Lokasi & Harga Tiket Masuk ke Pura Uluwatu




tiket, masuk, pura, uluwatu, orang, dewasa, domestik, dalam, luar, negeri, anak-anak, parkir, mobil, pribadi, sewa, motor, bus, tari, kecak, pertunjukan, matahari, terbenam, monyet, selendang, pengunjung, lokasi, harga, kamera, tempat, ibadah, hindu, bali, pecatu
Pura Uluwatu, Bali (sumber: silverkris.com)

Bali merupakan salah satu pulau terkenal yang ada di Indonesia. Bahkan potensi wisatanya tidak hanya terkenal di dalam negeri, namun juga hingga ke luar negeri. Oleh karena itu, tidak heran jika pulau tersebut menarik perhatian para asing maupun lokal.

Tempat yang bisa dijadikan di jumlahnya banyak. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Apabila Anda ingin menikmati tarian tradisional dengan diiringi pemandangan sunset yang indah, mengunjungi Pura Uluwatu bisa menjadi pilihan.

& Singkat Pura Uluwatu

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Denpasar. Pura Uluwatu yang juga disebut Pura Luwur ini merupakan salah satu dari Pura Sad Kahyangan, yaitu enam Pura Kahyangan yang dianggap sebagai pilar spiritual Pulau Bali.

Selain menawarkan keindahan, Pura Uluwatu juga memiliki sejarah. Ada dua pendapat tentang sejarah berdirinya pura tersebut. Ada yang berpendapat bahwa pura itu didirikan oleh Mpu Kuturan pada abad ke-9, yaitu masa pemerintahan Marakata. Pendapat lain yang mengaitkan pembangunan Pura Uluwatu dengan Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta asal Kerajaan Daha () di .

Bagian dalam Pura Luhur Uluwatu (sumber: Pinterest)
Bagian dalam Pura Luhur Uluwatu (sumber: Pinterest)

Terletak di sebuah tebing di atas permukaan yang menjorok ke Samudera Indonesia, membuat Pura Uluwatu menawarkan pemandangan menakjubkan. Anda bisa melihat lautan lepas, apalagi nanti jika sudah saatnya matahari akan tenggelam. Sinar matahari terlihat perlahan menghilang di balik hamparan air yang luas.

Untuk mencapai Pura Uluwatu, Anda bisa mengendarai kendaraan pribadi, taksi, online, kendaraan sewa, atau ikut dalam rombongan wisata. Apabila perjalanan diawali dari Bandara Ngurah Rai, waktu tempuhnya sekitar satu jam dengan kendaraan bermotor. Kini mencari rute tercepat menuju tempat tersebut bukan hal yang sulit, karena bisa memanfaatkan aplikasi yang ada di smartphone Anda.

Lihat Juga:   Harga Tiket Masuk dan Fasilitas Penginapan di Pantai Umang

Ketika sudah sampai di tempat, Anda akan diminta untuk mengenakan selendang. Anda berhak memilih warna, ada yang merah, ungu, kuning, dan lainnya. Untuk mencapai pura, pengunjung harus berjalan melalui kawasan yang kanan kirinya ditumbuhi tumbuhan yang cukup lebat. Anda harus berhati-hati terhadap barang bawaan, karena di tempat tersebut terdapat banyak monyet yang dibiarkan lepas. Agar melindungi dari gangguan monyet, diharapkan Anda tidak memakai perhiasan, topi, dan benda lain yang tampak menarik perhatian hewan tersebut. Jika Anda membawa makanan, sebaiknya masukkan ke dalam tas.

Keindahan di Sekitar Pura Uluwatu

Menyaksikan Matahari Terbenam

Matahari terbenam di Uluwatu (sumber: @Donot6_Studio via shutterstock)
Matahari terbenam di Uluwatu (sumber: @Donot6_Studio via shutterstock)

Ketika mendekati pura, Anda bisa berfoto sejenak di area tersebut sambil menikmati pemandangan. Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan di Pura Uluwatu? Tidak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke situ tetapi tidak menikmati matahari terbenam. Dengan posisi menghadap ke barat, tentu Anda dengan mudah menikmati detik-detik terbenamnya matahari hingga langit gelap. Setiap hari, wisatawan datang ke Pura Uluwatu untuk menunggu momen matahari terbenam sambil mengabadikannya dengan kamera.

Melihat Pertunjukan Tari Kecak

Selain itu, Anda juga pastinya tidak boleh melewatkan kesempatan menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. Pertunjukan tari tradisional Bali tersebut ditampilkan di area Pura Uluwatu yang view-nya menghadap ke arah matahari terbenam.

Pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu (sumber: @Alexander Mazurkevich via shutterstock)
Pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu (sumber: @Alexander
Mazurkevich via shutterstock)

Para penari terdiri dari beberapa orang. Mereka tidak langsung menampilkan Tari Kecak, akan tetapi cerita tradisional terlebih dahulu. Tidak hanya berakting, para pemain juga berinteraksi dengan para wisatawan, misalnya dengan duduk di sampingnya atau sengaja mengambil aksesoris yang dipakai seperti topi. Tempat duduknya dibuat setengah lingkaran dan bertingkat. Mirip dengan tempat duduk di dalam gedung pertandingan olahraga. Anda bisa memilih tempat duduk sesuai keinginan, apakah ingin di bawah, di tengah, atau paling atas. Tetapi, mungkin juga Anda harus cepat-cepat menentukan tempat duduk sesuai keinginan, kalau tidak mau didahului oleh wisatawan lain.

Lihat Juga:   Liburan ke Vietnam? Jangan Lupa Kunjungi Sederet Tempat Wisata Menarik di Ho Chi Minh Ini!

Menjelang matahari terbenam, barulah muncul beberapa penari Kecak. Mereka akan membentuk lingkaran, dan mulai menampilkan tarian tersebut. Sambil menikmati tarian, Anda akan disuguhi pemandangan alam berupa matahari terbenam.

Harga Tiket Masuk Pura Uluwatu

Untuk masuk ke dalam Pura Uluwatu, pengunjung diharuskan membayar tiket. Harga tiket bagi orang dewasa (domestik/dalam negeri) sebesar Rp 20.000 per orang. Sementara anak-anak (domestik) Rp 10.000 per orang. Pengunjung dari luar negeri dewasa, tiketnya berbeda yaitu Rp 30.000 per orang. Untuk anak-anak tiketnya Rp 20.000 per orang.

Pura Uluwatu di tepi tebing curam (sumber: videoblocks.com)
Pura Uluwatu di tepi tebing curam (sumber: videoblocks.com)

Jika Anda menonton tari Kecak, maka ditambah harga tiket Rp 100.000 per orang. Jam operasional Pura Uluwatu dimulai dari jam 07.00-18.30 WITA. Sedangkan, tari Kecak dimulai pukul 17.00-18.00 WITA.

Tidak hanya itu, apabila Anda membawa kendaraan pribadi/sewa berupa mobil, diwajibkan membayar parkir sekitar Rp 5.000, motor Rp 2.000. Untuk bus Rp 10.000. Harga tiket masuk dan juga parkir bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Tips Mendatangi Pura Uluwatu

Meskipun jam operasional dibuka mulai dari pagi, waktu yang dianggap terbaik mengunjungi pura adalah saat menjelang sore. Saat sore, selain dekat dengan waktu terbenamnya matahari, udara juga tidak terlalu panas. Untuk mengabadikan momen, Anda sebaiknya membawa kamera.

Baik pengunjung pria atau wanita, sebaiknya tidak memakai perhiasan berlebihan. Hal itu karena di sekitar Pura Uluwatu terdapat banyak monyet. Dikhawatirkan perhiasan itu akan menarik perhatian binatang tersebut.

Pengunjung diharapkan memakai pakaian yang sopan karena pura merupakan tempat ibadah umat Hindu. Sehingga, dengan berpakaian sopan, Anda berarti menghormati pemeluk agama setempat. Pengunjung sebaiknya juga mengikuti petunjuk yang ada dan jangan membuang sampah sembarangan.




Be the first to comment

Leave a Reply

Berikan rating*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*