Harga Murah, Ini Rekomendasi Kuliner Malam di Simpang Lima Semarang




Simpang Lima Semarang (sumber: rilstory.com)
Simpang Lima Semarang (sumber: rilstory.com)

Salah satu spot yang wajib dikunjungi jika Anda kebetulan berlibur ke Semarang adalah Simpang Lima. Ini adalah sebuah kawasan yang, seperti namanya, mempertemukan lima jalan. Tidak hanya menyediakan hotel berbintang dan pusat perbelanjaan, Simpang Lima juga pas dijadikan berburu , bahkan ada yang buka hingga larut malam.

Sebagai ibukota Provinsi , Semarang berada di kawasan segitiga emas sebagai pusat pertumbuhan ekonomi bersama dan Solo, yang lebih dikenal sebagai Joglosemar.[1] Tidak hanya itu, dengan akses transportasi yang mudah dijangkau, baik pesawat terbang (Bandara Ahmad Yani), kapal laut (Pelabuhan Tanjung Mas), atau kereta api (Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol), Semarang juga berpotensi menjadi daerah tujuan .[2]

Nah, dari sekian banyak destinasi wisata di Kota Lumpia ini, salah satu yang tidak boleh Anda lewatkan adalah kawasan Simpang Lima. Seperti namanya, Simpang Lima adalah sebuah kawasan yang berada di tengah-tengah persimpangan lima jalan, dan punya sejumlah bangunan iconic, seperti Lawang Sewu, serta sejumlah pendukung lainnya, seperti bangunan bersejarah, atraksi, hingga perbelanjaan.[3]

Tak hanya itu, untuk mereka yang ingin berburu kuliner khas Semarang atau daerah lainnya, juga bisa langsung meluncur ke tempat ini. Pasalnya, Simpang Lima sudah dipenuhi banyak lapak dan , mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran. Bahkan, tidak sedikit yang masih beroperasi hingga larut malam. Nah, ini rekomendasi kuliner malam di Simpang Lima yang wajib Anda cicipi.

Nasi Ayam Bu Sami

Nasi ayam Bu Sami (sumber: popbela.com)
Nasi ayam Bu Sami (sumber: popbela.com)

Ini adalah salah satu warung makan yang wajib Anda datangi saat sedang berburu kuliner malam di kawasan Simpang Lima Semarang. Nasi Ayam Bu Sami, demikian nama tempat tersebut, terletak di Pojok Matahari Simpang Lima, Karangkidul, Semarang. Mengusung konsep lesehan, warung ini beroperasi mulai pukul 11 malam dan tutup pada pukul 6 pagi.

Dikatakan telah eksis sejak tahun 1975 silam, Warung Nasi Ayam Bu Sami menawarkan nasi liwet dengan berbagai isian, seperti sayur labu, krecek, santan kuning, hingga suwiran ayam. Tidak hanya itu, ada pula lauk seperti telur, tahu, dan jeroan. Masalah , menurut penuturan sejumlah wisatawan, berkisar Rp15 ribu hingga Rp27 ribuan per porsi. Cukup hemat, bukan?

Lihat Juga:   Tarif Allegria Spa Semarang, Spa Khusus Keluarga

Nasi Liwet Bu Widodo

Nasi Liwet Bu Widodo (sumber: travelingyuk.com)
Nasi Liwet Bu Widodo (sumber: travelingyuk.com)

Tempat makan lainnya di Simpang Lima yang tidak kalah legendaris adalah Nasi Liwet Bu Widodo. Konon sudah beroperasi sejak tahun 1994 silam, warung ini dapat Anda temukan di tikungan Simpang Lima setelah Mal Ciputra. Nasi Liwet Bu Widodo sendiri beroperasi mulai pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB, pas dijadikan lokasi makan jika tiba-tiba lapar pada malam hari.

Berbeda dengan nasi liwet khas Solo, nasi liwet khas Semarang di warung ini disajikan dengan kuah sayur opor kuning dengan citarasa cenderung manis dan gurih. Satu porsi nasi liwet khas Bu Widodo berisi nasi, sayur labu siam, tahu opor, telur bumbu, krecek, dan suwiran daging ayam. Untuk menikmati satu porsi nasi ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp11 ribuan.

Seafood Pak Jari

Seafood Pak Jari (sumber: idntimes.com)
Seafood Pak Jari (sumber: idntimes.com)

Berlokasi di store sebelah Ace Hardware Simpang Lima Semarang, Seafood Pak Jari juga menjadi salah satu rekomendasi kuliner yang menarik. Beroperasi mulai pukul 5 sore hingga 5 pagi, tempat makan ini konon menjadi favorit banyak orang, termasuk pejabat seperti Ganjar Pranowo hingga kalangan artis ibukota. Tidak heran jika kemudian Seafood Pak Jari nyaris tidak pernah sepi pengunjung.

Seperti tempat seafood lainnya, menu yang dihadirkan di sini memang tidak jauh-jauh dari makanan laut seperti udang dan kepiting. Selain itu, disediakan pula menu ikan gurame, ikan bawal, ikan kakap, ikan kerapu, hingga cumi-cumi dan aneka olahan kerang. Namun, yang wajib dicoba adalah srimping saus padang dan kepiting saus padang. Harga yang dipatok mulai Rp20 ribu hingga Rp200 ribu per porsi, tergantung menu yang dipesan.

Nasi Pecel Mbok Sador

Nasi Pecel Mbok Sador (google: Bangkit Andry)
Nasi Pecel Mbok Sador (google: Bangkit Andry)

Kuliner lainnya yang patut dicoba saat berkunjung ke Simpang Lima pada malam hari adalah Nasi Pecel Mbok Sador. Jika biasanya warung pecel buka pada pagi hari, maka tempat ini baru beroperasi pada pukul 5 sore dan akan tutup sekitar pukul 10 malam. Tidak susah mencari warung Nasi Pecel Mbok Sador karena tempatnya berada di area kuliner Simpang Lima, tepat di sisi ujung setelah keluar dari arah Jalan Pahlawan.

Lihat Juga:   Hotel Murah di Penang Malaysia, Mulai RM 20-an per malam

Sudah menjadi favorit masyarakat Semarang, yang membuat Nasi Pecel Mbok Sador unik dan lezat adalah perpaduan sambal kacang yang pas dan tidak terlalu manis. Selain itu, ada campuran daun pepaya di dalamnya. Sebagai pelengkap, disajikan lauk seperti telur, perkedel, aneka sate, tahu, tempe, hingga peyek dan kerupuk. Lalu, berapa harganya? Cukup bayar Rp20 ribu, sudah termasuk lauk.

Gudeg Mbak Tum

Gudeg Mbak Tum (sumber: sonora.id)
Gudeg Mbak Tum (sumber: sonora.id)

Gudeg memang terkenal sebagai kuliner khas Yogyakarta. Namun, Anda juga bisa menemukan makanan sejenis saat liburan ke Semarang. Nah, apabila Anda ingin merasakan sajian gudeg yang sedikit berbeda, bisa langsung melipir ke Gudeg Mbak Tum yang berlokasi di kawasan Simpang Lima. Salah satu warung legendaris ini, karena sudah berdiri sejak 1991, beroperasi mulai pukul 6 sore hingga sekitar 3 pagi.

Yang spesial dari gudeg di warung ini adalah sajian gudeg yang ditambah koyor sapi. Jika Anda belum tahu, koyor adalah olahan urat sapi yang berasal dari . Hasilnya, Gudeg Mbak Tum punya citarasa yang gurih. Makanan semakin nikmat dengan campuran aneka lauk dan petai. Jika Anda tertarik menikmati kuliner ini, cukup merogoh kocek sebesar Rp15 ribuan per porsi.

[1] Rahma, Neily, Indah Susilowati, Evi Yulia Purwanti. 2017. Minat Wisatawan terhadap Makanan Lokal Kota Semarang. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, Vol. 18(1): 53-76.

[2] Ibid.

[3] Krisnando, Dominikus Savio Gemma. 2018. Pengembangan Simpang Lima Semarang sebagai Icon Provinsi Jawa Tengah (Skripsi). Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta.




Be the first to comment

Tinggalkan Balasan