Surganya Peselancar, Ini Lokasi Surfing di Banyuwangi




Pulau Tabuhan - www.pegipegi.com
Pulau Tabuhan - www.pegipegi.com

Banyuwangi dapat dikatakan sebagai salah satu surga bagi para penggemar surfing. Pasalnya, kabupaten yang berada di ujung timur Jawa ini memang memiliki sejumlah yang menawarkan ombak yang pas untuk berselancar. Bahkan, tidak jarang kompetisi surfing berkelas internasional menjadikan daerah berjuluk The Sunrise of Java itu sebagai tuan rumah perlombaan berselancar.

Menurut beberapa sumber, Banyuwangi disebut-sebut sebagai kabupaten paling luas di kawasan Jawa Timur. Tidak hanya itu, wilayah ini juga memiliki lokasi yang strategis, berada di ujung timur Pulau Jawa, yang merupakan pintu gerbang koridor Jawa yang menghubungkan dengan Pulau Bali dan Nusa Tenggara.[1] Tidak hanya sebagai penghubung, saat ini semakin banyak wisatawan yang menyempatkan mampir dan berlibur di Banyuwangi.

Potensi Banyuwangi sebagai salah satu spot memang cukup besar. Pasalnya, daerah ini terletak berbatasan dengan laut, sehingga memiliki banyak yang eksotis. Tidak cuma menawarkan panorama yang kece, sejumlah pantai di Banyuwangi juga memiliki ombak yang pas untuk mereka yang doyan berselancar. Nah, di mana saja lokasi surfing di Banyuwangi yang wajib didatangi?

Pantai Plengkung (G-Land)

Berbicara mengenai spot surfing di Banyuwangi, nama pantai ini pasti menempati urutan teratas. Tidak mengherankan karena Pantai Plengkung memang memiliki spot ombak yang ‘garang’ untuk surfing kelas dunia. Terletak tersembunyi di tengah Nasional Alas Purwo, pantai ini bahkan sempat terpilih menjadi tuan rumah Liga Surfing Dunia (World Surf League) seri ketiga.

Konon ditemukan oleh Mike dan Bill Boyum asal AS pada tahun 1972 siam, Pantai Plengkung berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga tak heran punya gulungan ombak yang cukup besar dan menantang. Dengan ombak yang memiliki panjang gelombang sekitar 1 hingga 2 km dan 7 lapis gelombang mencapai ketinggian 7 kaki, Pantai Plengkung lantas dijuluki sebagai The Seven Giant Wave Wonder.[2]

Lihat Juga:   Tarif Losmen Seribu, Akomodasi Kelas Melati di Solo

Tidak hanya berselancar, ada banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan pelancong saat berkunjung ke G-Land. Wisatawan dapat melakukan trekking melintasi hutan bambu yang rimbun, mengeksploitasi pemandangan menawan pantai melalui bidikan lensa kamera, atau menyewa perahu untuk melihat aksi para surfer mencoba menaklukkan ombak laut selatan Pulau Jawa.

Pantai Plengkung (G-Land) - (YouTube: Pesona Wisata)
Pantai Plengkung (G-Land) – (YouTube: Pesona Wisata)

Pantai Pulau Merah

Selain Pantai Plengkung, lokasi lainnya yang cocok untuk menyalurkan hobi berselancar adalah Pantai Pulau Merah. Layaknya Pantai Plengkung, kawasan ini juga kerap menyelenggarakan kompetisi surfing. Pada tahun 2019 lalu misalnya, pemerintah setempat menggelar Gandrung Surf Competition yang diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari Australia dan Jepang.

Pantai Pulau Merah sendiri terletak di Dusun Pancer, Sumberagung, Kecamatan Pesanggrahan, Banyuwangi, yang berkat keberadaan sebuah hijau dengan tanah berwarna merah serta vegetasi hijau yang sangat lebat, tepat di dekat bibir pantai. Bukit tersebut dapat dikunjungi wisatawan dengan hanya berjalan kaki, namun cuma ketika air laut sedang surut.

Sebagai lokasi surfing, ombak Pantai Pulau Merah memang cukup menantang, dengan ketinggian berkisar tiga sampai lima meter. Tidak hanya wisatawan domestik, turis-turis asal Jerman, Australia, hingga Prancis juga kerap datang ke kawasan ini untuk mencoba menaklukkan ombak. Jika Pantai Plengkung lebih sering didatangi peselancar profesional, maka pantai ini cocok untuk para surfer pemula dan amatir.

Lihat Juga:   Bukit Doa Mahawu, Spot Retret Damai Harga Tiket Murah
Pantai Pulau Merah - www.azwisata.com
Pantai Pulau Merah – www.azwisata.com

Pulau Tabuhan

Terletak di Selat , Pulau Tabuhan mampu menyihir banyak wisatawan berkat pesona alamnya yang cantik serta potensi sebagai lokasi berselancar. Cuma punya luas sekitar lima atau enam hektar, pulau ini dapat Anda datangi dalam waktu hanya 15 sampai 30 menit menggunakan kapal dari Desa Bagsring atau Kampe, dengan harga sewa sekitar Rp500 ribuan per kapal berkapasitas maksimal 10 penumpang.

Berbeda dengan Pantai Plengkung dan Pantai Pulau Merah, surfing yang pas dilakukan di pulau ini adalah kite surfing atau selancar layang dan windsurfing atau selancar angin. Kite surfing adalah olahraga selancar di permukaan air yang memanfaatkan angin untuk mendorong peselancar menaklukkan air dengan papan selancar kecil. Sementara, windsurfing adalah olahraga yang memanfaatkan energi angin untuk meluncur melintasi lautan.

Pulau dengan pasir putih tersebut cocok untuk kite surfing dan windsurfing lantaran memiliki kecepatan angin yang cukup cepat dan konstan, antara 21 sampai 25 knot, terutama di bulan Agustus. Seperti diketahui, standar kecepatan angin untuk olahraga ini adalah 11 knot. Karena itu, tak heran jika Pulau Tabuhan telah beberapa kali menyelenggarakan event kite surfing, seperti International Kite and Wind Surfing.

Pulau Tabuhan - www.pegipegi.com
Pulau Tabuhan – www.pegipegi.com

[1] Ayubi, Ahmad Afan. 2014. Analisis Potensi Ekonomi Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 12(1).

[2] Widodo, Kennedy Rony Dewantara, dkk. 2013. Perancangan Media Promosi Wana Wisata Pantai Plengkung Banyuwangi Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan. Jurnal Desain Komunikasi Visual STIKOM , Vol. 1(1): 57-63.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan