Info Candi Pari dan Candi Sumur di Sidoarjo Masih Minim




-Potensi yang dimiliki Kabupaten memang cukup banyak, mulai dari situs cagar , Lumpur Sidoarjo, hingga kampung batik. Namun hingga kini Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabupdar) Kabupaten Sidoarjo, belum menemukan solusi untuk memikat daya tarik untuk menjadikan potensi tersebut sebagai jujukan utama.

Sedikitnya ada 10 situs yang tersebar di seluruh Kota Delta, namun keberadaan situs- situs tersebut banyak yang belum diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini disebabkan, kurangnya mengenai keberadaan 10 situs yang tersebar hampir seluruh Kabupaten Sidoarjo.

Hal ini diungkapkan Elly Puji, salah satu pelajar SMA swasta di Sidoarjo. Perempuan 19 tahun ini mengaku hanya mengetahui satu situs candi yang ada di Sidoarjo. “Saya yang tahu cuma di Porong, tapi lupa namanya,” jelasnya.

Lihat Juga:   Rekomendasi Guest House di Solo Bertarif Relatif Murah

Masih kata Elly Puji, kurangnya informasi terkait keberadaan dan candi-candi di Sidoarjo, membuatnya baru mengetahui bahwa Sidoarjo memiliki banyak candi peninggalan Majapahit. “Saya baru tahu kalau ada 10 candi di sini, saya pikir cuma di Trowulan saja yang punya candi banyak,” terangnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Achmad Fanani salah satu universitas di Sidoarjo. Tidak adanya kegiatan yang berkaitan dengan candicandi yang dimiliki Sidoarjo membuatnya minim informasi. “Kalau saja ada pameran atau perayaan apa di candi-candi di sini, pasti masyarakat akan tahu. Mereka yang tahu kalau Sidoarjo mempunyai candi segitu banyaknya, ya mereka warga desa yang berdekatan dengan candi, saya jamin itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Pramu Sigit mengatakan, pihaknya hingga kini masih mengupayakan untuk melestarikan situs candi yang tersebar di Kota Delta. Dengan cara mengadakan kegiatan di candi. “Kami sering mengadakan pameran pariwisata di Candi Pari,” katanya.

Lihat Juga:   Berwisata ke Pantai Selok Nan Elok

Dari 10 candi di Sidoarjo kata Pramu Sigit, hanya dua candi yang sering dikunjungi oleh wisawatan. Yakni Candi Pari dan Candi Sumur, yang berada di Desa Candi Pari, Porong. “Memang kedua candi itu kondisinya jauh lebih baik bangunannya dibanding dengan candi lainnya, jadi tidak heran kalau wisatawan lebih banyak yang berkunjung ke sana,” paparnya.

Disinggung mengenai penyebaran informasi terkait candi-candi, Pramu Sigit mengatakan selalu memberikan informasi lewat webside maupun dengan spandukspanduk. “Website kami selalu update tentang informasi pariwisata yang ada di Sidoarjo, baik itu candi, kampung batik, sampai event pagelaran yang akan diselenggarakan oleh kami,” tandasnya. (rie/nug/jpnn)




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan