Homestay Kampung Limasan, Penginapan Asri di Desa Mangunan, Yogyakarta




Homestay Kampung Limasan - ngetripyuk.id
Homestay Kampung Limasan - ngetripyuk.id

Selain menawarkan pesona yang luar biasa, selama ini juga dikenal sebagai daerah yang masih memegang teguh adat dan budaya Jawa. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya penginapan di salah satu daerah istimewa di Indonesia tersebut yang mengusung konsep tradisional, salah satunya di Kampung Limasan.

Homestay Kampung Limasan - ngetripyuk.id
Homestay Kampung Limasan – ngetripyuk.id

ini beralamat di Desa Kaki Langit Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Akomodasi tersebut dinamakan demikian karena seluruh homestay atau tempat menginap di desa ini mengusung konsep limasan atau berbentuk rumah joglo khas Jawa. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian banyak pengunjung yang menjuluki desa ini sebagai ‘Kampung Limasan’.

Jika ditilik ke belakang, Desa Wisata Mangunan atau Kampung Limasan ternyata memiliki sejarah tersendiri. Berawal dari gempa yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006 lalu, desa tersebut luluh lantak dan banyak bangunan yang rata dengan tanah. Namun, bangunan yang terbuat dari konstruksi kayu masih berdiri kokoh meski bergeser beberapa sentimeter dari tempat semula. Bangunan-bangunan tersebut disebut limasan, dan tampak serupa dengan rumah joglo.

Lihat Juga:   Fit Reflexology, Tawarkan Pijat Urut dengan Suasana Nyaman

Menurut penuturan salah seorang pengelola homestay, rumah warga setempat yang difungsikan sebagai tempat bermalam tamu dan di Desa Mangunan telah dikembangkan sejak tahun 2016, setelah ada pendampingan dari Dinas Pariwisata setempat. Hal ini menyusul mulai berkembangnya destinasi wisata Kaki Langit sejak tahun 2015, seiring dengan pertumbuhan objek-objek wisata di wilayah perbukitan Mangunan, yang saat ini memang semakin banyak dikunjungi dari berbagai daerah.

Awalnya, yang berminat menginap di homestay-homestay tersebut kebanyakan para mahasiswa yang sedang melakukan acara malam keakraban di akhir pekan. Namun, seiring dengan waktu, banyak wisatawan dari kalangan umum maupun organisasi yang juga singgah di tempat yang dilingkupi suasana yang asri dan tenang tersebut.

Selain berada di yang nyaman khas perkampungan, homestay-homestay di Kampung Limasan sendiri berada dekat dengan Kebun Buah Mangunan. Bisa dibilang, tempat ini terletak paling dekat dengan kebun buah tersebut, dan wisatawan hanya perlu berjalan beberapa ratus meter saja untuk menuju gardu pandang jika ingin menikmati sunrise di Kebun Buah Mangunan.

Lihat Juga:   Rekomendasi Terbaru Penginapan Murah di Balikpapan

Seperti diutarakan sebelumnya, homestay yang ada di Kampung Limasan semuanya didominasi oleh material kayu. yang disediakan di tempat ini cukup memadai, meski tidak bisa dikatakan mewah. Selain ranjang yang empuk, wisatawan dapat menemukan area halaman yang luas, mandi yang bersih, televisi, hingga air mineral.

Lalu, berapa menginap di homestay-homestay tersebut? Pengelola penginapan umumnya mematok mulai Rp200 ribuan hingga Rp250 ribuan per kamar per malam. Setiap homestay juga sudah dilengkapi dengan instalasi pengolahan limbah komunal sesuai arahan dan pembinaan Dinas Pariwisata sehingga kebersihan dan keasrian tempat tetap terjaga.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan