Gunung Panderman, Gunung Mirip Putri Tidur dengan Pemandangan Alam Mempesona

Gunung Panderman Batu Malang - www.setiatransport.com

Anda pernah mendengar yang berbentuk mirip seperti putri tidur? Terdengar unik memang, namun pemandangan menakjubkan tersebut ternyata benar-benar nyata ada di Kota , , tepatnya di Gunung Panderman. Sebenarnya Gunung Putri Tidur ini bukan hanya Gunung Panderman saja, tetapi terdiri dari 3 gunung yang saling terhubung, yakni Gunung Panderman sebagai kakinya, Gunung Kawi sebagai dadanya, dan Gunung Butak sebagai kepalanya. Ketiga gunung yang terbentang antara Kabupaten dan Kota Batu ini jika dilihat dari kejauhan tampak mirip seperti putri tidur.

Gunung Panderman - www.catatanhariankeong.com

Gunung Panderman – www.catatanhariankeong.com

Pemandangan itulah yang menjadikan Gunung Panderman sebagai salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Batu. Meski dijuluki Putri Tidur, rupanya tidak ada legenda yang menyertai pesona dari gunung satu ini. Selain pesona pemandangan Putri Tidur, Gunung Panderman juga memiliki pesona yang apik pada saat matahari terbit ataupun matahari terbenam.

Jika Anda ingin menyaksikan sunrise di Gunung Panderman, Anda bisa datang ke sana pada pukul 06.00 WIB, sedangkan untuk pemandangan sunset bisa Anda saksikan langsung pada saat jam 16.00 WIB atau menjelang magrib. Biasanya akan ada semburat warna jingga di langit yang begitu memikat saat kondisi cuaca sedang cerah.

Gunung satu ini berlokasi di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Batu dan memiliki ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Nama Gunung Panderman sendiri ternyata diambil dari nama seorang pendaki pertama asal negeri Belanda bernama Van Der Man. Akhirnya lambat laun oleh warga setempat gunung tersebut dijuluki Gunung Panderman.

Gunung Panderman bisa menjadi salah satu alternatif yang recommended bagi Anda yang menyukai aktivitas outdoor apalagi berbau tentang alam. Mendaki Gunung Panderman terbilang lebih ringan dibandingkan mendaki Gunung Semeru. Jadi untuk Anda yang bercita-cita menaklukkan Gunung Semeru sebaiknya melatih diri terlebih dahulu untuk mendaki Gunung Panderman. Selain medannya tak terlalu sulit, harga tiket masuk ke Gunung Panderman juga relatif terjangkau.

Gunung Panderman Batu Malang - www.setiatransport.com

Gunung Panderman Batu Malang – www.setiatransport.com

Untuk mendaki Gunung Panderman, setidaknya ada 2 jalur yang bisa Anda lalu. Yang pertama adalah jalur umum melewati Dusun Toyomerto, kemudian melewati Desa Pesanggrahan. Sedangkan yang kedua adalah jalur Curah Banteng. Jalur satu ini dikenal dapat ditempuh dengan waktu yang relatif lebih singkat, akan tetapi lebih menantang dan sulit untuk dilewati karena Anda harus melalui tebing curam dan masih harus memanjatnya.

Lihat Juga:   Penginapan Murah di Bandar Lampung, Mulai 50 ribuan

Bila Anda termasuk pendaki pemula, maka memilih jalur umum lebih direkomendasikan. Jalur menuju basecamp pendakian Dusun Toyomerto tersebut memiliki akses yang cukup mudah dilalui, namun Anda lebih disarankan naik kendaraan pribadi saat hendak menuju ke sana. Pasalnya tak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan Anda ke sana. Selain naik kendaraan pribadi, Anda juga bisa berjalan kaki dari Gapura Wisata Gunung Panderman atau naik ojek yang biasanya mangkal di dekat gapura.

Saat tiba di gapura, Anda akan dikenai masuk dengan sekitar Rp 7.500. Kemudian untuk parkir sepeda motor ditarik sebesar Rp 5.000, dan parkir mobil dikenai Rp 10.000. Karcis parkir tersebut berlaku mulai jam 07.00-00.00 WIB. Apabila parkir melebihi batas waktu, maka Anda dikenai sesuai dengan kelipatannya.

Pihak warga Desa Pesanggrahan juga menetapkan aturan yang ketat bahwa para pendaki yang hendak mendaki Gunung Panderman dilarang menggunakan sepeda motor jenis matic. Motor matic wajib diparkir di wilayah Dusun Srebet Barat, Desa Pesanggrahan.

Gunung Panderman Batu - explore4indo.blogspot.co.id

Gunung Panderman Batu – explore4indo.blogspot.co.id

Saat sampai di basecamp, Anda sebaiknya sempatkan untuk mengisi air di sumber air yang tersedia di sana. Anda diizinkan mengisi air bersih sepuasnya, sebab setelah pos awal tersebut Anda tak akan lagi menjumpai sumber air bersih. Dari basecamp, Anda dapat memilih 2 jalur menuju Latar Ombo. Jalur pertama dari basecamp tinggal belok kiri saja. Sedangkan jalur kedua dari basecamp dapat berjalan lurus sampai bertemu percabangan kemudian belok kiri dan lurus. Jika belok kiri Anda akan bertemu trek yang menanjak, sedangkan percabangan yang lurus tersebut menuju Gunung Buthak.

Lihat Juga:   Objek Wisata di Taiwan yang Wajib Dikunjungi

Para pendaki yang ingin camping biasanya mendirikan tenda di Latar Ombo, sebab di sana merupakan tanah lapang yang luas. Dari Latar Ombo, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Watu Gedhe yang treknya cenderung menanjak. Beberapa pendaki juga ada yang mendirikan tenda di Watu Gedhe karena di sana ada sedikit tanah datar yang dapat dipakai untuk mendirikan tenda.

Dari Watu Gedhe, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke puncak dengan trek yang menanjak dan cukup curam. Pastikan Anda membawa cukup air untuk minum dan menyiapkan kondisi fisik untuk melalui medan-medan yang berat. Usai melalui vegetasi terbuka, Anda akan melewati sebuah tanjakan dan sampai di puncak Gunung Panderman.

Ketika sampai di puncak, Anda dapat menemukan banyak tanah datar yang juga bisa dipakai sebagai berkemah. Di sana terdapat tugu penanda puncak Gunung Panderman, atau yang kerap disebut Puncak Basundara dengan tulisan berbunyi Puncak Basundara 2000 mdpl. Biasanya para pendaki menyempatkan diri untuk berfoto-foto di dekat tugu tersebut.

Akan tetapi Anda wajib berhati-hati saat meletakkan barang bawaan, sebab di puncak Gunung Panderman terdapat kera putih. Dari puncak Gunung Panderman, Anda bisa menyaksikan indahnya pemandangan Kota Batu, Gunung Arjuno-Welirang, Pegunungan Anjasmoro, dan Gunung Semeru dari kejauhan. Pengalaman berada di Puncak Basundara tentunya akan benar-benar tak terlupakan. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi Gunung Panderman bersama teman-teman saat liburan?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>