saja. Sementara, untuk cara kedua, biji jagung akan diiris terlebih dahulu dan dimakan dengan sendok. Untuk seporsi jagung bakar, harganya bermacam-macam, berada di kisaran Rp7 ribu.

Rawon

Ketika berwisata di Kota Batu, rawon juga menjadi satu makanan khas yang tak boleh dilewatkan. Makanan berkuah warna hitam ini begitu disukai banyak kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa. Cita rasa bumbu rempah dengan aroma kluwek tersebut biasanya disajikan dengan nasi atau lontong, dipadukan dengan sambal dan tauge serta taburan bawang goreng dan kerupuk udang.

Menu andalan Warung Rawon Jamiah (sumber: Travelingyuk.com)
Menu andalan Warung Rawon Jamiah (sumber: Travelingyuk.com)

Makanan tradisional Jawa Timuran ini juga banyak dicari wisatawan di Kota Batu. Terdapat sejumlah warung rawon yang tersedia, namun satu warung nasi rawon yang sudah berdiri sejak 1990-an yakni Warung Rawon Jami’ah. Berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, warung ini dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.30 WIB. Anda cukup merogoh kocek Rp25 ribu untuk dapat menikmati sajian rawon lengkap. 

Ketan

Tak jauh dari Alun-alun Kota Batu, Anda harus mampir ke salah satu tempat jajanan legendaris yakni Pos Ketan Legenda (PKL). Berdiri sejak 1967, rasa ketan di sini tak pernah berubah. Tak heran jika Anda harus sedikit bersabar, pasalnya di tempat ini selalu ramai pengunjung.

Pos Ketan Legenda Batu (sumber: panduaji.net)
Pos Ketan Legenda Batu (sumber: panduaji.net)

Anda dapat memilih berbagai topping sesuai selera. Setidaknya terdapat 20 varian menu ketan yang patut Anda coba, mulai dari ketan kelapa bubuk, ketan kelapa gula, hingga ketan durian. Tentu semua menu tersebut dapat memanjakan lidah dan kantong Anda karena harganya yang cukup terjangkau.

Varian Ketan (Rp)
Ketan kelapa bubuk6.000
Ketan kelapa gula 6.000
Ketan kelapa bubuk gula7.000
Ketan susu kacang7.000
Ketan susu meses7.000
Ketan susu meses kacang8.000
Ketan kelapa ayam pedas8.000
Ketan susu vla tape hitam8.000
Ketan susu pisang vla8.000
Ketan susu nangka vla8.000
Ketan susu keju8.000
Ketan susu keju meses9.000
Ketan pisang keju susu vla10.000
Ketan keju nangka susu vla10.000
Ketan kacang meses susu10.000
Ketan durian susu vla15.000
Ketan susu durian vla15.000
Ketan susu durian keju vla16.000
Ketan durian keju susu vla16.000
Ketan durian meses susu vla16.000

Deretan menu makanan utama hingga jajanan khas Kota Batu wajib Anda coba satu-persatu. Dijamin Anda tak akan kecewa soal rasa, terlebih harganya yang terjangkau membuat makanan ini juga dapat dijadikan oleh-oleh dari kota apel ini.

[Update: Ditta]

Lihat Juga:   Update Harga Tiket Masuk Hugo’s Cafe Malang




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan